Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Raksasa Teknologi Punya Kewajiban Moral untuk Lindungi Warga dari Bahaya AI

📅 Sabtu, 06 Mei 2023, 00:00 WIB | Oleh:
Raksasa Teknologi Punya Kewajiban Moral untuk Lindungi Warga dari Bahaya AI Doc: ISTIMEWA
Ket. Akhir tahun lalu, OpenAI yang berbasis di San Francisco mendorong AI generatif ke dalam kesadaran publik saat meluncurkan ChatGPT.

WASHINGTON - Gedung Putih, pada Kamis (4/5), mengatakan kepada sejumlah CEO raksasa kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) Amerika Serikat (AS) bahwa mereka memiliki tanggung jawab moral untuk melindungi masyarakat dari potensi bahaya kecerdasan buatan.

Wakil Presiden AS, Kamala Harris, telah memanggil pimpinan Google, Microsoft, OpenAI, dan Anthropic untuk menyusun strategi tentang dampak AI, karena khawatir perusahaan-perusahaan ini akan membabi buta menggunakan teknologi yang dapat menimbulkan kerugian serius bagi masyarakat.

Dikutip dari Agence France-Presse (AFP), Harris mengatakan kepada para CEO, termasuk Sundar Pichai dari Google dan Satya Nadella dari Microsoft, bahwa mereka memiliki kewajiban "moral" untuk melindungi masyarakat dari potensi bahaya AI.

"Perusahaan harus mematuhi undang-undang yang ada untuk melindungi rakyat Amerika serta memastikan keselamatan dan keamanan produk mereka," kata Harris dalam sebuah pernyataan setelah pembicaraan.

Presiden AS, Joe Biden, juga menegaskan hal itu ketika dia singgah ke pertemuan, memberi tahu para CEO yang berkumpul, "Apa yang Anda lakukan memiliki potensi yang sangat besar dan bahaya yang sangat besar".

"Saya tahu Anda mengerti itu. Saya harap Anda dapat mendidik kami tentang apa yang menurut Anda paling dibutuhkan untuk melindungi masyarakat serta untuk kemajuan," katanya, menurut video yang dibagikan oleh Gedung Putih.

Biden telah mendesak Kongres untuk mengesahkan undang-undang yang menetapkan batasan yang lebih ketat pada sektor teknologi, tetapi upaya ini memiliki sedikit peluang untuk membuat kemajuan mengingat perpecahan politik.

Memicu Kekhawatiran

Kurangnya aturan telah memberikan kebebasan Silicon Valley untuk mengeluarkan produk baru dengan cepat, dan memicu kekhawatiran bahwa teknologi AI akan mendatangkan malapetaka pada masyarakat sebelum pemerintah dapat mengejar ketinggalan.

"Bagus untuk mencoba mengatasi ini. Ini pasti akan menjadi tantangan, tetapi saya pikir ini bisa kami tangani," kata CEO OpenAI, Sam Altman, kepada wartawan sebelum pertemuan.

Perusahaannya, yang didukung oleh miliaran dollar dari Microsoft, memimpin dalam menyediakan AI untuk konsumen sehari-hari, dengan dirilisnya ChatGPT, yang menyebabkan sensasi global lima bulan lalu.

Microsoft dengan cepat mengintegrasikan kemampuan AI chatbot untuk menghasilkan respons tertulis yang tampak alami dari permintaan singkat ke mesin pencari Bing dan produk lainnya.

Pembuat Windows, pada Kamis, memperluas akses publik ke program kecerdasan buatan generatif ini, terlepas dari kritik dan pertemuan di Gedung Putih.

Risiko dari AI termasuk potensi penggunaannya untuk penipuan, dengan klon suara, video palsu, dan pesan tertulis yang meyakinkan. Ini juga merupakan ancaman bagi pekerjaan kerah putih, terutama untuk saat ini, pekerjaan back-office berketerampilan rendah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Laga Generasi Baru Menuju F...

Tim Piala Dunia, Mampukan Brasil Juara Keenam Kalinya?

23 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Mampukan B...
Nasional
Dongkrak Kedatangan Turis, ...
Rona
Sering Melotot Belum Tentu ...
Daerah
RSUD Prambanan Ada Bau-bau ...
Daerah
Siswa Jalani Ujian Kenaikan...

Antisipasi Kemarau, Masa Tanam Dipercepat

46 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Masa Ta...
Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.