Guyonan Gus Dur untuk Kerukunan Bangsa

Sabtu, 31 Agu 2019, 05:00 WIB

Membicarakan Gus Dur, tidak bisa dilepaskan dari keunikan dan seni cara membuat guyonan. Bisa dikatakan ini sudah mendarah daging dalam diri. Selain berpolitik, Gus Dur juga tokoh bangsa yang pandai membuat orang terbahak- bahak setiap melucu. Menariknya, setiap leluconnya kerap kali mengandung sindiran negeri Indonesia. Seperti yang terdapat di lelucon "polisi jujur".

Menurut Gus Dur, di negeri ini hanya ada tiga polisi jujur: patung polisi, polisi tidur, dan polisi Hoegeng (Mantan Kapolri Hoegeng Imam Santoso). "Lainnya?" tanya beberapa wartawan. Gus Dur hanya tersenyum (hal 50).

Ket. Foto: — Sumber: ISTIMEWA

Ada juga lelucon tentang tiga jenis orang NU. Pertama, kalau mereka datang dari pukul 07.00-21.00 dan menceritakan tentang NU, itu biasanya orang NU yang memang punya komitmen dan fanatik. Kedua, mereka yang meski sudah larut malam, sekitar pukul 21.00-01.00 masih mengetuk pintu dan membicarakan NU, namanya orang gila NU.

Kalau ada orang NU yang masih juga mengetuk pintu rumah saya jam dua dini hari hingga jam enam pagi, namanya orang NU yang gila (hal 40). Inilah Gus Dur dengan berbagai keunikannya bisa membuat orang tertawa dengan keadaan yang santai ataupun serius. Selain itu, dia juga bisa menjadi teladan.

Menurutnya, kehidupan di dunia ini harus disikapi dengan santai dan tenang. Orang tidak perlu takut selagi memang berada dalam jalur yang benar. Lelucon ini bentuk sindiran orang bisa berbahagia di mana saja. Guyonannya juga menjadi wadah untuk berinteraksi dengan orang lain. Dengan bercanda warga bisa berdialog dengan orang lain, bercerita dengan terbuka, dan tentunya mengantarkan pengetahuan baru.

Bisa dikatakan seni bercanda seseorang akan mengantarkan pada titik yang menyenangkan di kemudian hari. Buku Wisdom of Gus Dur mengungkapkan, berdialog dapat menciptakan wajah manusia yang tidak memandang perbedaan suku, budaya, dan latar belakang sejarah. Dia juga membuka jalan untuk mengangkat nilai-nilai universal dan komitmen budaya perdamaian serta kerukunan umat beragama.

Agama itu inspiratif dan kekuatan moral. Maka, agama harus membentuk etika masyarakat. Inilah yang seharusnya diserap dengan baik, bahwasanya dengan berdialog akan membangun wawasan. Berangkat dari guyonan, akan mengakar pada interaksi yang kemudian membuat rakyat mengerti pentingnya kebersamaan dan toleransi.

Begitulah Gus Dur dengan beberapa kelebihan dan kekurangannya berhasil membuat negeri ini saling merangkul dan berjabat tangan. Dia mengajarkan untuk menjadi manusia yang pandai menghargai dan menghormati orang lain. Untuk menjaga keutuhan NKRI, masyarakat harus saling mencintai dan menyayangi.

Buku ini menjadi sebuah isyarat bahwa banyak guyonan Gus Dur berfaedah dan relevan untuk kehidupan sekarang. Dengan guyonan, bangsa juga diajak memahami pentingnya keakraban melalui kelucuan dalam situasi serius ataupun santai.

Sedikitnya ada 100 guyonan yang terdapat dalam buku ini yang memberi sentilan berfaedah. Melalui guyonan, Gus Dur juga memberi dorongan untuk menjadi manusia yang berguna bagi bangsa dan negara.

Diresensi Nurul Izzah, Mahasiswa UIN Walisong Semarang

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Tim Koran Jakarta

Berita Terbaru

Curanmor Merajalela! Polda Banten Bongkar Sindikat yang Beraksi di 14 Lokasi

Status Siaga Kekeringan Meteorologis untuk Seluruh Wilayah Jateng

Rumah Adat Wisata Sade Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus pada Pemulihan Korban

Cincinnati Open, Area Sial bagi Swiatek Dikalahkan Pegula

Prawirotaman Adakan Festival Guna Menunjang Kunjungan Wisata

Warga Semarang yang Akan Menikah, Lihat Pameran 50 Vendor Wedding

Jatim Hari Ini Cerah-Berawan, Gelombang hingga 3,7 Meter Mengintai Perairan Selatan

Gubernur Emanuel Melkiades Bawa Bantuan ke Tiga Titik Terdampak Gempa M7,7 di Riung

Real Madrid di Bawah Pelatih Mourinho Kalahkan Espanyol 2-1

Putus Akibat Gempa, Akses Jembatan Wae Dampek di Manggarai Timur Pulih

Kapal Kargo Muatan Bijih Besi Tujuan Singapura Tenggelam di Lepas Pantai India, Dua ABK Selamat

Kucuran Beras Capai 1,65 Juta Ton, Pemerintah Optimistis Rem Harga Beras di Puncak El Nino

BPBD Cilacap Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Kekeringan Meteorologis

Menlu Tiongkok Wang Yi Temui Ketua DEN RI Luhut Panjaitan Bahas Investasi di Indonesia

Ratusan Rumah Adat Sade Ludes Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus Pulihkan Korban

Korea Utara Tuding Rencana Perluasan Anggaran Pertahanan Jepang Sebagai 'Persiapan Perang'

Brentford Kalahkan Tottenham Hotspur dengan Skor Telak 3-0

Pemprov NTT Percepat Perbaikan Infrastruktur Terdampak Gempa M7,7

Pemerintah Kota Batam Siapkan Subpenyalur BBM Nelayan di Pulau Rempang

Permudah Akses BBM Subsidi, Pemkot Batam Siap Bangun SPBU untuk Nelayan di Pulau Rempang

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.