Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kenaikan Tarif AS untuk Tiongkok Jadi Kebijakan Sangat Strategis

📅 Sabtu, 22 Jun 2024, 00:02 WIB | Oleh:
Kenaikan Tarif AS untuk Tiongkok Jadi Kebijakan Sangat Strategis Doc: SAUL LOEB/AFP
Ket. Menteri Keuangan AS, Janet Yellen

ATLANTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Amerika Serikat (AS), Janet Yellen, membela kenaikan tarif yang dilakukan Presiden Joe Biden terhadap barang-barang tertentu asal Tiongkok sebagai kebijakan yang sangat strategis, namun proposal tarif yang diajukan calon presiden dari Partai Republik, Donald Trump, akan jauh lebih luas dan meningkatkan biaya bagi konsumen.

Yellen pada konferensi pers di Atlanta, Kamis (20/6) mengatakan tarif baru Biden ditujukan untuk melindungi kendaraan listrik, produk energi surya, dan semikonduktor dari kelebihan kapasitas Tiongkok yang disebabkan oleh investasi berlebihan Beijing.

"Pemerintah menolak untuk membiarkan perusahaan-perusahaan AS di sektor-sektor ini bangkrut dengan melakukan dumping ekspor yang terkoordinasi oleh Tiongkok," kata Yellen.

Negara-negara lain juga mengambil tindakan serupa, kata Yellen, sambil memperhatikan pernyataan para pemimpin G7 pada bulan Juni yang menentang kebijakan industri dan bisnis Tiongkok.

Berlakukan Bea Masuk

Dikutip dari The Straits Times, namun pengumuman tarif Biden pada bulan Mei tetap memberlakukan bea masuk hingga 25 persen terhadap impor Tiongkok lainnya senilai ratusan miliar dollar AS, mulai dari mainan hingga router internet, yang diberlakukan oleh Trump pada tahun 2018 dan 2019 berdasarkan "Bagian 301" penyelidikan atas penyalahgunaan kekayaan intelektual AS oleh Tiongkok.

"Mengingat Tiongkok belum melakukan apa pun untuk mengatasi kekhawatiran tersebut, kami pikir tidak pantas untuk menghapus tarif tersebut," kata Yellen.

Ketika ditanya tentang usulan Trump untuk mengenakan tarif sebesar 10 persen pada semua impor barang ke AS, dan 60 persen atau lebih pada barang-barang Tiongkok, Yellen mengatakan hal tersebut "akan berdampak pada semua mitra dagang dan seluruh perdagangan kita".

"Saya yakin program ini cukup besar sehingga akan meningkatkan biaya bagi konsumen secara luas atas semua barang impor yang mereka beli, dan merugikan bisnis Amerika, yang banyak di antaranya bergantung pada barang impor untuk rantai pasokan mereka," katanya.

Sebelumnya diberitakan, penetapan tarif baru yang tinggi untuk impor Tiongkok ke AS, termasuk kendaraan listrik atau electric vehicle (EV), akan berlaku 1 Agustus dalam sebuah langkah yang menurut pemerintahan Biden melindungi lapangan kerja lokal.

Presiden Joe Biden mempertahankan banyak tarif yang diberlakukan oleh Donald Trump dan meningkatkan tarif lainnya, lapor Carscoops.

Sebagai contoh, tarif impor kendaraan Tiongkok akan naik dari 25 persen menjadi 100 persen. Ini termasuk kendaraan listrik murni (BEV) dari semua ukuran, serta hibrida plug-in (PHEV).

Baterai dari Tiongkok juga akan dikenakan tarif yang mahal. Misalnya, bea masuk untuk baterai akan naik dari 7,5 persen menjadi 25 persen, ini akan berlaku mulai 1 Januari 2026.

Tarif sebesar 50 persen juga akan diberlakukan untuk semikonduktor mulai 1 Januari 2025, sementara berbagai tarif telah dikenakan terhadap mineral penting yang digunakan dalam baterai, naik menjadi 25 persen mulai 1 Agustus 2024.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.