Desain Klasik Makin Digemari
Desain minimalis yang mulai ditinggalkan membuat para pecinta desain interior melirik desain klasik.

Ket.
Doc: istimewa
Desain Interior klasik kembali mengisi sejumlah tempat tinggal di Tanah Air. Desain yang bersifat tak lekang waktu tak hanya dicintai para orang lanjut usia, anak muda mulai melirik menyukai desain yang dikenal penuh detail tersebut.
Rumah Anang dan Ashanty maupun rumah Andre Taulany, misalnya, merupakan tempat tinggal yang mengadopsi desain interior berkonsep klasik. Desain kaya detail bersifat tak lekang waktu memberikan mampu memberikan kenyamanan sebagai tempat tinggal.
"Saat ini, penyuka desain klasik tidak hanya orang tua melainkan anak muda berusia 27 sampai 35 tahun," ujar Iwan Sastrawiguna, desainer interior di Jakarta, belum lama ini. Minimalis yang mulai ditinggalkan membuat para pecinta desain interior melirik desain klasik.
Desain klasik memiliki sedikit perbedaan dibandingkan dengan desain lainnya. Desain tersebut biasanya digunakan pada bangunan dengan luas di atas 100 meter persegi mengingat desain memerlukan sejumlah detail.
"Dengan luas 120 meter persegi, kita berani klasik," ujar desainer interior yang berkarya selama 23 tahun. Ukuran bangunan yang tergolong mungil untuk desain klasik dibuat dengan detail-detail yang tidak terlalu rumit."Kita bikin yang tidak terlalu berat, nggak banyak aksesorisnya," ujar dia.
Sejumlah detail yang biasa terdapat di furnitur, plafon, pintu maupun jendela jumlahnya diminimalkan. Kemudian, desain yang mengacu ke negara Amerika Serikat dan Inggris tersebut menggunakan warna-warna netral yang lebih kalem yang membuat suasana ruang lebih ringan. Selain itu, warna tersebut dipandang sebagai salah satu daya tarik anak muda untuk menggunakan desain klasik di tempat tinggalnya.
Anda mungkin tertarik:
Meskipun, desain lebih banyak digunakan untuk bangunan yang masuk dalam kategori menengah atas, Iwan berpendapat bahwa desain tersebut bukan berarti untuk menunjukkan gengsi. "Bukan," jawabnya singkat.
Desain klasik yang belakangan banyak dipilih sebagai desain hunian merupakan perputaran tren setelah habisnya masa desain minimalis dengan warna-warna kromatik yang sempat boomingbeberapa tahun lalu.
"Untuk desain interior berubahnya sekitar 10 sampai 20 tahun," ujar dia menambahkan. Desain yang tergolong berat dan terkesan mewah tidak hanya dapat digunakan di rumah tapak. Bahkan, sejumlah apartemen menggunakan desain sebagai tatanan interior.
"Biasanya apartemen kelas atas," ujar Bayu Pasetyo, pengajar desain interior di LaSalle College yang pernah mendesain apartemen konsep klasik untuk luas 180 meter persegi. Kebutuhan ruang yang cukup luas untuk konsep klasik tidak lain untuk mengakmodir konsep yang penuh detail.
Selain itu, perpaduan warna maupun ukuran furnitur yang lebih besar membuat konsep klasik akan sulit diadopsi untuk ruang-ruang dengan ukuran di bawah 100 meter persegi. Jika dipaksakan bukan kenikmatan desain yang dirasakan, justru ruangan akan terkesan penuh dan sumpek.
Selain itu, konsep klasik tidak berarti menggunakan warnawarna gelap. Desain maupun furnitur dapat menggunakan warna terang agar ruangan lebih lega dan terkesan tidak terlalu berat. din/E-6