
Teken Surat PHK, Karyawan Sritex Menyerah?
pekerja Sritex
Foto: istSUKOHARJO - Karyawan PT Sri Rejeki Isman Tbk atau Sritex mulai mengisi surat pemutusan hubungan kerja (PHK). Ini sebagai imbas dari putusan pailit yang dikeluarkan Pengadilan Niaga Semarang.
"Tadi para pekerja ngisi surat PHK. Kalau di-PHK kan ada suratnya," kata Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) PT Sritex, Widada di Sukoharjo, Jawa Tengah, Rabu.
Ia mengatakan selain mengisi surat PHK, para karyawan melengkapi syarat agar bisa mencairkan jaminan hari tua (JHT). "Jadi, mereka berharap agar JHT supaya segera cair," katanya.
Terkait dengan kewajiban kantor untuk menggaji karyawan, Widada berharap, bulan ini dilakukan secara tepat waktu.
"Biasanya molor-molor. Kemarin molor delapan hari. Yang molor gaji bulan Februari, tapi ya terus dibayarkan,” ujarnya.
Dia berharap gajian bulan depan jangan sampai terlambat lagi. Gaji karyawan molor bikin repot. Banyak keperluan seperti membayar utang atau angsuran.
Widada menuturkan, jumlah buruh dan karyawan Sritex 6.660 orang. Pengisian surat PHK untuk mengurus jaminan kehilangan pekerjaan.
"Karyawan sudah menerima surat PHK untuk mencari jaminan kehilangan pekerjaan, pesangon kan juga harus terdata. Tapi ini belum selesai," katanya.
Berita Trending
- 1 Terkenal Kritis, Band Sukatani Malah Diajak Kapolri Jadi Duta Polri
- 2 Pangkas Anggaran Jangan Rampas Hak Aktor Pendidikan
- 3 Akses Pasar Global Makin Mudah, BEI Luncurkan Kontrak Berjangka Indeks Asing
- 4 Bangun Infrastruktur yang Mendorong Transformasi Ekonomi
- 5 Guterres: Pengaturan Keamanan Global "Berantakan"
Berita Terkini
-
Dekati Konsumen Anak Muda, Samyang Foods Indonesia Adakan Kegiatan Interaktif di Kampus
-
Pelita Air dan Bali International Hospital Kerja Sama Dukung Pariwisata Medis
-
Semoga Tidak Masuk Angin, Usut Tuntas Dugaan Skandal Pengoplosan BBM Pertamax, DPR Segera Panggil Pertamina
-
Harga Cabai Makin Pedas Saja Jelang Ramadan, Pemerintah Harus Segera Intervensi Pasar Biar Masyarakat Tak Terbebani
-
Negosiasi Rampung, Apple Diizinkan Menjual Produknya di Indonesia