Koran-jakarta.com || Jum'at, 26 Feb 2021, 05:25 WIB

KPAI Dorong Ada Vaksinasi untuk Kelompok Anak-anak

  • Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI)

JAKARTA - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendorong pemerintah untuk merancang strategi vaksinasi untuk anak-anak, terutama para siswa. Hal tersebut diperlukan guna mempercepat pembentukan kekebalan kelompok atau herd immunity.

KPAI Dorong Ada Vaksinasi  untuk Kelompok Anak-anak

Ket.

Doc: istimewa KPAI Dorong Ada Vaksinasi  untuk Kelompok Anak-anak

"Kami mendorong pemerintah merancang pengujian vaksin untuk usia anak agar herd immunity atau kekebalan kelompok terwujud. Herd immunity sulit terwujud jika hanya pendidik dan tenaga kependidikan yang divaksinasi," kata Komisioner Bidang Pendidikan KPAI, Retno Listyarti, di Jakarta, Kamis (25/2).

Retno mengatakan pembukaan pembelajaran tatap muka harus tetap hati-hati meski vaksinasi Covid-19 di lingkup pendidikan sudah berjalan. Pemerintah pusat dan daerah harus memastikan persiapan secara ketat.

"Meski para pendidik dan tenaga kependidikan sudah divaksin, namun pemerintah pusat dan pemerintah daerah tetap harus memastikan penyiapan pembelajaran tatap muka pada Juli 2021 secara ketat," kata Retno.


Protokol Kesehatan

Retno menekankan sekolah harus sudah menyiapkan infrastruktur dan protokol kesehatan adaptasi kebiasaan baru saat pembelajaran tatap muka berjalan. Menurutnya, hal tersebut untuk melindungi seluruh warga sekolah.

"Terutama peserta didik, mengingat vaksin Covid-19 untuk anak-anak belum tersedia," imbuhnya.

Sebelumnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menargetkan vaksinasi bagi pendidik dan tenaga kependidikan rampung pada Juni 2021. Dengan begitu, pada Juli 2021 sekolah tatap muka akan berjalan.

Retno mengatakan KPAI akan terus mengawasi penyiapan dan pelaksanaan pembelajaran tatap muka 2021. Ada lima hal yang harus disiapkan dalam membuka pembelajaran tatap muka yaitu pemerintah daerah, sekolah, guru, orang tua, dan peserta didik.

"Jika salah satu tidak siap maka pembelajaran tatap muka harus ditunda karena akan berpotensi menjadikan sekolah sebagai kluster baru. Harus dipastikan juga bahwa kasus Covid-19 di wilayah itu sudah landai," tandasnya.

Retno mengapresiasi program vaksinasi bagi guru dan tenaga kependidikan. Kebijakan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah pada para guru sebagai garda terdepan dalam melayani proses pembelajaran kepada peserta didik.

Diingatkan mendapat vaksinasi bukan berarti bebas dan abai dengan protokol kesehatan. Para pendidik dan tenaga kependidikan yang sudah divaksin tetap melakukan protokol kesehatan 3M, yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Kemendikbud, Iwan Syahril bersyukur pelaksanaan vaksinasi terhadap guru dan tenaga kependidikan ini diselenggarakan dengan baik. Terlebih pelaksanaannya tidak menunggu waktu yang lama sejak hadirnya vaksin di Indonesia. ruf/N-3

Tim Redaksi:
M
M

Like, Comment, or Share:

Tulisan Lainnya dari Muhamad Ma'rup

Artikel Terkait