Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

KPPU Diminta Investigasi Dugaan Monopoli di Balik Kelangkaan Beras

📅 Sabtu, 17 Feb 2024, 01:06 WIB | Oleh: Tim Redaksi
KPPU Diminta Investigasi Dugaan Monopoli di Balik Kelangkaan Beras Doc: ISTIMEWA
Ket. AWAN SANTOSA Peneliti Mubyarto Institute - Ini dampak dari liberalisasi pangan, sehingga muncul mafia dan kartel pangan yang ambil untung besar dari kesulitan yang dihadapi rakyat banyak.

JAKARTA - Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi, mengatakan bahwa ada indikasi terjadi monopoli beras oleh pihak tertentu kalau di daerah lumbung pangan seperti Provinsi Lampung terjadi kelangkaan beras.

"Provinsi Lampung ini merupakan lumbung pangan karena penghasil beras secara nasional. Jadi, tidak hanya kebutuhan Lampung bahkan kebutuhan DKI Jakarta kita penuhi 40 persen. Kalau di lumbung pangan ini berasnya langka, ini yang harus dipertanyakan kenapa," kata Arinal di Bandarlampung, Jumat (16/2).

Menurut dia, kalau ada kelangkaan, pasti ada yang tidak baik dalam proses ketersediaan, dan kemungkinan ada monopoli yang tidak menguntungkan. "Saat ini, kami pelajari terlebih dahulu mengenai ini. Sebab, kita punya aturan bahwa beras ini masuk dalam kedaulatan pangan, jadi harus tersedia," kata Arinal seperti dikutip dari Antara.

Dia menjelaskan untuk menyikapi adanya isu kelangkaan beras di tengah masyarakat maka pemerintah daerah bersama Bank Indonesia (BI) melakukan pemantauan ke pasar-pasar tradisional di Kota Bandarlampung. Dengan pemantauan langsung ke pasar tradisional maka diharapkan dapat menjadi salah satu langkah menjaga ketersediaan pangan terutama menjelang Ramadan.

"Wajib hukumnya beras sebagai pangan utama tersedia untuk konsumsi masyarakat. Kalau gabah memang aturannya tidak boleh keluar. Yang pasti, untuk indikasi monopoli akan kami pelajari untuk mengambil langkah selanjutnya," tambahnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung pada 2023, luas panen padi di provinsi tersebut diperkirakan sebesar 532,77 ribu hektare, mengalami kenaikan sebanyak 14,52 ribu hektare atau 2,80 persen dibandingkan luas panen padi di 2022 yang tercatat seluas 518,26 ribu hektare.

Dari jumlah areal tanam, produksi padi mencapai sekitar 2,73 juta ton gabah kering giling (GKG), mengalami kenaikan sebanyak 40,62 ribu ton gabah kering giling GKG atau 1,51 persen dibandingkan produksi padi di 2022 yang sebesar 2,69 juta ton GKG.

Bila dikonversikan menjadi beras untuk dikonsumsi maka produksi beras di Provinsi Lampung pada 2023 diperkirakan sebesar 1,57 juta ton, mengalami kenaikan sebanyak 23,35 ribu ton atau 1,51 persen dibandingkan produksi beras di 2022 yang sebesar 1,55 juta ton.

Segera Investigasi

Peneliti Mubyarto Institute, Awan Santosa, yang diminta pendapatnya, mengatakan kalau sudah ada indikasi dan statement tersebut maka Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mesti segera melakukan investigasi.

Kelangkaan dan gejolak harga pangan selama ini terjadi karena liberalisasi pangan yang berakibat produksi dan distribusi (tata niaga) yang dikuasai dan dikendalikan (dipermainkan) oleh segelintir elite korporasi/oligarki.

"Ini dampak dari liberalisasi pangan, sehingga muncul mafia dan kartel pangan yang ambil untung besar dari kesulitan yang dihadapi rakyat banyak," kata Awan.

Dalam hal ini, KPPU tidak boleh tinggal diam, apalagi selama ini KPPU juga sudah sering membongkar kasus-kasus seperti itu.

"KPPU bukan hanya usut kasus di Lampung, tetapi di Indonesia secara keseluruhan karena masalah kelangkaan beras ini serentak terjadi di banyak wilayah," tegas Awan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

31 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

55 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
Nasional
Tanggapan Istana Usai Wamen...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.