Putus Akibat Gempa, Akses Jembatan Wae Dampek di Manggarai Timur Pulih

Minggu, 23 Agu 2026, 11:40 WIB

JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui BPJN Nusa Tenggara Timur telah menyelesaikan penanganan akses menuju Jembatan Wae Dampek di ruas jalan provinsi Reo–Dampek-Pota, Kabupaten Manggarai Timur, NTT.

Penanganan dilakukan pada 2 titik sepanjang total 145 meter: 100 meter jalan menuju jembatan dan 45 meter oprit jembatan. Pekerjaan penimbunan pada kedua titik telah selesai hingga Sabtu 22 Agustus 2026. Hari ini, Minggu 23 Agustus 2026, dilanjutkan pemasangan cerucuk pada area oprit untuk memperkuat stabilitas.

Ket. Foto: Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui BPJN Nusa Tenggara Timur telah menyelesaikan penanganan akses menuju Jembatan Wae Dampek di ruas jalan provinsi Reo–Dampek-Pota, Kabupaten Manggarai Timur, NTT — Sumber: istimewa

“Dalam kondisi bencana, yang paling penting adalah memastikan konektivitas masyarakat tetap terjaga. Jalan dan jembatan harus segera ditangani agar masyarakat tidak terisolasi dan mobilitas bantuan serta kebutuhan dasar dapat terus berjalan,” kata Menteri PU Dody Hanggodo di Jakarta, Sabtu (22/8)

Detail Penanganan di Wae Dampek

1. Jalan Menuju Jembatan 100 meter  

Dilakukan pembongkaran lapisan aspal rusak, lalu timbunan ulang menggunakan material urpil untuk membentuk kembali badan jalan.

2. Oprit Jembatan 45 meter

Dilakukan timbunan urpil dan pemasangan cerucuk sebagai perkuatan agar badan jalan stabil dan akses ke jembatan aman dilalui.

Penanganan ini krusial untuk menjaga kelancaran mobilitas warga dan distribusi logistik serta bantuan di koridor Reo–Dampek, wilayah yang terdampak gempa.

Kementerian PU Siaga 24 Jam di NTT

Selain Wae Dampek, Ditjen Bina Marga terus menyiagakan tim 24 jam untuk memantau dan menangani kerusakan jalan-jembatan akibat gempa susulan.

Penanganan yang sudah dilakukan Sabtu 22 Agustus:

- Penanganan retakan jalan: Junction - Wolowaru (KM 51+700) & Danga - Nila - Marapokot (STA 5+050)

- Perbaikan Plat Deukeur: Ruas Danga - Nila - Marokopot (STA 7+225)  

- Pembersihan debris longsoran: Ruas Aegela - Batas Kota Ende (STA 4+300)

Kementerian PU terus memantau kondisi infrastruktur di wilayah terdampak gempa NTT agar konektivitas antarwilayah tetap terjaga dan akses masyarakat segera dipulihkan jika terjadi gangguan.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Kekeringan Meteorologis, BMKG Ingatkan Seluruh Wilayah Jateng untuk Siaga

Curanmor Merajalela! Polda Banten Bongkar Sindikat yang Beraksi di 14 Lokasi

Status Siaga Kekeringan Meteorologis untuk Seluruh Wilayah Jateng

Rumah Adat Wisata Sade Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus pada Pemulihan Korban

Cincinnati Open, Area Sial bagi Swiatek Dikalahkan Pegula

Prawirotaman Adakan Festival Guna Menunjang Kunjungan Wisata

Warga Semarang yang Akan Menikah, Lihat Pameran 50 Vendor Wedding

Jatim Hari Ini Cerah-Berawan, Gelombang hingga 3,7 Meter Mengintai Perairan Selatan

Gubernur Emanuel Melkiades Bawa Bantuan ke Tiga Titik Terdampak Gempa M7,7 di Riung

Real Madrid di Bawah Pelatih Mourinho Kalahkan Espanyol 2-1

Putus Akibat Gempa, Akses Jembatan Wae Dampek di Manggarai Timur Pulih

Kapal Kargo Muatan Bijih Besi Tujuan Singapura Tenggelam di Lepas Pantai India, Dua ABK Selamat

Kucuran Beras Capai 1,65 Juta Ton, Pemerintah Optimistis Rem Harga Beras di Puncak El Nino

BPBD Cilacap Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Kekeringan Meteorologis

Menlu Tiongkok Wang Yi Temui Ketua DEN RI Luhut Panjaitan Bahas Investasi di Indonesia

Ratusan Rumah Adat Sade Ludes Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus Pulihkan Korban

Korea Utara Tuding Rencana Perluasan Anggaran Pertahanan Jepang Sebagai 'Persiapan Perang'

Brentford Kalahkan Tottenham Hotspur dengan Skor Telak 3-0

Pemprov NTT Percepat Perbaikan Infrastruktur Terdampak Gempa M7,7

Pemerintah Kota Batam Siapkan Subpenyalur BBM Nelayan di Pulau Rempang

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.