Kompetisi 'Game' Profesional yang Makin Fenomenal
Rabu, 20 Sep 2017, 01:00 WIBASUS ROG Masters 2017 bukan sekedar kompetisi game semata, melainkan juga sebagai ajang unjuk potensi bagi para pemain eSport profesional Indonesia.
Tak kurang dari 606 tim yang berasal dari seluruh Indonesia tergabung dalam kompetisi eSports bergengsi, ASUS ROG Masters 2017. Ajang ini juga diposisikan sebagai wadah para gamer andal Tanah Air, khususnya yang menekuni game DOTA 2 dan Counter Strike: Global Offensive (CS:GO).
Sebelumnya untuk mencari tim terbaik, babak kualifikasi ASUS ROG Masters 2017 telah digelar di 4 kota besar yakni Bandung, Surabaya, Medan dan Jakarta secara offline. Ada pula kualifikasi yang digelar secara online guna menjaring gamer andal lainnya di luar kota-kota besar tesebut. Sekadar informasi, even ROG Masters sebelumnya hanya diadakan secara online saja. Namun karena antusiasme yang tinggi dari gamer di seluruh Indonesia, akhirnya kompetisi ini diselenggarakan secara offline.
Di pengujung kompetisi, terdapat 8 tim eSports dari DOTA 2 dan CS:GO yang berhasil lolos babak Semifinal dan akan bertanding di babak Grand Final di Jakarta. Adapun 4 tim eSports yang bertanding pada game CS:GO di babak Grand Final adalah RECCA, DDS, AKARA, dan BOOM ID. Dan 4 tim eSports yang bertanding pada game DOTA 2 yaitu BOOM ID, EVOS, RRQ, dan UG.INFINITE.
"Saya senang akhirnya ASUS ROG Masters telah sampai pada babak grand final. Selain itu saya juga sangat bangga dan mengapresiasi antutiasme para gamer di Indonesia untuk mengikuti ajang ROG Masters tahun ini," ucap Galip Fu, Country Marketing Manager ASUS Indonesia di Jakarta, belum lama ini.
Pengamatan Koran Jakarta, antusias untuk mengikuti atau setidaknya menikmati keseruan jalan kompetisi ASUS ROG Masters 2017 sangatlah meriah. Selain 606 tim yang terdaftar sebagai peserta. Yang tidak kalah seru ialah para penonton yang turut hadir memenuhi Ciputra Artpreneur Theater yang didapuk sebagai medan perang terakhir, pada 16-17 September 2017.

Teriakan, sorak sorai pendukung tim tertentu hingga kerasnya suara lesatan tembakan khas game CS:GO seperti memenuhi seisi gedung teater yang memiliki kapasitas 1.200 seat itu. Rasa gemas hingga kagum pun menjadi ekspresi hampir semua orang yang hadir di kala itu. Maklum saja, skill gamer ini di atas rata-rata. Di balik komputernya, dengan sigap dan tenang mereka tampak dingin menyusun strategi mematikan secara bersama-sama ke musuh.
Tak dipungkiri pula, secara kualitas pemain eSport profesional Indonesia pun terbilang mumpuni, itu sebabnya Galip menjelaskan ASUS ROG Masters 2017 bukan hanya kompetisi game semata. Lebih dari itu, menurutnya, kejuaraan ini lebih semacam tantangan untuk membuktikan seberapa hebat kemampuan yang dimiliki gamer di Indonesia.
"Kami menyerukan kepada seluruh gamer di Tanah Air untuk menjadi bagian dalam ASUS Republic of Gamers (ROG). Melalui kompetisi ini, kita pun turut berperan serta untuk memajukan industri game di Indonesia," tutur Galip.
Setelah melalui pertandingan yang sengit, akhirnya AKARA dan BOOM ID berhasil merebut gelar Juara 1 untuk pertandingan game CS:GO dan DOTA 2. Masing-masing Tim Pemenang berhak mendapatkan hadiah uang tunai sebesar 50 juta rupiah, Trophy ASUS ROG Masters 2017. Lalu, yang menarik 2 tim ini akan mendapat kepercayaan untuk mewakili Indonesia bertanding di APAC Qualifier (kualifikasi Asia Pasifik) di Manila, Filipina pada 20 Oktober.
Sementara itu, Juara ke-2 untuk CS:GO diisi RECCA yang berhak mendapatkan hadiah uang tunai sebesar 20 juta rupiah. Disusul tim DDS dan BOOM ID untuk Juara 3, yang masing-masing mendapatkan hadiah uang tunai sebesar 7,5 juta rupiah. Dan untuk Juara 2 dari game DOTA 2 dimenangkan tim RRQ dengan menerima hadiah 20 juta rupiah, sedangkan posisi ketiga tim EVOS dan UG.INFINITE masing-masing menerima hadiah uang tunai sebesar 7,5 juta rupiah. ima/R-1
Menguatkan Potensi
Secara umum potensi pemain eSport profesional di Indonesia sangat besar, apalagi hal ini juga didorong komitmen kuat industri game itu sendiri.
"Sangat potensial, dan mereka terus mengasah diri melalui aktivitas terkait eSport yang diadakan secara regular di Indonesia, dengan sokongan penuh dari brand-brand yang berkaitan dengan industri ini," jelas Sofian Martineau, Country Director True Digital Plus, publisher permainan mobile di Indonesia, kepada Koran Jakarta, Selasa, (19/9).
Langkah Asus untuk terus mendukung para pemain eSport profesional Indonesia sangat diapresiasi Sofian. Dan belum lama ini, Telkomsel diketahui juga mendukung tim eSport mobile, Elite8 yang baru saja menjadi juara Asia Tenggara di musim semi lalu dan telah mendapatkan kursi untuk bertanding di Vainglory World Championship 2017.

"Ini artinya ada dukungan besar, dan sekarang tinggal seberapa jauh mereka bisa memanfaatkannya. Sebaiknya ada pengelolaan dari tim yang profesional pula, sehingga dapat menyerap dukungan dan potensi dari industrinya dengan lebih baik," ungkapnya.
Sofian mengharapkan ke depan ada wadah netral yang dapat mengembangkan potensi eSport Indonesia. Sejauh ini, dirinya melihat setiap stakeholder memiliki aktivitas masing-masing. "Minimal ada kolaborasi, sehingga dapat mengelola dan memiliki roadmap pengembangan eSport Indonesia yang terarah. Dan melalui wadah kolaborasi ini kita dapat menaikkan skala atau awareness dengan lebih besar terhadap potensi eSport di Tanah Air, seperti yang terjadi di negara yang industri eSport-nya kuat, Korea, AS dan lain sebagainya," jelasnya. ima/R-1
Karier yang Menjanjikan
Sementara itu Monica "momo" Mariska, gamer sekaligus Brand Ambasador ASUS ROG mengungkapkan berkarier sebagai gamer profesional saat ini sudah sangat memungkinkan. "Saya melihat peminat dunia game semakin tumbuh, beberapa teman bahkan sudah ada yang 100 persen berkarier sebagai gamer profesional," jelasnya.
Soal potensi, Momo menilai gamer Indonesia sangat berbakat, dan baru sebagian kecil yang terlihat. "Mereka saya rasa, dalam pengembangan kemampuannya banyak terkendala biaya. Misal untuk latihan harus ke warnet dahulu, belum lagi bicara soal perangkat yang memadai, semua butuh modal tidak sedikit," jelasnya.

Sofian melihat profesi sebagai gamer profesional dapat membuka lapangan pekerjaan baru di Tanah Air. "Tapi masalahnya pemerintah tidak familiar dengan industri ini. Kita sekarang sudah hidup dalam era industri kreatif. Untuk menciptakan lapangan kerja baru, kita harus mulai gencar menggarap hal-hal baru seputar teknologi, tak terkecuali pada industri game," tuturnya.
Sejauh ini pun, belum ada lembaga yang khusus menaungi, membimbing sekaligus mengembangkan secara profesional para pelaku eSport Indonesia. Rata-rata dari mereka, mempertajam kemampuannya masih dengan belajar secara otodidak atau tergabung dalam komunitas game tertentu. ima/R-1
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Tim Koran Jakarta
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.