Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Penggunaan Bioetanol Kurangi Emisi Karbon

📅 Selasa, 06 Agu 2024, 08:47 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Penggunaan Bioetanol Kurangi Emisi Karbon Doc: istimewa

JAKARTA - Pemerintah tengah mempersiapkan kebijakan pemanfaatan bioetanol sebagai campuran bahan bakar bensin. Bioetanol yang dihasilkan dari bahan baku seperti tebu dan singkong memiliki potensi besar untuk mengurangi emisi karbon dan meningkatkan ketahanan energi nasional.

Penggunaan Bioethanol bisa menekan impor minyak yang menguras devisa negara. "Setelah B40, kemudian juga kita akan coba Nanti bio-etanol," ucap Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif di Jakarta, Senin (5/8).

Menurut US Department of Energy, penggunaan bioetanol dapat menghasilkan penghematan bahan bakar yang bervariasi, bergantung pada perbedaan energi dalam campuran yang digunakan. Namun, dengan mengoptimalkan penggunaan campuran etanol yang lebih tinggi, penghematan bahan bakar kemungkinan meningkat karena peningkatan efisiensi mesin.

Selain itu, etanol memiliki angka oktan lebih tinggi daripada bensin sehingga dapat meningkatkan tenaga atau kinerja mesin. Dia mencontohkan banyak pembalap menggunakan E98 sebagai bahan bakar untuk mobil balap karena kandungan oktan tinggi.

Saat ini, produksi bioetanol di Indonesia baru mencapai sekitar 40 ribu kiloliter (kl) per tahun. Target pemerintah pada 2030 mencapai produksi sebanyak 1,2 juta kl. Ini diharapkan dapat mengurangi impor BBM sebesar 60 persen, khususnya pada jenis bensin yang mencapai 35,8 juta KL pada 2022.

Adapun upaya mendorong diversifikasi energi ini sebagai bagian dari wujud nyata komitmen pemerintah dalam mewujudkan Indonesia yang lebih hijau dan berkelanjutan.

Percepat Implementasi

Pemerintah, papar Arifin, mempercepat implementasi biodiesel B40, yakni campuran solar dengan 40 persen bahan bakar nabati (BBN) berbasis minyak sawit pada 2025. Rencana ini sejalan dengan data realisasi kinerja subsektor EBTKE pada 2024 yang menunjukkan perkembangan positif.

Data terbaru menunjukkan pemanfaatan biodiesel pada kuartal II-2024 mencapai realisasi sebesar 6,2 juta kl, atau sekitar 54,2 persen dari target tahunan sebesar 11,3 juta kl. Selain memberikan kontribusi pada penurunan emisi gas rumah kaca, peningkatan konsumsi biodiesel juga berdampak positif terhadap perekonomian dengan menciptakan lapangan kerja baru dan mengurangi kebergantungan pada impor bahan bakar fosil.

"Tahun ini sudah mulai masuk ke biodiesel B35. Insyaallah tahun depan B40 sudah bisa jalan, sudah ada kesepakatan," ujar Arifin.

Melalui program B40 ini, pemerintah terus meningkatkan adopsi biodiesel berbasis kelapa sawit di berbagai jenis kendaraan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Dongkrak Kedatangan Turis, ...
Rona
Sering Melotot Belum Tentu ...
Daerah
RSUD Prambanan Ada Bau-bau ...
Daerah
Siswa Jalani Ujian Kenaikan...

Antisipasi Kemarau, Masa Tanam Dipercepat

36 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Masa Ta...
Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.