Jumlah Wirausaha Tembus 3,1 Persen

Senin, 08 Jan 2018, 05:34 WIB

JAKARTA - Jumlah wirausaha di Tanah Air telah tembus 3,1 persen dari total jumlah penduduk yang saat ini sekitar 260 juta jiwa. Angka tersebut telah melampaui standar internasional sebanyak 2 persen.

"Kami optimistis persentase jumlah wirausaha Indonesia bisa mencapai 5 persen di tahun 2019, atau sama dengan yang dicapai Malaysia saat ini," kata Menteri Koperasi dan UKM, AAGN Puspayoga, saat jumpa pers awal tahun terkait capaian kinerja 2017 dan rencana kerja 2018 Kementerian Koperasi dan UKM, di Jakarta, akhir pekan lalu.

Ket. Foto: Menteri Koperasi dan UKM, AAGN Puspayoga. — Sumber: ISTIMEWA

Pada tahun sebelumnya (2016), rasio wirausaha di Tanah Air baru 1,65 persen, hingga akhir tahun 2017 telah mencapai lebih dari 3,1 persen. "Itu data dari BPS (Badan Pusat Statistik)," tegasnya.

Kendati demikian, Puspayoga mengakui bahwa jumlah wirausaha di Indonesia masih terbilang rendah dibanding negara lain. Ia mengambil contoh Singapura yang telah mencapai 7 persen dan Malaysia 5 persen.

Oleh karena itu, pihaknya berkomitmen terus berupaya meningkatkan jumlah wirausaha di Indonesia. Hal tersebut, di antaranya dilakukan melalui sejumlah pelatihan-pelatihan, pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). "Tentunya cara ini tidak akan berhasil tanpa kerja sama dengan para stakeholder terkait, seperti pihak pemerintah daerah, perbankan, dan lainnya," ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, pemerintah juga memberikan bantuan modal awal kepada wirausaha pemula untuk pengembangan usaha mikro. Tahun lalu, Kemenkop dan UKM menganggarkan dana sebesar 15,6 miliar rupiah yang dialokasikan kepada 1.200 wirausaha pemula di kawasan daerah tertinggal, kawasan ekonomi khusus, dan daerah antarkelompok berpendapatan rendah.

Program tersebut, lanjut dia, terus dilanjutkan. Pada tahun 2018 ditargetkan sebanyak 1.831 wirausaha pemula bantuan modal masih-masih sebesar 10 hingga 13 juta rupiah.

Kontribusi Koperasi

Selain jumlah wirausaha "pecah telur", Puspayoga juga mengklaim bahwa dua program lainnya juga menunjukkan hasil yang menggembirakan. Dua program itu adalah kontribusi koperasi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dari 1,7 persen menjadi 4,48 persen, dan anak usaha Koperasi Pinjam Jasa (Kospin Jasa) yakni PT Asuransi Jiwa Syariah Jasa Mintra Abadi (JMAS) Tbk mampu mencatatkan sahamnya di lantai bursa efek Indonesia.

"Itu merupakan beberapa hasil konkret dari bergulirnya program Reformasi Total Koperasi, seperti reorientasi koperasi di mana lebih memfokuskan pada kualitas koperasi ketimbang kuantitas, rehabilitasi koperasi di mana kita membenahi database, hingga pengembangan koperasi," papar Puspayoga.

Oleh karena itu, lanjut Puspayoga, ke depan pihaknya akan terus memfokuskan program-programnya untuk lebih meningkatkan kontribusi koperasi terhadap PDB. Karena, meski ada peningkatan kontribusi koperasi pada PDB, namun dibanding negara lain masih terbilang rendah.

"Untuk mewujudkan itu, kita tidak mungkin bekerja sendiri. Kita melakukan koordinasi dengan gerakan koperasi, gubernur, bupati, dan wali kota, termasuk dengan pihak swasta," pungkasnya. cit/E-3

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Tim Koran Jakarta

Berita Terbaru

BMKG Prakirakan Cuaca Sebagian Besar Daerah di Wilayah Indonesia Cerah hingga Berawan Tebal

Jangan Biarkan Karhutla Meluas! KSP Minta Penanganan Cepat dan Tegas

NBA Rilis Jadwal Musim 2026-27, Laga Ulangan Final dan Reuni Para Bintang Jadi Sorotan

BMKG Beberkan Cuaca Hari Ini, Mayoritas Wilayah Diprediksi Cerah hingga Berawan

Butter Baby Hadirkan Klepon Donut, Jajanan Tradisional Indonesia dalam Semangat Kemerdekaan.

Calon Penumpang Tak Sabara Tunggu Operasi LRT dari Kelapa Gading ke Manggarai Mulai Besok

Manchester United Bersaing dengan Aston Villa dan Benfica untuk Boyong Alejandro Balde

Utang Whoosh Rp116 Triliun Disorot, Pemerintah Diminta Uji Risiko APBN

Busyet… 150 Roda Dua Dikandangkan dari Balap Liar di Jambi

Pelatih Mengeklaim, Tim Panahan Masih Bisa Bersaing di Asian Games Jepang

Jaga Elang Jawa, PGE Raih Penghargaan dari Kementerian Kehutanan di HKAN 2026.

Asean Mulai Kerepotan dengan Asap Eksporan Indonesia, tapi Rikuh

Kabut Asap Karhutla Jadi Pembunuh Diam-Diam, Pakar Ungkap Bahayanya

Liverpool Didesak Datangkan Gelandang Bertahan, Ini Jawaban Iraola

Asap Karhutla Makin Pekat, Penderita Asma Diminta Waspadai Serangan Akut

Misteri Ketidakhadiran Menhut dan Menteri LH di Rakor Karhutla Akhirnya Terjawab, Simak Alasannya

Liga Inggris, Fulham Tak Mampu Menyamai Chelsea

Kemnaker Paparkan Langkah Konkret Indonesia Hadapi Perubahan Dunia Kerja di Forum ASEAN

Fiorentina Tanpa Ampun Dibantai AS Roma 0-4

Karhutla Jadi Ancaman Serius, Menteri LH Minta Warga Waspada dan Patuhi Pemda

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.