Koran-jakarta.com || Kamis, 08 Jul 2021, 12:03 WIB

Pelaku Pembunuhan Presiden Haiti Ditangkap Aparat Keamanan

  • Pembunuhan
  • Aparat Keamanan
  • Pelaku
  • Haiti
  • Presiden Haiti

Aparat keamanan setempat berhasil membekuk pelaku pembunuhan Presiden Haiti, Jovenel Moise, sebanyak dua orang pada Rabu (7/7/2021). Sempat melarikan diri pelaku akhirnya ditangkap kurang dari 24 jam.

Pelaku Pembunuhan Presiden Haiti Ditangkap Aparat Keamanan

Ket.

Doc: istimewa Pelaku Pembunuhan Presiden Haiti Ditangkap Aparat Keamanan

"Terduga pembunuh dicegat oleh Polisi Nasional di Pelerin tak lama sebelum jam 18.00 malam ini," ujar Wakil Menteri Komunikasi Frantz Exantus.

Wakil Menteri Komunikasi menuturkan dengan detail terkait kasus ini akan segera dipublikasikan. Namun, secara terpisah, Duta besar Haiti untuk Amerika Serikat (AS), Bocchit Edmond, mengatakan pembunuh Moise adalah tentara bayaran "professional" yang menyamar sebagai agen Badan Pemberantasan Narkoba (DEA) AS.

Keterangan laporan Associated Press, pelaku pembunuhan Moise dilaporkan berjumlah empat orang. Dua pelaku sampai saat ini masih buron. Hasil penyelidikan yang dilakukan oleh kepolisian, para pembunuh menggunakan bahasa Inggris dan Spanyol.

"Itu adalah serangan yang diatur dengan baik dan itu adalah para professional. Kami memiliki video dan kami yakin itu adalah tentara bayaran,' kata Edmond kepada wartawan, dikutip AFP, Kamis (8/7/2021).

Moise tewas terbunuh di rumah pribadinya di Ibu Kota Port-au-Prince pada Rabu pukul 01.00 waktu setempat. Sang istri, Martine Moise, selamat dalam kejadian itu meski terluka akibat tembakan.

Perdana Menteri Haiti, Claude Joseph, mendeklarasikan status darurat nasional selama dua pekan ke depan yang memberikan kekuasaan tambahan kepada eksekutif. Joseph menegaskan saat ini ia yang bertanggung jawab atas pemerintahan Haiti.

Haiti adalah negara dengan sistem negara dengan konsep kesatuan republik semi-presidensial.

Haiti menerapkan sistem multipartai yang di mana presiden merupakan kepala negara yang dipilih langsung melalui pemilihan umum selama lima tahun sekali. Moise telah memerintah Haiti, negara termiskin di kawasan Karibia sejak 2018.

Sedangkan, perdana menteri menjabat sebagai kepala pemerintahan yang ditunjuk oleh presiden dari partai mayoritas di parlemen.

Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) segera mengadakan pertemuan darurat terkait Haiti pada Kamis (7/7/2021).

Tim Redaksi:
Z
F

Like, Comment, or Share:

Tulisan Lainnya dari Zulfikar Ali Husen

Artikel Terkait