Pemkab Cirebon Krisis SDM Perkoperasian

Selasa, 23 Jan 2018, 05:23 WIB

CIREBON - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon, Jawa Barat, kekurangan sumber daya manusia (SDM) yang mengerti, paham, dan menguasai seluk-beluk perkoperasian. Sebab, beberapa SDM yang paham dan menguasai ilmu koperasi sudah banyak yang pensiun, sementara tenaga-tenaga baru yang ada tidak mengerti mengenai kehidupan berkoperasi.

"Kita (Pemkab Cirebon) sangat membutuhkan SDM yang paham koperasi untuk memperkuat Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Cirebon," Kepala Bidang Koperasi Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Cirebon, Riyanto, di Cirebon, Jawa Barat, pekan lalu.

Ket. Foto: — Sumber: ISTIMEWA

Kegundahan Riyanto bukan tanpa alasan. Pasalnya, pihaknya kini tengah gencar menggulirkan beberapa program untuk pemberdayaan koperasi di Kabupaten Cirebon, di antaranya program pelatihan SDM bagi koperasi, pameran-pameran bagi UKM, sertifikasi koperasi simpan pinjam, studi banding ke luar daerah, serta mengembangkan koperasi yang memiliki produk unggulan khas Cirebon.

"Oleh karena itu, Dinas Koperasi dan UKM Pemkab Cirebon membutuhkan tenaga andal yang mengerti koperasi," kata dia. Riyanto menambahkan, pihaknya memiliki lima tenaga Petugas Penyuluh Koperasi Lapangan (PPKL) yang merupakan bantuan dari Kementerian Koperasi dan UKM.

Riyanto menyebutkan jumlah koperasi yang ada di Kabupaten Cirebon sebanyak 750 koperasi, 430 koperasi di antaranya berlabel sehat.

Kurang Menggembirakan

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Koperasi Unit Desa (KUD) Mukti (Ciwaringin), HM Udiya mengatakan bahwa kondisi koperasi yang ada di Kabupaten Cirebon kurang menggembirakan. Banyak KUD yang mati suri. Penyebabnya adalah kebijakan dari pemerintah yang kurang kondusif bagi pertumbuhan KUD di Cirebon.

"Yang namanya sektor pertanian, dulu semua kebutuhannya melalui KUD. Seperti pengadaan pupuk, pengolahan hasil pertanian, sampai ke pendanaan, melalui KUD. Apalagi sekarang banyak bermunculan kelompok tani dalam wadah Gapoktan. Gapoktan tidak melalui KUD. Dulu, yang namanya petugas penyuluhan lapangan atau PPL ada di KUD, sekarang sudah tidak lagi," papar dia.

Dengan kondisi seperti itu, lanjutnya, jumlah KUD kini tinggal 27 KUD saja, dari sebelumnya yang mencapai 42 KUD. Dari 27 KUD, yang sehat hanya 16 KUD, sedangkan 11 KUD dalam kondisi sakit parah atau setengah sehat.

Kondisi serupa dialami koperasi di bidang usaha rotan. Menurut Ketua Koperasi Kerajinan Rotan Dharmawan (Desa Bodesari, Cirebon) Nemo, bisnis rotan kini tak lagi bagus. Penyebabnya, kebijakan pemerintah yang membolehkan ekspor bahan baku rotan ke luar negeri.

"Seharusnya, ekspor bahan baku rotan dilarang, kok malah diizinkan. Sekarang memang sudah kembali dilarang. Namun, negara pengimpor rotan dari kita seperti Tiongkok, sudah memiliki bahan baku rotan untuk selama 10 tahun ke depan," keluhnya.mza/E-3

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Mohammad Zaki Alatas

Berita Terbaru

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

Bandung Great Sale 2026 Resmi Dibuka! 171 UMKM Dilibatkan Dongkrak Ekonomi Daerah

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.