
Kemendikdasmen Siapkan TKA Pengganti Ujian Nasional
Foto: Muhamad MarupJAKARTA - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyiapkan Tes Kompetensi Akademik (TKA) sebagai pengganti Ujian Nasional (UN).
Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan, Kemendikdasmen, Toni Toharudin, mengatakan, TKA sifatnya tidak wajib dan bukan menjadi sebuah penilaian standar kelulusan.
Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan, Kemendikdasmen, Toni Toharudin. (Foto Muhamad Marup)
“TKA ini juga akan menjadi berbagai indikator untuk masuk dari SD ke SMP dan SMP ke SMA,” ujar Toni, dalam keterangan resminya, Rabu (26/2).
Dia menjelaskan, TKA tahun ini akan diberlakukan untuk kelas 12 SMA/SMK. Sedangkan untuk pelaksanaan TKA SD dan SMP akan mulai dilakukan pada tahun depan. “Kami juga sudah bersinergi dengan Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri bahwa TKA ini akan menjadi indikator penilaian jalur prestasi,” jelasnya.
Sebagai informasi, pemerintahan sebelumnya menghapus UN dan menggantinya dengan Asesmen Nasional (AN). Berbeda dengan UN yang mengetes siswa, AN melakukan asesmen terhadap siswa, guru, serta kepala sekolah dengan materi literasi, numerasi, dan lingkungan sekolah dan hasilnya digunakan untuk perbaikan pembelajaran.
Sementara itu, Mendikdasmen, Abdul Mu’ti mengatakan pihaknya memiliki 12 program prioritas untuk mendukung Astacita Presiden Prabowo Subianto, termasuk pelaksanaan TKA. Dia menyebut, TKA akan diselenggarakan pada November 2025. “Saya harap, ke depan berbagai kebijakan tersebut dapat direalisasikan dengan baik dan optimal,” tuturnya.
Wamendikdasmen, Atip Latipulhidayat menegaskan, pada dasarnya kelulusan siswa ditetapkan oleh satuan pendidikan. Meski begitu, pemerintah perlu mengevaluasi kualitas penyelenggaraan pendidikan. “Untuk itu, asesmen akan dilakukan melalui TKA,” tuturnya. ruf/S-2
Redaktur: Sriyono
Penulis: Muhamad Ma'rup
Tag Terkait:
Berita Trending
- 1 Terkenal Kritis, Band Sukatani Malah Diajak Kapolri Jadi Duta Polri
- 2 Pangkas Anggaran Jangan Rampas Hak Aktor Pendidikan
- 3 Akses Pasar Global Makin Mudah, BEI Luncurkan Kontrak Berjangka Indeks Asing
- 4 Bangun Infrastruktur yang Mendorong Transformasi Ekonomi
- 5 Guterres: Pengaturan Keamanan Global "Berantakan"