Gagasan dan Pesan Keberagaman Gus Dur

Senin, 23 Des 2019, 01:00 WIB

Buku ini mengurai panjang lebar kisah hidup almarhum Gus Dur, panggilan akrab almarhum KH Abdurrahman Wahid, yang penuh dengan inspirasi dan keteladanan. Meski telah tiada, hingga kini gagasan dan pesan-pesannya terlebih berkaitan dengan keberagaman masih terus menggema.

Lahir di Jombang, Jawa Timur, pada 7 September 1940, Gus Dur meninggal di Jakarta pada 30 Desember 2009 dalam usia 69. Putra pertama (enam bersaudara) KH Wahid Hasyim dan Nyai Solichah ini juga cucu KH Hasyim Asy'ari, pendiri Nahdlatul Ulama (hlm 21-22). Tokoh bangsa ini telah menginspirasi banyak orang dari berbagai kalangan.

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Kiai yang unik tersebut juga banyak mengumandangkan pluralisme. Dia terus memperjuangkan keberagaman atau perbedaan negeri ini. Melalui semangat pluralismenya, Gus Dur senantiasa mengajak masyarakat untuk menghargai dan mengormati setiap perbedaan. Bagi Gus Dur, untuk memiliki sikap-sikap pluralis, setiap orang perlu mengubah cara pandang dan pola pikir dalam memahami perbedaan. Perbedaan harus dirawat dan hargai, bukan malah diancam.

Melalui pluralisme, setiap orang mestinya bisa membangun dialog dan kerja sama, terutama mengatasi masalah-masalah kemanusiaan (hlm 121-122).

Buku ini menguraikan sederet gagasan, sikap, dan pesan pluralisme Gus Dur yang dapat direnungi dan teladani bersama, di antaranya Gus Dur berusaha mengedepankan sikap sabar dan pemaaf saat menghadapi orang-orang yang membenci, menzalimi, dan berusaha menjatuhkan martabatnya.

Masih hangat di ingatan ketika menjelang Pemilu Legislatif 2004, beredar video menghebohkan dengan judul Gus Dur Dibaptis. Waktu itu sebenarnya Gus Dur tahu dalang di balik berita yang menyudutkan dan mencemarkan nama baiknya, tetapi dia diam dan menyikapinya dengan sabar, bahkan memafkannya.

Gus Dur tak mau dibuat repot dengan masalah yang tidak substansial dan cenderung menghambat perjuangannya. Omongan "gitu aja kok repot" menjadi bukti bahwa Gus Dur memandang sederhana setiap persoalan (hlm 123).

Pesan keberagaman lainnya yang pernah digaungkan, dia berusaha hati-hati menilai agama orang lain. Hal ini penting dipahami karena Indonesia dihuni penduduk yang sangat beragam baik ras, bahasa, agama, maupun keyakinan.

Ketidakhati-hatian dalam menilai agama orang lain akan membuat keadaan menjadi kacau serta rentan menimbulkan perpecahan. Gus Dur pernah mengingatkan, kebaikan selamanya akan tetap bernilai sekalipun pelakunya berbeda keyakinan. Kebaikan yang diperbuat oleh seseorang tidak akan menjadi buruk hanya karena pelakunya tak seagama.

Maka, setiap orang wajib menghargai dan menghormatinya (hlm 148). Pesan keberagaman Gus Dur selanjutnya yang perlu direnungi bersama, untuk menegakkan agama dalam suatu negara tidak harus selalu dilakukan dengan mendirikan agama negara. Indonesia adalah bangsa majemuk.

Masyarakatnya terdiri dari berbagai perbedaan. Semuanya harus dilindungi negara. Menurutnya, Indonesia bukanlah negara agama, tetapi negara yang beragama (hlm 136).

Buku ini tak hanya menyajikan biografi, gagasan, dan pesan keberagaman Gus Dur, tapi juga mengulik sifat humorisnya saat berhadapan dengan berbagai persoalan.

Salah satunya, ketika didemo untuk mundur dari Presiden, dia berusaha tenang dan menjawab tuntutan mereka dengan cukup jenaka. "Sampean ini bagaimana. Saya maju saja harus dituntun, kok malah disuruh mundur."

Diresensi Sam Edy Yuswanto, Alumnus STAINU Kebumen

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Tim Koran Jakarta

Berita Terbaru

Status Siaga Kekeringan Meteorologis untuk Seluruh Wilayah Jateng

Rumah Adat Wisata Sade Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus pada Pemulihan Korban

Cincinnati Open, Area Sial bagi Swiatek Dikalahkan Pegula

Prawirotaman Adakan Festival Guna Menunjang Kunjungan Wisata

Warga Semarang yang Akan Menikah, Lihat Pameran 50 Vendor Wedding

Jatim Hari Ini Cerah-Berawan, Gelombang hingga 3,7 Meter Mengintai Perairan Selatan

Gubernur Emanuel Melkiades Bawa Bantuan ke Tiga Titik Terdampak Gempa M7,7 di Riung

Real Madrid di Bawah Pelatih Mourinho Kalahkan Espanyol 2-1

Putus Akibat Gempa, Akses Jembatan Wae Dampek di Manggarai Timur Pulih

Kapal Kargo Muatan Bijih Besi Tujuan Singapura Tenggelam di Lepas Pantai India, Dua ABK Selamat

Kucuran Beras Capai 1,65 Juta Ton, Pemerintah Optimistis Rem Harga Beras di Puncak El Nino

BPBD Cilacap Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Kekeringan Meteorologis

Menlu Tiongkok Wang Yi Temui Ketua DEN RI Luhut Panjaitan Bahas Investasi di Indonesia

Ratusan Rumah Adat Sade Ludes Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus Pulihkan Korban

Korea Utara Tuding Rencana Perluasan Anggaran Pertahanan Jepang Sebagai 'Persiapan Perang'

Brentford Kalahkan Tottenham Hotspur dengan Skor Telak 3-0

Pemprov NTT Percepat Perbaikan Infrastruktur Terdampak Gempa M7,7

Pemerintah Kota Batam Siapkan Subpenyalur BBM Nelayan di Pulau Rempang

Permudah Akses BBM Subsidi, Pemkot Batam Siap Bangun SPBU untuk Nelayan di Pulau Rempang

Harga Daging Ayam Ras di Dua Kabupaten di Riau di Atas Rp40.000/Kg

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.