Primaya Hospital Tangerang Tampilkan Inovasi Intravascular Lithotripsy untuk Lesi Jantung Kompleks
📅 Minggu, 02 Nov 2025, 19:43 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: Primaya Hospital Tangerang
JAKARTA – Primaya Hospital Tangerang semakin menegaskan posisinya sebagai pusat layanan kesehatan berteknologi tinggi dan berstandar tinggi melalui inovasi di layanan kardiovaskular dan radiasi. Rumah sakit ini sukses melaksanakan Live Case untuk menangani lesi jantung kompleks menggunakan Intravascular Lithotripsy (IVL).
Atar prestasi tersebut ruma sakit ini meraih dua penghargaan dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) untuk kategori Keselamatan dan Keamanan Nuklir Radiologi Diagnostik dan Intervensional serta Radioterapi. Capaian ini menegaskan komitmen Primaya Hospital Tangerang dalam menghadirkan layanan kesehatan yang modern, aman dan terpercaya bagi setiap pasien.
Inovasi Kardiovaskular untuk Penanganan Lesi Kompleks
Live Case Complex PCI – Managing Complex Calcified Coronary Lesion with Intravascular Lithotripsy (IVL) menampilkan tindakan intervensi jantung kompleks dengan teknologi IVL, metode inovatif yang menggunakan gelombang ultrasonik untuk menghancurkan kalsium pada pembuluh darah koroner tanpa merusak dindingnya.
Prosedur tersebut dilakukan oleh tim dokter spesialis jantung Primaya Hospital Tangerang, dr. Rony M. Santoso, Sp.JP(K), FIHA, FAPSC, FESC, FSCAI dan dr. Tito Phurbojoyo, Sp.JP(K), FIHA, bersama dr. Bambang Budiono, Sp.JP, FIHA, FAPSC, FAPSIC, FSCAI dari Primaya Hospital Makassar serta Prof. dr. Teguh Santoso Sukamto, MD, KKV, Sp.JP, FACC, FESC, PhD dari Medistra Hospital Jakarta.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Tidak semua lesi kalsifikasi pada pasien jantung harus diatasi dengan operasi bypass. Teknologi seperti IVL memungkinkan fragmentasi kalsium tanpa merusak pembuluh darah, memberikan hasil yang lebih aman dan efektif. Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong peningkatan kompetensi dokter dan tenaga kesehatan dalam menangani kasus kompleks secara komprehensif,” jelas dr. Rony M. Santoso, Sp.JP(K), FIHA, FAPSC, FESC, FSCAI., melalui keterangan tertulis pada hari Sabtu (1/11).
Live case ini juga menampilkan tiga prosedur, termasuk dua kasus calcified lesion (LAD dan RCA) serta satu kasus Left Main Bifurcation (Medina 1,1,1) yang disiarkan langsung dari Cath Lab Primaya Hospital Tangerang. Acara ini menjadi ajang edukatif bagi tenaga medis untuk memperdalam pemahaman mengenai strategi intervensi kompleks menggunakan Drug-Eluting Stent (DES) dan peran imaging intrakoroner dalam memastikan hasil optimal.
Sementara itu, dr. Putri Syam, B.Med.Sc., MARS., MM, Direktur Primaya Hospital Tangerang, menambahkan, kegiatan ini menjadi wujud konsistensi kami dalam memperkuat layanan unggulan Heart & Vascular Center.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Dengan pendekatan learning by doing, kami terus berinovasi untuk menghadirkan layanan jantung terpadu yang mengedepankan keselamatan, akurasi, dan empati dalam setiap tindakan medis,” paparnya.
Keunggulan Layanan Radiasi dan Keselamatan Pasien
Selain layanan kardiovaskular, Primaya Hospital Tangerang juga menorehkan prestasi di bidang radiasi medis. Dua penghargaan dari Bapeten untuk kategori Keselamatan dan Keamanan Nuklir Radiologi Diagnostik dan Intervensional (Rumah Sakit) serta Keselamatan dan Keamanan Nuklir Radioterapi, menegaskan penerapan standar keselamatan radiasi tertinggi di Radiologi Diagnostik dan Intervensional serta Radioterapi. Hal ini menunjukkan komitmen rumah sakit dalam memastikan keamanan pasien, tenaga medis, dan lingkungan.
“Keberhasilan kami di bidang teknologi medis kardiovaskular dan layanan radiasi adalah hasil sinergi antara inovasi, ketepatan klinis, dan mengedepankan keamanan yang kuat. Kami percaya teknologi canggih harus selalu berjalan berdampingan dengan empati dan keselamatan pasien sebagai prioritas utama,” ungkap dr. Putri Syam.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!