
Demi Topang Pangan IKN, Kabupaten Penajam Paser Utara Diminta Ubah Rawa Jadi Sawah
Foto: AntaraKALIMANTAN TIMUR - Kementerian Pertanian (Kementan) meminta Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur (Kaltim) mengoptimalkan lahan rawa dijadikan persawahan untuk menunjang kebutuhan pangan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang dibangun di sebagian wilayah Provinsi Kalimantan Timur.
“Pemerintah kabupaten diminta lakukan optimalisasi lahan rawa dijadikan sawah oleh Kementan,” ujar Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara Andi Trasodiharto di Penajam, Selasa (25/2) kemarin.
Optimalisasi lahan rawa tersebut untuk meningkatkan hasil panen padi di Kabupaten Penajam Paser Utara, lanjut dia, yang bakal menunjang kebutuhan pangan IKN.
Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara melibatkan Universitas Mulawarman (Unmul) Kota Samarinda untuk menyusun perencanaan optimalisasi lahan rawa dijadikan persawahan tersebut.
“Penyusunan perencanaan bekerja sama dengan Unmul, seperti potensi lahan maupun perencanaan saluran irigasi, pintu air dan fasilitas pertanian lainnya yang dibutuhkan petani,” jelasnya.
“Lahan rawa yang potensi dilakukan optimalisasi cukup luas di wilayah Kecamatan Babulu,” lanjutnya.
Lahan rawa 10 desa di Kecamatan Babulu potensi dijadikan sawah dan lahan rawa tiga desa/kelurahan di Kecamatan Waru, serta lahan rawa dua desa/kelurahan di Kecamatan Penajam.juga potensi dijadikan sawah.
Saat ini lahan rawa yang potensi dijadikan persawahan dalam pendataan dan identifikasi, menurut dia, Kementan targetkan optimalisasi 5.896 hektare lahan rawa di Kabupaten Penajam Paser Utara dijadikan persawahan.
“Kami optimistis itu tercapai melihat potensi yang ada, dan optimalisasi lahan rawa dapat tingkatkan produksi beras,” katanya.
Lahan pertanian tanaman padi produktif di Kabupaten Penajam Paser Utara 14.070 hektare dengan menghasilkan 3-4 ton per hektare dalam satu kali panen, dalam.satu tahun petani melakukan dua kali panen
Setiap tahun mengalami surplus beras, pada 2024 hasil panen padi mencapai 50.672 ton, apabila ada penambahan persawahan melalui optimalisasi lahan rawa dipastikan produksi beras meningkat, demikian Andi Trasodiharto.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau, Kaltim saat ini tengah menyiapkan berbagai jenis alat dan mesin pertanian (alsintan) dan sarana produksi pertanian (saprodi) untuk mewujudkan swasembada pangan baik dari pertanian, perkebunan, peternakan, maupun perikanan.
“Sebagai upaya mengembangkan potensi pertanian dalam arti luas, tahun ini Pemkab Berau telah mengalokasikan anggaran untuk pengadaan alsintan dan saprodi sebagai bantuan untuk kelompok tani,” ujar Bupati Berau Sri Juniarsih Mas di Berau, kemarin.
Berbagai perlengkapan yang akan diserahkan kepada kelompok tani tersebut antara lain mesin kapal dan ketinting (perahu) untuk Kampung Merancang Ilir dan Kampung Gunung Tabur, kemudian pengadaan dua unit traktor roda dua untuk Kampung Tasuk.
Ada pula pengadaan benih jagung, benih padi, bibit cabai keriting, cabai rawit, dan bawang merah, serta pengadaan 15 ekor bibit sapi untuk Kampung Sambakungan.
- Baca Juga: Para Pakar Pemilu Beri Masukan ke DPR dan Pemerintah
- Baca Juga: Libur sekolah awal Ramadhan 2025
Hal ini dilakukan karena Pemkab Berau bertekad menjadi swasembada pangan, sehingga dari berbagai peralatan dan saprodi yang diserahkan tahun ini, maka produksi padi, jagung, ikan, hingga produksi daging pun akan meningkat. Dia juga mengatakan bahwa pemda terus mendorong peningkatan kemajuan Kecamatan Gunung Tabur yang memiliki 1 kelurahan dan 10 kampung tersebut. Ant/S-2
Berita Trending
- 1 Terkenal Kritis, Band Sukatani Malah Diajak Kapolri Jadi Duta Polri
- 2 Pangkas Anggaran Jangan Rampas Hak Aktor Pendidikan
- 3 Akses Pasar Global Makin Mudah, BEI Luncurkan Kontrak Berjangka Indeks Asing
- 4 Bangun Infrastruktur yang Mendorong Transformasi Ekonomi
- 5 Guterres: Pengaturan Keamanan Global "Berantakan"