Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Singapura Kembangkan AI untuk Identifikasi Mutasi Kanker

📅 Selasa, 08 Agu 2023, 00:01 WIB | Oleh:
Singapura Kembangkan AI untuk Identifikasi Mutasi Kanker Doc: Istimewa
Ket. Meskipun manusia dapat secara akurat mengidentifikasi mutasi kanker, ini seringkali menjadi pekerjaan yang memakan waktu.

SINGAPURA - Perawatan penyakit kanker yang dipersonalisasi akan lebih cepat dengan metode berbasis kecerdasan buatan atauArtificial Intelligence (AI), yang dapat mengidentifikasi mutasi kanker pada fragmen DNA di dalam sampel tumor.

Dikutip dari The Straits Times, metode yang disebut Variant Network (VarNet) ini menggunakan deep learning untuk mendeteksi mutasi kanker. Ini dikembangkan oleh para ilmuwan dari Genome Institute of Singapore (GIS), sebuah lembaga penelitian di bawah Badan Sains, Teknologi, dan Penelitian (A*Star).

"Kanker umumnya dianggap disebabkan oleh mutasi pada genom kita, dan sangat penting untuk mengidentifikasi mutasi ini untuk menyesuaikan pengobatan yang paling efektif bagi masing-masing pasien," kata Ketua Kelompok Laboratorium Genomik Kanker Komputasi GIS, Anders Skanderup.

Sejalan dengan pendekatan pengobatan presisi, di mana pengobatan medis disesuaikan dengan individu berdasarkan faktor-faktor seperti variasi genetika dan lingkungan, katanya, obat yang diresepkan untuk pengobatan kanker semakin bekerja hanya ketika ada mutasi tertentu.

"Tingkat akurasi yang tinggi diperlukan saat mengidentifikasi mutasi kanker," tambahnya.

VarNet adalah pemanggil mutasi, yang mengidentifikasi mutasi dengan memilah-milah data pengurutan DNA mentah.

Menggunakan AI, VarNet dilatih untuk mengidentifikasi mutasi melalui paparan jutaan mutasi kanker nyata serta contoh mutasi kanker palsu. "Hal ini memungkinkan VarNet untuk mendeteksi mutasi nyata sambil mengabaikan mutasi palsu," kata Skanderup.

Sebuah makalah yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah Nature Communications pada Juli 2022 menemukan VarNet seringkali melebihi algoritma identifikasi mutasi yang ada dalam hal akurasi.

Sementara metode berbasis AI lain untuk mendeteksi mutasi kanker ada, menurut Skanderup, ini sangat bergantung pada pakar manusia yang menyediakan data pelatihan terperinci dalam jumlah besar ke model untuk melatih mereka mengidentifikasi mutasi.

Pembelajaran mendalam, metode AI di mana komputer diajari untuk memproses data dengan cara yang meniru otak manusia, memungkinkan VarNet untuk membedakan antara mutasi nyata dan palsu, pada dasarnya mengajarkan aturan melakukannya sendiri, dengan intervensi manusia yang minimal.

Penulis pertama makalah tersebut, Kiran Krishnamachari, cendekiawan Komputasi dan Ilmu Informasi A*Star yang berafiliasi dengan GIS, mencatat VarNet dapat belajar mendeteksi mutasi dari data mentah dengan cara yang akan dilakukan oleh pakar manusia saat memeriksa potensi mutasi secara manual.

"Ini memberi kami keyakinan sistem dapat mempelajari fitur mutasi yang relevan saat dilatih pada kumpulan data sekuensing yang luas, menggunakan strategi pengawasan lemah kami yang tidak memerlukan pelabelan manual yang berlebihan," katanya.

Sementara manusia dapat secara akurat mengidentifikasi mutasi kanker, ini seringkali merupakan tugas yang memakan waktu.

"Pendekatan berbasis AI berpotensi melakukan tugas yang sama di seluruh tiga miliar nukleotida dalam genom manusia dalam waktu singkat yang dibutuhkan seorang ahli manusia," kata Skanderup, yang juga rekan penulis makalah tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

21 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

26 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
Megapolitan
Jelang Pertunjukkan Teater ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.