Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perlu Lembaga Riset yang Akuntabel

📅 Senin, 19 Apr 2021, 05:20 WIB | Oleh:
Perlu Lembaga Riset yang Akuntabel Doc: istimewa

JAKARTA - Pelaksanaan peleburan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) ke dalam Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) masih dalam proses. Nantinya, perlu ada lembaga yang akuntabel untuk mengisi bidang riset dan teknologi dan mengatasi banyaknya tugas dalam tubuh Kemendikbud.

"Mas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) mesti menunjuk badan dan lembaga yang memang betul-betul bisa secara akuntabel menangani ini," kata Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), M Solehuddin, kepada Koran Jakarta, Minggu (18/4).

Solehuddin belum mengetahui nantinya peleburan Kemenristek bakal menjadi direktorat jenderal tersendiri atau dalam bentuk lembaga lain dalam Kemendikbud. Selain harus ada lembaga yang kokoh, lembaga tersebut perlu dipimpin orang yang tepat.

"Kalau mas menteri bisa melakukan itu saya rasa tidak ada masalah," jelasnya.

Lebih Utuh

Solehuddin menilai kebijakan peleburan ini ada sisi positif dan negatifnya. Tantangan dari peleburan ini yaitu Kemendikbud memiliki tanggung jawab lebih banyak mencakup pendidikan tiap jenjang serta riset dan teknologi.

Dia menekankan riset dan teknologiidealnya memang menjadi garapan perguruan tinggi. Bergabungnya Kemenristek ke Kemendikbud ini merupakan sesuatu yang bagus dan lebih utuh.

"Jadi saya justru melihat ada sesuatu yang positif. Sekarang, ristek tidak lagi terpisah. Kemarin terpisah dan jadi persoalan sendiri sebab harus ada jembatan yang menyambungkan hasil penelitian berdampak positif bagi industri," ucapnya.

Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) Jamal Wiwoho menyebut sosok rektor Perguruan Tinggi Negeri cocok menjadi Wakil Menteri (Wamen) Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi nantinya. Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Indonesia (UI), dan Universitas Gadjah Mada (UGM) bisa mengisi posisi tersebut.

"IPB, UI, dan UGM ini berkaitan dengan kegiatan penelitian dan indikator lainnya dari kampus tersebut," ujar Jamal.ruf/N-3

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Inggris Mengamuk, Kroasia D...
Olahraga
Ada 44 Cabor! Porprov Kalta...
Olahraga
Bantai Persikad Depok 4-0, ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.