Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kepala BRIN Fokus pada Riset Berbasis Sumber Daya Alam Lokal

📅 Rabu, 28 Apr 2021, 17:24 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kepala BRIN Fokus pada Riset Berbasis Sumber Daya Alam Lokal Doc: (Youtube Sekretariat Presiden)
Ket. Tangkapan Layar - Presiden RI Joko Widodo melantik Laksana Tri Handoko sebagai Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Istana Negara, Jakarta, Rabu (28/4)

Jakarta - Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko pada tahap awal kepemimpinannya akan berfokus pada riset dan inovasi berbasis sumber daya alam lokal untuk kemajuan dan kesejahteraan bangsa Indonesia.

"Saya akan fokus pada riset dan inovasi berbasis sumber daya alam lokal, khususnya biodiversitas, selain mengejar ketertinggalan terhadap teknologi maju. Karena biodiversitas lokal Indonesia sudah memilikilocal competitivenessyang sangat tinggi," kata Handoko saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Rabu.

Pada 28 April 2021, Presiden RI Joko Widodo melantik Laksana Tri Handoko menjadi Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN). Laksana Tri Handoko sebelumnya merupakan Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Handoko menuturkan BRIN akan segera melakukan konsolidasi anggaran dan sumber daya manusia (SDM) di berbagai lembaga riset pemerintah.

Selain itu, BRIN ditujukan untuk menciptakan ekosistem riset dan inovasi yang lebih baik untuk para peneliti, industri dan perguruan tinggi melalui fasilitasi infrastruktur riset yang mumpuni.

BRIN dibentuk sebagai tekad dan komitmen Presiden Joko Widodo untuk meningkatkan kualitas riset Tanah Air.

Lahirnya Undang Undang Nomor 11 Tahun 2019 tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi mengamanatkan pembentukan BRIN.

BRIN diharapkan mampu mendongkrak roda riset Indonesia melalui integrasi dari kegiatan penelitian, pengembangan, pengkajian, penerapan, serta invensi dan inovas, sehingga mempercepat penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi demi kemajuan bangsa.

Penetapan Handoko sebagai Kepala BRIN menyusul ditetapkannya BRIN sebagai badan otonom pusat integrasi riset dan inovasi di Indonesia yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden.

Pada pelaksanaannya, lembaga-lembaga penelitian di Tanah Air sekaligus fungsi penelitian dan pengembangan yang ada di kementerian akan diintegrasikan dalam BRIN. Integrasi riset akan mencakup seluruh proses manajemen, anggaran serta sumber daya manusia.

Sebelum menjabat sebagai Kepala LIPI pada 2018, Handoko mengawali karirnya di lembaga penelitian pemerintah sebagai Kepala Group Fisika Teori dan Komputasi di Pusat Penelitian Fisika LIPI (2002-2012), Kepala Pusat Penelitian Informatika LIPI (2012-2014), dan Deputi Ilmu Pengetahuan Teknik LIPI (2014-2018).



Tiga tahun masa kepemimpinannya sebagai Kepala LIPI, Handoko memimpin dan mengawal langsung proses transformasi LIPI menjadi lembaga riset yang lebih efisien, efektif, dan produktif.

Transformasi kelembagaan tersebut dijalankan sebagai komitmen mendukung reformasi birokrasi yang dicanangkan pemerintah.

"Reformasi birokrasi LIPI merupakan kunci untuk meningkatkan kinerja lembaga penelitian dan ilmu pengetahuan. Reformasi birokrasi LIPI dilakukan melalui perbaikan manajemen riset dengan cara melakukan penataan organisasi secara total dan perubahan proses bisnis melalui rekayasa birokrasi," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

3 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.