Mewaspadai Peringatan BMKG | Koran Jakarta
Koran Jakarta | January 19 2021
No Comments
PERSPEKTIF

Mewaspadai Peringatan BMKG

Mewaspadai Peringatan BMKG

Foto : Istimewa.
Ilustrasi. Logo BMKG.
A   A   A   Pengaturan Font
Saat ini, secara umum masih berpotensi tinggi terjadinya pembentukan awan-awan Cumulonimbus yang dapat membahayakan penerbangan.

Dua peristiwa duka menyelimuti negeri ini, Sabtu (9/1) pekan lalu. Peristiwa duka pertama adalah longsor di Dusun Bojong Kondang RT 003 RW 010, Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, pukul 16.00 WIB.

Peristiwa duka kedua adalah jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJY-182 rute Jakarta–Pontianak, sekitar pukul 14.40 WIB, di perairan Kepulauan Seribu.

Terlepas dari masalah teknis yang dihadapi oleh pesawat Sriwijaya Air SJY-182 rute Jakarta–Pontianak, dua peristiwa duka ini terjadi di tengah hujan lebat yang melanda negeri ini.

Sejak Oktober 2020, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah memprediksikan bahwa puncak musim hujan akan terjadi pada Januari dan Februari 2021.

Tujuh hari ke depan diprediksikan potensi cuaca ekstrem, terutama untuk wilayah Aceh, Sumatra Utara, Riau, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Bali, NTB, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Maluku, Papua Barat, dan Papua.

Cuaca ekstrem tersebut tentu sangat berpotensi menimbulkan dampak bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor yang dapat membahayakan bagi publik, serta hujan lebat disertai kilat/petir dan gelombang tinggi yang membahayakan pelayaran dan penerbangan. Inilah yang harus dan menjadi perhatian masyarakat. Potensi bencana banjir, longsor, dan banjir bandan, sedang mengancam kita.

Masyarakat dan pengelola pelayaran diharapkan terus memonitor informasi BMKG, guna selalu mewaspadai Peringatan Dini Gelombang Tinggi khususnya pada 10–13 Januari 2021.

Diprediksikan tinggi gelombang 2,5–4,0 meter (rough sea) berpeluang terjadi di perairan utara Pulau Sabang, perairan barat Kepulauan Simeulue hingga Kepulauan Mentawai, perairan Pulau Enggano, perairan barat Lampung, Selat Sunda bagian barat dan selatan, perairan selatan Jawa, Samudra Hindia barat Sumatra hingga selatan NTB, perairan timur Kepulauan Bintan-Kepulauan Lingga, perairan Kepulauan Talaud, perairan utara Halmahera, Laut Halmahera, serta Samudra Pasifik utara Halmahera hingga Papua.

Sementara gelombang dengan ketinggian 4,0–6,0 meter (very rough sea) berpeluang terjadi di perairan Kepulauan Anambas–Kepulauan Natuna, Laut Natuna, dan perairan utara Singkawang. Sedangkan tinggi gelombang lebih dari 6,0 meter (extreme sea) berpeluang terjadi di Laut Natuna Utara.

Bagi cuaca penerbangan, berdasarkan analisis dan prediksi BMKG yang disampaikan Desember lalu dan selalu diperbarui, saat ini secara umum masih berpotensi tinggi terjadinya pembentukan awan-awan Cumulonimbus (CB) yang dapat membahayakan penerbangan.

Potensi pembentukan awan CB tersebut terutama di wilayah Aceh, Sumatra Utara, Riau, Kepulauan Riau, Bengkulu, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Laut Natuna, Selat Karimata, Laut Jawa, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Samudra Hindia Selatan Jawa, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Gorontalo, dan Papua. n

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment