Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mengapa Swiss Memilih Jadi Negara Netral?

📅 Rabu, 30 Okt 2024, 06:10 WIB | Oleh:
Mengapa Swiss Memilih  Jadi Negara Netral? Doc: Museum Sejarah Prancis

Swiss memilih untuk menjadi negara netral yang tak ingin terlibat dalam konflik internasional karena latar belakang awal negara ini yang justru seringnya dilanda pergolakan dan konflik internal.

Swiss pernah menjadi negara miskin yang tidak memiliki akses ke laut dan terkenal dengan tentara bayarannya karena tanahnya tidak cocok untuk pertanian. Melalui Kongres Wina di tahun 1815, Swiss telah menandatangani perjanjian untuk tak terlibat dalam konflik internasional.

Meski kenetralitasan ini sempat dipertanyakan dengan adanya peristiwa Grimm-Hoffmann pada tahun 1917, Swiss menegaskan kebijakan ini dengan bergabung bersama Liga Bangsa-Bangsa (LBB) pada 1920 dan Dewan Eropa pada 1963.

Swiss terkenal dengan posisi netralnya dalam urusan internasional seperti halnya perbankan, politik, dan ketika peperangan. Di Eropa, Swiss dan Swedia berada di garis depan negara netral dengan masa jabatan terlama.

Dalam istilah modern, kedua negara muncul sebagai negara netral setelah Perang Napoleon pada tahun 1814-1815. Namun, Swedia yang tadinya netral secara bertahap bergabung dengan organisasi internasional dan menjadi anggota NATO pada Maret 2024.

Di sisi lain, Swiss baru bergabung dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 2002 di tengah perdebatan sengit dan sejauh ini menolak segala upaya untuk bergabung dengan lembaga seperti Uni Eropa atau NATO. Namun, apa sejarah di balik kenetralan Swiss yang bertahan lama?

Menurut Dale Pappas, seorang doktor di bidang sejarah Eropa modern mengungkapkan sebenarnya Swiss tidak selalu netral. Faktanya, Konfederasi Swiss Lama dianggap sebagai salah satu negara yang paling suka berperang di Eropa modern awal.

Menurut Douglas Miller dan Gerry Embleton, keberhasilan militer mereka bahkan dikagumi banyak orang termasuk oleh filsuf Renaisans Italia, Niccolò Machiavelli. Ia menjuluki negara Swiss sebagai "Bangsa Romawi Baru".

Namun, Swiss tidak ditakdirkan untuk membangun Kekaisaran Romawi baru. Misalnya, Pertempuran Marignano tahun 1515 merusak mistik militer Swiss. Karena pertempuran ini, Swiss memperluas wilayah mereka ke beberapa wilayah di Italia utara. Namun, pertempuran berdarah yang terjadi di luar Milan itu berakhir dengan kemenangan Prancis-Venesia atas Swiss.

Setelah pertempuran itu, Konfederasi Swiss menganut netralitas. Perdamaian Westphalia tahun 1648, yang menandai berakhirnya Perang Tiga Puluh Tahun yang menghancurkan, secara resmi mengakui netralitas Swiss.

Meskipun Konfederasi bersikap netral dalam konflik internasional, hal ini tidak menghentikan Swiss untuk berperang. Misalnya, banyak warga Swiss yang terus mengejar karier militer baik secara individu di angkatan bersenjata asing atau sebagai bagian dari unit tentara bayaran yang dibeli oleh penguasa asing.

Misalnya, Garda Swiss Raja Prancis Louis XVI yang bernasib buruk selama Revolusi Prancis dan Garda Swiss Vatikan adalah dua contoh tentara Swiss paling terkenal dalam dinas luar negeri. Netralitas tidak dapat membendung gelombang Revolusi Prancis agar tidak mencapai Swiss. Bahkan, negara itu menjadi medan perang saat pasukan Republik Revolusi Prancis bertempur melawan lawan Austria dan Russia di seluruh Swiss pada akhir tahun 1790-an.

Kemenangan Jenderal Andre Massena atas gabungan pasukan Russia dan Austria di Zurich pada bulan September 1799 mengamankan pengaruh Prancis di Swiss. Prancis Revolusioner juga mengawasi pembentukan Republik Helvetik pada tahun 1798 dengan pendukung Swiss yang antusias.

Namun hal tersebut tidak menjamin dukungan Swiss untuk kepentingan Prancis. Faktanya, Napoleon percaya bahwa Swiss merupakan tantangan bagi kepentingan Prancis, terutama yang melibatkan akses ke Italia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

DPR Merespons Berbagai Isu Terkini

44 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
DPR Merespons Berbagai Isu ...
Luar Negeri
Presiden Marcos Jr Desak Pa...
Luar Negeri
Thaksin Shinawatra Diberi P...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.