Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video
Pencegahan Covid-19 I Kemenkes Lakukan Tes WGS

Warga India Dilarang Masuk Indonesia

Foto : Sumber: Covid19.go.id
A   A   A   Pengaturan Font

Whole genome squencing (WGS) saat ini dianggap menjadi satu-satunya cara untuk mendeteksi penyebaran mutasi baru Covid-19.

JAKARTA - Pemerintah memutuskan menutup pintu masuk untuk sementara bagi warga negara asing (WNA) asal India sebagai antisipasi penularan Covid-19 dan masuknya varian baru Covid-19 dari India.

"Pemerintah memutuskan untuk menghentikan pemberian visa bagi orang asing yang pernah tinggal dan atau mengunjungi wilayah India dalam kurun waktu 14 hari," ujar Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN), Airlangga Hartarto, dalam konferensi pers daring, Jumat (23/4).

Sementara itu, bagi WNI yang akan kembali ke Indonesia dan pernah tinggal atau mengunjungi wilayah India dalam kurun waktu 14 hari, tetap diizinkan masuk dengan protokol kesehatan yang diperketat.

"Titik kedatangan yang dibuka adalah pelabuhan udara Bandara Soetta, Juanda, Kualanamu, Sam Ratulangi. Kemudian pelabuhan laut Batam, Tanjung Pinang, dan Dumai," ujarnya.

Sedangkan batas darat yang dibuka adalah Entikong, Nunukan, dan Malino untuk kepulangan Pekerja Migran Indonesia melalui Malaysia.

"Untuk WNI tersebut wajib karantina selama 14 hari di hotel khusus, lulus PCR dua kali negatif maksimal 2 x 24 jam sebelum keberangkatan. Hari pertama dan hari ke-13 kedatangan akan kembali dites," ujarnya.

Kebijakan ini berlaku untuk semua moda transportasi baik darat, laut, dan udara.

"Ketentuan akan dilanjutkan dengan SE Dirjen Imigrasi dan lembaga lain yang terkait. Kebijakan berlaku mulai Minggu, 25 April 2021. Peraturan ini sifatnya sementara dan akan terus dikaji ulang," ujar Airlangga.

12 Positif Korona

Sementara itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melakukan tes whole genome squencing (WGS) kepada 12 warga negara India yang dinyatakan positif virus korona usai memasuki Indonesia pada Rabu (21/4).

Kasubdit Karantina Kesehatan Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Benget Saragih, mengatakan tes dilakukan guna memastikan para WN India tidak membawa mutasi baru virus korona.

"Nah itu sedang di-genome, kita lagi cari. Enggak cepat, varian baru itu bisa 1-2 minggu," kata Benget.

Saat ini, 12 orang yang positif tengah menjalani isolasi mandiri di sejumlah lokasi pusat karantina di DKI Jakarta. Benget memastikan tak ada gejala berat yang dialami oleh mereka. Hanya saja, katanya, kondisi mereka masih cukup rentan menulari kelompok komorbid.

"Ini yang berbahaya ketika bertemu dengan komorbid. Ini yang ditakutkan, kalau dia mau menginfeksi orang yang tua, rentan," kata Benget.

Benget belum bisa memastikan lokasi dan tempat 12 dari 127 warga India terinfeksi Covid-19. Namun, dia menduga mereka terinfeksi usai menjalani pemeriksan swab di negara asal mereka sebagai syarat perjalanan ke Indonesia.

Di tengah lonjakan kasus Covid-19 di India, Indonesia kedatangan 127 warga negara asing (WNA) asal India pada Rabu malam (21/4) pukul 19.30 WIB di Soekarno-Hatta. Mereka datang menggunakan pesawat carter QZ9BB ex MMA.

Di tempat terpisah, Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengatakan whole genome squencing (WGS) saat ini dianggap menjadi satu-satunya cara untuk mendeteksi penyebaran mutasi baru Covid-19. Secara teknis, WGS adalah proses untuk menentukan urutan DNA lengkap dari suatu genom organisme pada satu waktu.

Menurut Budi, sejumlah negara saat ini tengah menghadapi tiga mutasi baru Covid-19 yang paling berbahaya di antara sejumlah mutasi yang telah ditemukan. Tiga mutasi itu masing-masing B117 dari London, B1351 dari Afrika Selatan, dan P.1 dari India.

Dari tiga mutasi itu, satu di antaranya telah terdeteksi di Indonesia, yakni B117 dari London. Kasus tersebut ditemukan pada Januari dari seorang pekerja migran yang baru kembali dari Arab Saudi.

"Ini yang benar bahaya dan menyebarnya cepat sekali. Satu sudah teridentifikasi masuk ke Indonesia sejak Januari, mutasi yang dari London," katanya.

Kendati demikian, Budi menyebut bahwa penyebaran mutasi baru Covid-19 itu saat ini masih terkendali. Budi mengatakan pihaknya masih terus berupaya memastikan tak ada lagi varian baru Covid-19 masuk ke Indonesia. n ruf/jon/Ant/P-4

(Ant/jon/ruf/P-4)
Redaktur : Khairil Huda
Penulis : Antara, Yohanes Abimanyu, Muhamad Ma'rup

Komentar

Komentar
()

Top