Logo

Follow Koran Jakarta di Sosmed

  • Facebook
  • Twitter X
  • TikTok
  • Instagram
  • YouTube
  • Threads

© Copyright 2025 Koran Jakarta.
All rights reserved.

Rabu, 26 Feb 2025, 15:57 WIB

Kegagalan Antony di MU Buktikan Premier League Liga Tersulit di Dunia

Antony

Foto: istimewa

MANCHESTER – Kegagalan Antony bersinar bersama Manchester United (MU) dinilai sebagai bukti bahwa Premier League merupakan liga terbaik dan tersulit di dunia untuk pemain asing beradaptasi. Setelah tampil impresif bersama Ajax Amsterdam di bawah asuhan Erik ten Hag, Antony didatangkan ke Old Trafford pada musim panas 2022 dengan mahar £86 juta. Namun, pemain asal Brasil itu justru kesulitan menyesuaikan diri dengan ritme sepak bola Inggris.

Dalam hampir 100 pertandingan untuk United, Antony hanya mencetak 12 gol dan lima assist, sebelum akhirnya dipinjamkan ke Real Betis oleh pelatih baru Ruben Amorim. Di La Liga, ia memulai dengan cukup baik, mencetak dua gol dan dua assist dalam empat pertandingan, meskipun mendapat kartu merah kontroversial di laga terakhirnya.

Mantan penyerang Liga Premier, Clinton Morrison, menilai kegagalan Antony adalah bukti kesulitan bermain di Inggris. Menurutnya, kepindahan Antony ke Real Betis yang lebih sukses menunjukkan perbedaan besar antara Liga Premier dan liga lainnya.

“Liga Premier adalah liga terbaik di dunia. Itu adalah liga yang paling sulit untuk beradaptasi,” ujar Morrison.

Morrison juga mengkritik kebijakan rekrutmen Manchester United dalam beberapa tahun terakhir. Ia berpendapat bahwa banyak pemain yang didatangkan tidak sesuai dengan kebutuhan tim, yang akhirnya membuat performa klub semakin menurun.

“Perekrutan harus lebih baik. Saya tidak tahu apa yang terjadi di dalam klub, tapi jelas rekrutan United masih jauh dari kata baik,” tambahnya.

Saat ini, Manchester United terpuruk di posisi ke-15 Liga Premier, dan Morrison yakin sebagian besar masalah tim berasal dari ketidakmampuan pemain beradaptasi dengan taktik Ruben Amorim. Ia menyebut sistem 3-4-3 yang diusung Amorim sulit diterapkan dengan skuad saat ini, terutama karena mereka tidak memiliki bek sayap dan gelandang tengah yang sesuai dengan skema tersebut.

“Butuh dua atau tiga jendela transfer bagi Amorim untuk mendapatkan pemain yang tepat. Mereka tidak memiliki bek sayap seperti di Sporting Lisbon, gelandang yang bisa menguasai lapangan, atau penyerang tengah seperti Viktor Gyokeres. Ada banyak kekurangan,” lanjut Morrison.

Kegagalan Antony di Inggris bukan hanya memperlihatkan sulitnya Liga Premier, tetapi juga menegaskan bahwa Manchester United perlu melakukan perombakan besar dalam rekrutmen pemain jika ingin kembali berjaya.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Paundra Zakirulloh

Tag Terkait:

Bagikan:

Portrait mode Better experience in portrait mode.