Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Riset Harus Berdasarkan Kebutuhan Riil Rakyat

📅 Kamis, 24 Jun 2021, 07:01 WIB | Oleh:
Riset Harus Berdasarkan Kebutuhan Riil Rakyat Doc: Istimewa
Ket. Wikan Sakarinto Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek

JAKARTA - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) minta riset yang dilakukan dosen vokasi harus sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat, pasar dan industri.

"Riset-riset keilmuan yang dilakukan dosen-dosen pendidikan tinggi vokasi harus sesuai dengan kebutuhan masyarakat, pasar dan industri atau demand driven," ujar Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek, Wikan Sakarinto, di Jakarta, Rabu (23/6).

Dengan demikian, hasil riset tersebut dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat, pasar maupun industri. Wikan menambahkan, perguruan tinggi vokasi hendaknya menghasilkan inovasi produk yang nyata.

Kemendikbudristek meluncurkan program riset keilmuan terapan dalam negeri bagi dosen perguruan tinggi vokasi. Program itu merupakan kombinasi yang menguatkan dengan programmatching fund.

"Matching Fund"

Dia minta kampus vokasi aktif dalam programmatching fundyang sudah diluncurkan. "Para dosen harus memanfaatkan program agar menghasilkanroduk nyata yang dapat memberdayakan masyarakat serta memberi nilai tambah," ujar dia seperti dikutip Antara. Selain itu, riset dilakukan dengan prinsip kolaborasi dan multidisiplin.

Koordinator Pendidikan Tinggi Vokasi Pusat Mitras dunia usaha dunia induatri (DUDI),Agus Susilohadi, mengatakan, ada 50 proposal terbaik yang akan mendapatkan kesempatan pendanaan sebesar 500 juta ruoiah.

Program ini disusun melalui serangkaian pertemuan melibatkan pendidikan tinggi vokasi dan industri. Ada juga keterlibatan pemangku kepentingan lain.

"Program berbasiskan kemitraan dan riset," ujar Agus. Selain itu, dilakukan dengan multidisiplin. Jika perlu dapat menggandeng mahasiswa dan tenaga kependidikan dari kampus lain.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.