Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

LIPI Meriset Tatanan Normal Baru

📅 Rabu, 20 Mei 2020, 06:00 WIB | Oleh:
LIPI Meriset Tatanan Normal Baru Doc: istimewa

JAKARTA - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tengah membuat beragam riset untuk mendukung tatanan normal baru. Normal baru merupakan proses kehidupan baru dalam rangka berdamai dengan pandemi Covid-19 atau kehidupan setelah wabah virus korona berakhir.

"Mengingat vaksin belum tersedia dan jikapun sudah, waktu imunisasinya cukup lama. Kita tidak bisa hidup terus seperti sekarang. Kita harus berkompromi dengan virus," kata Kepala LIPI, Laksana Tri Handoko, dalam acara Tech Talks LIPI, di Jakarta, Selasa (19/5).

Handoko menyebut ada faktor-faktor pendukung yang perlu disiapkan dalam tatanan kehidupan normal baru. Menurutnya, faktor pertama adalah pengaktifan kegiatan ekonomi masyarakat dengan tetap melakukan kontrol dan mitigasi terukur dengan fokus. Ia menyebut kontrol bisa dilakukan dengan dua cara yaitu skrining atau tes massal berbasis rapid test di simpul mobilitas publik. Kedua, tes Polymerase Chain Reaction (PCR) di lokasi kerumunan permanen seperti kampus dan sekolah.

Kebijakan yang Ilmiah

Faktor kedua, tambah Handoko, adalah pemanfaatan hasil pengambilan data dalam penanganan orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP). Sehingga ada strategi kebijakan yang ilmiah.

"Dengan begitu tidak ada lagi pemasalahan tidak sinkron data ke depannya, terutama dalam penyaluran bantuan sosial (Bansos)," jelasnya.

Handoko menyebut faktor lain yang tidak kalah penting adalah perlunya protokol panduan yang ringkas. Protokol penting dimiliki setiap aktivitas mulai dari sekolah sampai kantor pemerintah dan swasta serta harus bisa diimplementasikan semua dengan tepat. Dia menilai perlu adanya pembentukan tim pakar untuk setiap sektor yang mengevaluasi dan merekomendasikan hal-hal teknis terkait tatanan normal baru lebih lanjut secara berkala. Menurutnya, tim pakar penting dalam membuat protokol dan kebijakan berbasis sains.

ruf/N-3

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Telah Terjual Lebih dari 55 Ribu Kursi

Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Telah Terjual Lebih dari 55 Ribu Kursi

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.