
Tak Perlu Panik! Pemerintah Perkuat Stabilisasi Pangan Ramadhan
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi.
Foto: ANTARA/HO-Humas BapanasJAKARTA - Pemerintah terus menguatkan berbagai langkah strategis guna menjaga stabilitas pasokan pangan dan daya beli masyarakat selama Ramadhan dan Idul Fitri 2025/1446 Hijriah.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi saat menghadiri peluncuran program Belanja di Indonesia Aja (BINA) Lebaran di Jakarta, Jumat (14/3), menegaskan berbagai upaya dilakukan agar masyarakat dapat menjalani Ramadhan dan Idul Fitri dengan tenang.
Dia mengatakan bahwa pemerintah terus mengintensifkan operasi pasar murah dan Gerakan Pangan Murah (GPM) di seluruh Indonesia, berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan pelaku usaha sehingga masyarakat bisa mengakses pangan sesuai dengan harga yang terjangkau sesuai harga eceran tertinggi (HET).
"Kami ingin memastikan masyarakat memperoleh bahan pangan pokok berkualitas dengan harga terjangkau, terutama di saat permintaan yang biasanya meningkat menjelang Hari Raya,” kata Arief.
Arief menambahkan bahwa operasi pasar murah telah berjalan secara masif sejak 24 Februari dan akan terus berlangsung hingga 29 Maret 2025, untuk menstabilkan harga dan memastikan ketersediaan pangan tetap aman.
“Kami juga mengajak masyarakat untuk belanja secara bijak sesuai kebutuhan, karena stok pangan nasional dalam kondisi cukup dan aman,” tambahnya.
Adapun BINA Lebaran 2025 yang akan berlangsung pada 14 hingga 30 Maret 2025 bertujuan untuk meningkatkan konsumsi dalam negeri serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
“Seperti yang disampaikan Menko Perekonomian, stabilisasi pasokan dan harga pangan merupakan salah satu program utama pemerintah sebagai bagian dari stimulus ekonomi, guna menjaga daya beli masyarakat,” imbuh Arief.
Di tempat yang sama, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa upaya menjaga daya beli masyarakat terus dilakukan melalui berbagai kebijakan strategis, termasuk pemberian Tunjangan Hari Raya (THR), diskon tarif tol, program pariwisata dengan diskon tiket pesawat, serta stabilisasi harga pangan.
Program BINA Lebaran 2025 melibatkan 80 ribu gerai ritel di 402 pusat perbelanjaan, termasuk di stasiun dan bandara.
"Diharapkan program ini dapat mencapai target transaksi hingga Rp36,3 triliun, sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga dan pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama tahun ini ikut terdorong,” kata Airlangga.
Program tersebut dilaksanakan serentak di pusat perbelanjaan, mal, serta gerai anggota Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) dan Asosiasi Pengelola Pusat Perbelanjaan Indonesia (APPBI).
Peluncuran BINA Lebaran 2025 menunjukkan kolaborasi erat antara Pemerintah dan sektor swasta dalam menciptakan stimulus ekonomi yang efektif.
Dengan berbagai langkah strategis ini, Pemerintah berharap ekonomi nasional tetap tumbuh positif, sementara masyarakat dapat merayakan Ramadhan dan Idul Fitri dengan aman, tenang, dan menyenangkan.
Berita Trending
- 1 Warga Jakarta Wajib Tau, Boleh Cek Kesehatan Gratis Kapan Saja
- 2 Mantap, Warga Jakarta Kini Boleh Cek Kesehatan Gratis Kapan Saja tanpa Harus Nunggu Hari Ulang Tahun
- 3 Mourinho Percaya Diri, Incar Kebangkitan Fenerbahce di Liga Europa Lawan Rangers
- 4 Cuan Ekonomi Digital Besar, Setoran Pajak Tembus Rp1,22 Triliun per Februari
- 5 Kemdiktisaintek Luncurkan Hibah Penelitian Transisi Energi Indonesia-Australia
Berita Terkini
-
Jangan Keburu Tidur Usai Sahur! Dokter Ungkap Risikonya
-
Tak Perlu Panik! Pemerintah Perkuat Stabilisasi Pangan Ramadhan
-
Stop Insiden Serupa! Menhub Ingatkan Pentingnya Kewaspadaan Risiko di Kereta
-
Ekonomi Biru Kian Cerah! KKP dan Kemnaker Maksimalkan Peluang Lapangan Kerja
-
PSU Pilkada di 24 Daerah Habiskan Rp719 Miliar, Pakar: Cerminan Buruknya Tata Kelola Pemilu di Indonesia