Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Panama Resmi Menarik Diri dari Inisiatif Sabuk dan Jalan Tiongkok

📅 Jumat, 07 Feb 2025, 10:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Panama Resmi Menarik Diri dari Inisiatif Sabuk dan Jalan Tiongkok Doc: CNA/Presidencia de Panama/Reuters
Ket. Presiden Panama Jose Raul Mulino mengadakan konferensi pers di Panama City, Panama, dalam foto selebaran yang dibagikan pada 6 Februari 2025.

PANAMA CITY - Dalam konsesi utama kepada Washington, Presiden Panama Jose Raul Mulino pada Kamis (6/2) mengkonfirmasi bahwa Panama telah menarik diri dari program infrastruktur Inisiatif Sabuk dan Jalan (BRI) milik Tiongkok.

Mulino mengatakan Kedutaan Besar Panama di Beijing telah memberi pemberitahuan 90 hari yang diperlukan kepada Tiongkok mengenai keputusannya untuk tidak memperbarui keterlibatannya dalam program tersebut, yang telah diikutinya pada tahun 2017.

Panama adalah negara Amerika Latin pertama yang mengumumkan penarikan diri dari program bernilai triliunan dollar milik Presiden Xi Jinping, yang beroperasi di lebih dari 100 negara.

Pada Rabu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Lin Jian berpendapat, kemitraan tersebut membuahkan "hasil yang bermanfaat" dan mendesak Panama untuk "menolak campur tangan eksternal".

Hal ini terjadi di akhir kunjungan Marco Rubio selama seminggu ke Amerika Tengah, kunjungan pertamanya sebagai diplomat tinggi AS.

Ia sempat mengancam akan mengambil tindakan terhadap Panama kecuali jika negara itu segera membuat perubahan untuk mengurangi pengaruh Tiongkok di terusan itu, Namun ia kemudian tampak lebih lunak, memuji janji Mulino menghentikan program infrastruktur Tiongkok sebagai "langkah maju yang besar" bagi hubungan bilateral.

Menyusul ancaman pengambilalihan Terusan Panama oleh Trump, Mulino bulan lalu memerintahkan audit terhadap Hutchison Holdings.

"Jika mereka melanggar ketentuan konsesi atau menimbulkan kerugian ekonomi yang nyata bagi negara, kami akan tindak lanjuti, namun saat ini audit masih berlangsung," ujarnya, Kamis.

Namun, Panama menolak klaim Amerika Serikat untuk menjamin jalur bebas bagi kapal-kapal pemerintahnya melalui Terusan Panama.

Mulino mengatakan kepada wartawan pada hari Kamis bahwa pernyataan AS tentang jalur air tersebut "tidak dapat ditoleransi," dan ia menolak "hubungan bilateral yang didasarkan pada kebohongan dan kepalsuan."

Departemen Luar Negeri As awal minggu ini mengklaim kapal-kapal pemerintah AS akan dapat melewati Terusan Panama tanpa membayar, sebuah langkah yang akan menghemat jutaan dollar AS setiap tahunnya.

Komentar tersebut kemungkinan akan memperburuk ketegangan antara kedua negara setelah AS mengutip kemajuan kerja sama militer dan menghadapi dugaan pengaruh Tiongkok atas terusan tersebut.

Kemudian, Mulino menambahkan di media sosial, ia akan berbicara dengan Presiden AS Donald Trump pada Jumat sore.

Panama telah menjadi sasaran Gedung Putih sejak Trump mengklaim jalur air vital negara itu secara efektif telah diambil alih oleh Tiongkok dan bersumpah AS akan "mengambilnya kembali".

Menteri Luar Negeri AS Rubio mengatakan pada hari Kamis bahwa "tidak masuk akal" bagi kapal-kapal angkatan laut AS untuk membayar biaya transit melalui Terusan Panama, setelah presiden Panama menolak perjanjian mengenai jalur bebas.

"Saya merasa tidak masuk akal jika kami harus membayar biaya untuk transit di zona yang wajib kami lindungi pada masa konflik. Itulah harapan kami," kata Rubio kepada wartawan di Republik Dominika.

Namun, Rubio tidak menegaskan bahwa kesepakatan telah dicapai.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

54 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.