
Polisi Bersama Warga Mengevakuasi Korban Serangan Babi Hutan
Dua warga Kelurahan Rua, Kota Ternate, ibu dan anak yang cedera akibat diserang babi hutan masuk ke pemukiman warga Kelurahan Rua, Rabu (26/2/2025).
Foto: ANTARATernate– Aparat Kepolisian bersama masyarakat Pulau Ternate, Maluku Utara, Rabu (26/2), mengevakuasi seorang ibu dan anak yang mengalami cedera akibat diserang babi hutan yang masuk ke kawasan permukiman warga Kelurahan Rua.
Kasi Humas Polres Ternate, AKP Umar Kombong, di Ternate, Rabu(26/2), menyatakan bahwa peristiwa ini bermula saat seorang warga, Saudari Budi, melihat babi hutan melintasi jalan dan masuk ke dalam perkampungan. Babi tersebut kemudian menyerang ibu bernama Misna (41) dan anaknya, Zahlia (4), dengan merobek-robek pakaian korban hingga tubuh mereka berlumuran darah.
Kejadian ini segera memicu kepanikan di kalangan warga sekitar. Warga yang melihat kejadian tersebut segera bereaksi dengan menggunakan alat seadanya, seperti kayu dan batu, untuk melawan babi hutan tersebut.
Setelah beberapa menit berlalu, babi berhasil dilumpuhkan dan dibunuh oleh warga yang berada di sekitar lokasi kejadian, tepatnya di RT003 Kelurahan Rua.
Kedua korban yang mengalami luka cukup parah langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Chasan Boesiri untuk mendapatkan perawatan medis.
Pukul 08.00 WIT, korban Misna dan Zahlia tiba di rumah sakit untuk mendapat pertolongan. Kejadian ini juga menimbulkan rasa trauma di kalangan warga sekitar yang merasa terguncang dengan serangan babi hutan yang begitu tiba-tiba.
Meski peristiwa ini telah berlalu, warga Kelurahan Rua tetap merasa khawatir dan berharap ada langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.
Berita Trending
- 1 Terkenal Kritis, Band Sukatani Malah Diajak Kapolri Jadi Duta Polri
- 2 Pangkas Anggaran Jangan Rampas Hak Aktor Pendidikan
- 3 Akses Pasar Global Makin Mudah, BEI Luncurkan Kontrak Berjangka Indeks Asing
- 4 Bangun Infrastruktur yang Mendorong Transformasi Ekonomi
- 5 Guterres: Pengaturan Keamanan Global "Berantakan"