Ketika Kuliner Nusantara Menjelajah Eropa
Sabtu, 26 Agu 2017, 01:00 WIBAneka kuliner Nusantara yang disajikan pada Pesta Rakyat Kedutaan Besar RI di Swedia, menjadi daya tarik tersendiri bagi warga setempat untuk hadir pada acara yang diselenggarakan serangkaian peringatan HUT ke- 72 Republik Indonesia.
Acara yang digelar pada Sabtu (19/8) dihadiri berbagai kalangan. Tidak hanya masyarakat Indonesia yang berdomisili di Swedia dan sekitarnya, tapi juga penduduk asing yang tinggal di Swedia dan sekitarnya.
Promosi kuliner menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat setempat untuk mengunjungi Pesta Rakyat yang dimulai sejak pukul 11.00 hingga 17.00 waktu setempat.
Enam belas peserta bazar berbagai stan makanan menyuguhkan hidangan khas bagi para pecinta makanan Indonesia di Swedia.
Disajikan masakan Padang, hingga jajan pasar khas Indonesia, antara lain aneka gorengan, empek-empek, martabak mie, cilok, lontong dan lauk, nasi rendang, peyek dan rujuk buah, pepes ikan dan dan ayam.

Tampak beberapa pengunjung harus mengantri, untuk dapat menikmati aneka kuliner dan kudapan khas Nusantara.
"Acara ini merupakan ajang silaturahmi bagi masyarakat Indonesia, sekaligus mempererat hubungan Indonesia-Swedia termasuk hubungan masyarakat kedua bangsa," ungkap Dubes RI untuk Swedia dan Latvia, Bagas Hapsoro.
Selain itu, Pesta Rakyat itu juga menjadi ajang memantapkan promosi Indonesia di Swedia baik budaya, kuliner maupun produk Indonesia lainnya.
Turut memeriahkan penampilan kesenian tradisional Indonesia oleh Diaspora Indonesia dari Uppsala dan Gothenborg, Kelompok Ukulele dari masyarakat senior Indonesia, sajian musik Petra Sihombing Jakarta dan band dari komunitas Indonesia dan Filipina. Petra Sihombing sempat berduet dengan penyanyi kondang Euis Darliah yang telah lama menetap di Swedia. Rtr/pur/R-1
Tarik Perhatian Warga Inggris
Penampilan budaya dan kuliner Indonesia oleh KBRI London,Inggris dalam rangka memeriahkan HUT RI ke-72 di Wisma Nusantara di Bishops Grove, Bishops Avenue London, menarik perhatian warga Inggris di London, untuk menikmatinya. "Makanannya semua enak-enak," ujar Emma Steel, manager di perusahaan media cetak di Kota London.
Emma Steel, datang bersama rekannya Joshua, musisi rock yang tinggal di daerah Essex. Selain ingin menikmati kuliner Indonesia yang beragam, mereka juga menyaksikan budaya dan finalis BGT mother and daughter, Ana dan Fia Almanda yang penampilannya cukup fenomenal di Inggris.
Emma mengakui ia datang ke acara pesta masyarakat Indonesia diajak rekannya karena ingin menikmati kuliner Indonesia.
"Saya datang ke acara ini dengan niat menikmati makanan dan bertemu masyarakat Indonesia," ujar. Sementara itu Jatinder, pria Inggris turunan India yang bekerja sebagai manajer IT menikmati acara Indonesia Independence Day. "Makanan yang dijual dinikmati tanpa mengingat lagi on diet. Saya akan datang lagi tahun depan," ujarnya.

(foto: KBRI Inggris)
Joshua yang sempat bincang- bincang dengan Dubes RI untuk Inggris, Rizal Sukma berencana akan berlibur ke Indonesia tahun depan, apalagi sekarang ada penerbangan langsung dari London ke Jakarta dengan Garuda Indonesia.
Sementara itu, Neil Watson, Editor and Press Officer Majalah TEAS Azerbaijan, mengatakan setelah menyaksikan acara tersebut, membuat ia ingin berkunjung ke Indonesia, tetapi belum ada kesempatan.
"Saya mencicipi makanan nasi campur dengan segala lauk pauk yang beragam, ada tempedan sayur serta ikan balado, lezat sekali. Saya menyesal datang sedikit telat karena makanan banyak yang habis terjual," ujar Neil.
Atase Perhubungan KBRI London, Simson Sinaga menyampaikan penghargaan kepada manajemen Garuda Perwakilan London yang menyediakan hadiah, khususnya kepada Station and Services Manager Garuda Indonesia London Heathrow, Leonard Paul Hanoch. Ia mengakui minat masyarakat menggunakan penerbangan Garuda semakin besar. Rtr/pur/R-1
Dipromosikan di Denmark
Pada kesempatan yang berbeda, Pemerintah Indonesia terus berupaya mempromosikan Indonesia melalui keikutsertaan pada acara tahunan Explore The World With Aarhus 2017 di Aarhus City, Jutland, Denmark.
Duta Besar Indonesia untuk Denmark merangkap Republik Lithuania, Ibnu Said, mengatakan bahwa pada acara tahunan tersebut pihaknya mempromosikan budaya dan kuliner asal dalam negeri untuk menarik minat warga negara Denmark berwisata ke Indonesia.
"Partisipasi Indonesia untuk memperkenalkan budaya dan kuliner Indonesia. Utamanya meningkatkan wisatawan Denmark untuk berkunjung ke Indonesia," kata Ibnu Said.
Ibnu Said mengatakan bahwa selain untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Indonesia, diharapkan juga mampu meningkatkan kerja sama, khususnya antara Indonesia dan Denmark yang sudah terjalin selama 67 tahun.
Dalam kesempatan itu, beberapa kuliner khas Indonesia yang disuguhkan gratis kepada para pengunjung adalah rendang dan kue carabikang yang terbuat dari tepung beras, tepung terigu dan santan kelapa.

Secara khusus, Indonesia diundang untuk berpartisipasi dalam acara festival yang mempromosikan traveling, budaya, kuliner (gastronomy) dan berbelanja (shopping) bagi masyarakat Denmark. Festival tersebut diadakan sehubungan dengan penunjukan Kota Aarhus sebagai pusat Ibu kota kebudayaan Eropa pada 2017. Selain Indonesia, negaranegara lain yang berpartisipasi antara lain Thailand, Ghana, Burkina Faso, Venezuela, dan negara-negara anggota Uni Eropa.
Kegiatan yang dilakukan terdiri dari pergelaran budaya, promosi pariwisata dan kuliner Indonesia serta melakukan parade keliling Kota Aarhus. Pengunjung Festival yang bertemakan "Explore the World - Pictures of the World" tersebut diperkirakan mencapai 150-200 ribu orang.
Beberapa pendukung acara pada stan Indonesia antara lain adalah tour Operator Denmark yang secara khusus menjual paket tur wisata ke Indonesia, toko asesoris khas lndonesia, restoran produk makanan Indonesia, dan kopi khas Indonesia.
Selain itu, juga memperkenalkan beberapa budaya Indonesia seperti tarian dari Nusa Tenggara Timur, Sumatera Barat, Bali, Maluku dan wilayah lain yang didukung oleh diaspora Indonesia di Denmark.
Keikutsertaan Indonesia pada festival tersebut bertujuan untuk mendukung kegiatan promosi Trade Tourism Investment (TTI), khususnya mendorong tercapainya 15 juta wisatawan ke Indonesia pada 2017.
Tercatat, saat ini wisatawan asal Denmark dan sekitarnya yang berkunjung ke Indonesia baru sebanyak 30 ribu wisatawan per tahun, dan diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan pertumbuhan ekonomi di Denmark. Rtr/pur/R-1
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Tim Koran Jakarta
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.