Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Waspadai Risiko Inflasi Pangan

📅 Rabu, 26 Jun 2024, 10:35 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Waspadai Risiko Inflasi Pangan Doc: ISTIMEWA

JAKARTA - Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS yang berkepanjangan dikhawatirkan membuat harga pangan dalam negeri sangat rentan, mengingat Indonesia masih mengandalkan impor pangan, termasuk beras. Karena itu, produksi dalam negeri harus ditingkatkan agar harga pangan domestik tak rentan terdampak dinamika ekonomi global.

Direktur Eksekutif Indef, Esther Sri Astuti, mengatakan tingkat inflasi mengalami perbaikan cukup signifikan hingga bisa mencapai 2,84 persen secara tahunan (yoy) per Mei 2024 atau di kisaran target 1,5-3,5 persen. Meski demikian, dia memperingatkan pemerintah dan otoritas terkait perlu mewaspadai dampak pelemahan nilai rupiah terhadap dollar AS yang menyentuh angka 16.400 rupiah per dollar AS.

"Dampaknya bisa menjalar ke harga bahan pangan dan energi. Ekonomi domestik masih bergantung pada impor bahan pangan terutama beras," tegasnya dalam diskusi Indef bertema Presiden Baru, Persoalan Lama, di Jakarta, Selasa (25/6).

Esther menjelaskan penguatan dollar AS terhadap rupiah sudah terlihat dampaknya pada 2023 ketika pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM), baik subsidi dan nonsubsidi. Angka penugasan BBM ini membengkak di APBN.

Selain itu, bahan pangan masih sangat rentan terhadap kenaikan harga. Hal ini diperparah dengan perubahan iklim dan anomali cuaca yang nampaknya belum bisa dimitigasi dengan baik oleh pemerintah sehingga mempengaruhi produksi beras yang rendah.

"Hal-hal tersebut membuat Indef masih memproyeksikan inflasi di tingkat 3,2 persen pada akhir periode 2024. Inflasi ini yang akan menggerus daya beli," ucapnya.

Pemerintah, tegasnya, harus mendorong peningkatan daya beli dengan mengendalikan tingkat inflasi pada administered price dan volatile food serta mendorong ekspektasi konsumsi ke arah positif.

Genjot Produksi

Adapun Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi, mengatakan peningkatan produksi dalam negeri selalu menjadi poin penting yang secara konsisten didorong pemerintah. Menurutnya, dengan kondisi harga pangan global mulai menunjukkan tren tinggi, diiringi pelemahan rupiah, dia mendorong adanya peningkatan produksi pangan pokok strategis yang bersumber dari dalam negeri.

Menilik data di The FAO Food Price Index (FFPI), pada Mei 2024 indeks harga pangan naik 1,1 poin dari bulan sebelumnya menjadi 120,4 poin. Sementara pada awal 2024, indeks masih berada di 117,7 poin.

FFPI sendiri adalah pengukuran perubahan harga bulanan lingkup internasional untuk sejumlah komoditas pangan. Indeks ini terdiri dari rerata harga lima komoditas, antara lain sereal, minyak nabati, produk susu, daging, dan gula.

"Kita harus fokus ke produksi dalam negeri. Ini waktunya kita lakukan peningkatan produksi. Apalagi kurs dollar saat ini sedang tinggi, di atas 16.400 rupiah per dollar AS. Kita sangat ingin efek ekonomi dari importasi tidak hanya di negara mitra melulu, tapi kembali lagi ke Indonesia," ujar Arief secara terpisah.

Apabila peningkatan produksi dalam negeri berhasil diterapkan, tentunya pemerintah bisa kian memperkuat stok Cadangan Pangan Pemerintah (CPP). Ini karena dalam kondisi apa pun, jumlah stok CPP harus senantiasa mampu menopang berbagai program intervensi pemerintah ke pasar dan masyarakat.

"Jadi, hari ini Badan Pangan Nasional tentunya menyiapkan CPP, baik dari dalam maupun luar negeri. Ini semua demi CPP. Jadi, kenapa kita melakukan importasi, itu semata-mata untuk CPP. Tapi, adanya importasi tidak berpengaruh buruk ke harga petani kita, karena pemerintah terus pantau dan jaga di semua level rantai pasok kita, baik harga di produsen, pedagang, maupun konsumen," ungkap Arief.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

56 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.