Obat Pencegah HIV Baru Hanya Perlu Diminum Dua Kali Setahun
📅 Kamis, 05 Des 2024, 06:10 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: Manjunath Kiran / AFP
Obat PrEP yang diminum setiap hari selama ini menjadi obat andalan dalam mencegah terjadinya HIV pada kelompok rentan. Obat baru yaitu Lenacapavir kini telah teruji secara klinis dapat mencegah penularan virus ini hanya dengan dua kali suntikan dalam setahun.
Antiretroviral oral harian yang lebih umum disebut sebagai profilaksis pra-pajanan (pre-exposure prophylaxis/PrEP) seperti Truvada, disebut sangat efektif dalam pencegahan HIV. Namun syaratnya jika diminum setiap hari sesuai petunjuk karena kemanjuran obat ini akan sangat terganggu jika diminum secara tidak konsisten.
Namun hasil dari uji klinis yang didanai Gilead (Purpose-2) yang dipimpin oleh dokter di Emory University dan Grady Health System menunjukkan bahwa suntikan Lenacapavir dua kali setahun menawarkan risiko infeksi yang berkurang 96 persen secara keseluruhan. Dengan demikian suntikan ini jauh lebih efektif daripada PrEP oral harian.

Foto : JUAN MABROMATA / AFP
Sebaiknya Anda baca juga:
“Melihat tingkat kemanjuran yang tinggi ini hampir 100 persen dalam suntikan yang hanya perlu didapatkan setiap enam bulan sungguh luar biasa,” kata Colleen Kelley, MD, penulis utama studi dan profesor di School of Medicine di Emory University dalam laporan penelitian yang dipublikasikan di jurnal New England Journal of Medicine.
“Ini adalah kemajuan yang cukup besar dan mendalam dalam bidang kedokteran, terutama bagi orang-orang yang keadaannya tidak memungkinkan mereka untuk minum obat oral setiap hari, dan bagi mereka yang berada di antara populasi yang terkena dampak HIV secara tidak proporsional,” imbuh dia.
Dalam uji klinis fase III acak, tersamar ganda, yang membandingkan kemanjuran kedua obat tersebut, 99 persen peserta dalam kelompok Lenacapavir tidak tertular infeksi HIV. Selama uji coba, hanya dua peserta dalam kelompok Lenacapavir, yang terdiri dari 2.179 orang, yang tertular HIV.
Sebaiknya Anda baca juga:
Jumlah ini sebanding dengan sembilan infeksi HIV baru dalam kelompok Truvada, yang beranggotakan 1.086 orang. Uji coba menunjukkan bahwa kepatuhan terhadap suntikan lebih tinggi daripada pil oral harian.
Kelley, yang juga merupakan salah satu Direktur Emory Center for AIDS Research, dan Associate Dean for Research untuk Emory di Grady menambahkan bahwa meskipun PrEP sangat efektif dalam mencegah infeksi, salah satu hal yang membuat suntikan lebih efektif dalam uji klinis adalah tantangan yang terkait dengan kepatuhan terhadap pil oral harian.
“Apa yang kami lihat dari waktu ke waktu adalah bahwa sekitar setengah dari orang yang mulai mengkonsumsi PrEP oral harian berhenti dalam setahun karena berbagai faktor,” kata Kelley, merujuk pada kesenjangan layanan kesehatan secara umum.
“Memiliki suntikan efektif yang hanya diperlukan dua kali setahun sangat penting bagi orang yang mengalami kesulitan mengakses layanan kesehatan atau tetap patuh terhadap pil oral harian,” ungkap dia.
Keikutsertaan peserta yang beragam ras, etnis, dan gender dalam uji klinis ini penting karena mewakili populasi yang secara tidak proporsional terdampak oleh HIV secara langsung. Misalnya, kelompok uji terdiri dari pria cisgender dan orang-orang yang beragam gender di 88 lokasi di Peru, Brasil, Argentina, Meksiko, Afrika Selatan, Thailand, dan AS.
Menurut penelitian tersebut, populasi yang sama yang terdampak secara tidak proporsional oleh HIV adalah populasi yang sama yang memiliki akses terbatas ke PrEP atau mungkin mengalami kesulitan untuk mengonsumsi obat antiretroviral oral secara konsisten yang pada akhirnya menyoroti perlunya lebih banyak pilihan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!