Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ternyata Warga +62 Lebih Banyak Menggunakan Internet untuk Bersenang-senang Daripada Bekerja

📅 Senin, 04 Nov 2024, 06:00 WIB | Oleh:
Ternyata Warga +62 Lebih Banyak Menggunakan Internet untuk Bersenang-senang Daripada Bekerja Doc: Koran Jakarta / Selocahyo
Ket. Foto ilustrasi. Seorang penjaga toko tampak sibuk menggunakan ponsel pintarnya, di Pasar Tunjungan, Surabaya, baru-baru ini.

OSLO - Meltwater, perusahaan pemantauan media daring dari Norwegia, bersama We Are Social, baru-baru ini merilis laporannya tentang Laporan Digital Global 2024 untuk Indonesia "Statistik Media Sosial di Indonesia".

Dikutip dari situs resminya, perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Oslo ini menemukan bahwa masa depan media sosial Indonesia pada tahun 2024 lebih banyak digunakan masyarakat untuk hiburan dan bersantai, daripada untuk bekerja atau mencari informasi terkait pekerjaan.

"Dengan 58,9 persen orang Indonesia menggunakan media sosial untuk bersantai, jelas bahwa platform ini sebagian besar digunakan sebagai sumber hiburan," ungkap Meltwater.

Menurutnya, sifat sosial dari platform ini semakin didukung oleh bagaimana 57,1 persen pengguna mengatakan mereka menggunakannya untuk tetap berhubungan dengan teman dan keluarga. "Seperti yang akan kita lihat, WhatsApp adalah platform media sosial yang paling banyak digunakan orang Indonesia, dengan sesi aplikasi bulanan terbanyak dan menjadi jaringan favorit pengguna."

Seperti yang disebutkan, orang Indonesia menggunakan media sosial untuk berkomunikasi, menemukan konten, dan bersenang-senang. Instagram, jejaring sosial kedua yang paling banyak digunakan di Indonesia, memiliki banyak fitur yang menarik bagi ketiganya. "Pengguna juga dapat tetap berhubungan dengan orang-orang terkasih, mengikuti selebritas favorit mereka, dan terlibat dalam aktivitas-aktivitas ini dalam format yang menarik dan estetis, semuanya dalam satu lokasi yang nyaman," katanya.

Waktu yang dihabiskan

Sedangkan dari sisi statistik penggunaan telepon seluler di Indonesia, dengan 353,3 juta sambungan seluler, lebih banyak dari jumlah penduduk, dan tingkat penetrasi telepon seluler sebesar 126,8 persen, ponsel telah menjadi aspek penting dalam kehidupan banyak orang di Indonesia.

Namun sayangnya penggunaan internet di ponsel tetap didominasi untuk kebutuhan hiburan alias bersenang-senang.

"Rata-rata orang Indonesia menghabiskan 6 jam 3 menit di ponsel mereka setiap hari. Aplikasi untuk hiburan, yang meliputi media streaming audio dan video, menghabiskan 35,6 persen (sekitar 2 jam 9 menit) waktu di ponsel pintar, yang menunjukkan keinginan kuat untuk mengonsumsi konten multimedia."

"28,7 persen ( sekitar 1 jam 44 menit) dari waktu ini dihabiskan untuk aplikasi media sosial, yang menyoroti pentingnya platform ini untuk terhubung dan berkomunikasi. Selain itu, gim seluler memiliki banyak pengaruh dalam hal ini, karena pengguna menghabiskan 13,7 persen ( sekitar 49 menit) waktu seluler untuk bermain gim, yang menunjukkan betapa populernya gim sebagai aktivitas rekreasi. Aplikasi untuk utilitas dan produktivitas menghabiskan 11,9 persen ( sekitar 43 menit) , yang menunjukkan penggunaan perangkat seluler untuk bekerja dan bermain," ungkap Meltwater.

Sementara itu, mengingat posisinya sebagai platform media sosial yang paling banyak digunakan di Indonesia dari segi waktu, TikTok adalah aplikasi dengan pengeluaran konsumen paling menonjol. Koin TikTok adalah cara bagi pengguna untuk menunjukkan dukungan mereka terhadap kreator konten favorit mereka dengan membeli pembelian dalam aplikasi.

"Hal ini membuka jalan bagi pemasaran influencer , di mana pilihan influencer yang tepat dapat menghasilkan monetisasi langsung, berkat penggemar yang bersemangat untuk menghabiskan uang untuk kreator konten yang sangat dekat dengan mereka," katanya.

Sedangkan blanja konsumen di Vidio , layanan streaming video Indonesia, berada di urutan kedua setelah itu; sebagai aplikasi hiburan, ini mencerminkan jumlah waktu yang dihabiskan orang Indonesia di ponsel pintar mereka untuk tujuan tersebut.

"Streaming video terus menjadi salah satu bentuk utama aktivitas rekreasi, yang mencerminkan tren penggunaan media sosial Indonesia yang lebih luas," kata Meltwater.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Jelang Pertunjukkan Teater ...
Daerah
Pemprov Jawa Timur Catat Po...
Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.