Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video Infografis

Rantai Transisi Demografi

Foto : KORAN JAKARTA/ONES
A   A   A   Pengaturan Font

Imbas berikutnya, beban tanggungan keluarga makin tinggi. Kedua kelompok tadi pun makin sulit keluar dari kemiskinan, bahkan jatuh semakin dalam di bawah garis kemiskinan. Buktinya, indeks keparahan dan kedalaman kemiskinan juga naik. Kondisi keluarga miskin turut merampas hak-hak dasar anak untuk tumbuh dan berkembang dengan baik. Unicef dan BPS pada tahun 2017 mengeluarkan publikasi kemiskinan anak. Hasilnya, dari 10,7 persen penduduk miskin (hampir 28 juta penduduk), 40 persennya adalah anakanak (lebih dari 11 juta).

Di negara maju, tren penurunan tingkat kelahiran terus menyusul makin tingginya pendapatan. Contoh negara di wilayah Eropa dan Jepang, penurunan tingkat kelahiran berada di bawah replacement level, sehingga pertumbuhan penduduk negatif. Jumlah kelahiran tidak cukup menggantikan yang meninggal. Bahkan negara tetangga seperti Thailand menargetkan kelahiran 1,4 pada tahun 2020 (Adioetomo, 2017).

Pengalaman negara Asia pun membuktikan, penurunan tingkat kelahiran sekaligus membaiknya tingkat kematian memberikan efek positif terhadap pembangunan dan ekonomi. Bloom dan Williamson (1998) menyebutnya sebagai "keajaiban ekonomi Asia." Inilah yang juga disebut sebagai transisi demografi.

Sedangkan di Indonesia, tren penurunan tingkat kelahiran (TFR) bisa dikatakan mandek selama dua dekade terakhir. TFR seolah berhenti di angka 2,6 (SDKI). Padahal, TFR ditargetkan turun menjadi 2,1 pada tahun 2025 dan 1,9 saat Indonesia berumur 100 tahun (Proyeksi PBB, revisi 2017).

Pada tahun 2045 inilah saat jendela peluang (window of opportunity) bonus demografi mulai menutup. Kebijakan kependudukan harus mulai mengarah pada mempertahankan laju pertumbuhan agar tidak negatif seperti di Eropa dan Jepang. Namun, saat ini masih perlu dilakukan upaya keras menurunkan kelahiran.
Halaman Selanjutnya....

Komentar

Komentar
()

Top