Kabut Asap Kembali Selimuti AS Bagian Timur Akibat Kebakaran Hutan Kanada
📅 Jumat, 09 Jun 2023, 09:51 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AFP
WASHINGTON - Kabut asap dari kebakaran hutan di Kanada kembali menyelimuti kota-kota AS pada Kamis (8/6). Akibatnya penerbangan ditunda dan acara luar ruangan terganggu. Presiden Joe Biden menyebut peristiwa ini sebagai "pengingat yang gamblang" tentang perubahan iklim.
Langit tebal dan bau api unggun menyengat menyelimuti ibu kota Washington, sebagian wilayah Atlantik tengah mencapai "Code Maroon", kategori tertinggi Indeks Kualitas Udara (AQI) yang menandakan kondisi berbahaya.
Kondisi ini melampaui beberapa kota paling tercemar di dunia di Asia Selatan dan Tiongkok, memaksa penduduk memakai masker untuk melindungi kesehatan mereka. Meski membaik, kondisinya diperkirakan tidak akan kembali normal hingga akhir pekan.
Lebih dari 111 juta orang di AS hidup dalam kondisi udara buruk akibat kebakaran, Badan Perlindungan Lingkungan mengatakan Kamis (8/6).
"Jutaan orang Amerika mengalami efek asap akibat kebakaran hutan yang menghancurkan di Kanada, pengingat nyata lainnya akan dampak perubahan iklim," kata Biden dalam sebuah pernyataan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dia menambahkan mengirim sumber daya tambahan ke Kanada, termasuk "petugas pemadam kebakaran tambahan dan aset pencegah kebakaran seperti tanker udara," lebih dari 600 personel Amerika dikirim ke sana pada Mei.
Asap yang menyelimuti Washington tidak kebal terhadap intrik politik.
Juru bicara Gedung Putih Andrew Bates mengecam Kongres Partai Republik, dengan mengatakan mayoritas "berlangganan teori konspirasi yang menyangkal keberadaan dan sifat perubahan iklim," bahkan di tengah peristiwa cuaca yang memburuk.
Sebaiknya Anda baca juga:
Gedung Putih menunda acara parade di luar ruangan, meskipun parade dan festival akhir pekan ini tetap berjalan untuk saat ini. Sementara itu, Kebun Binatang Nasional mengumumkan akan tutup "demi keselamatan hewan kami, staf kami, dan tamu kami."
The Washington Nationals, tim Major League Baseball ibu kota, mengumumkan akan menunda pertandingan sorenya melawan Arizona Diamondbacks.
Hemadri Vora, seorang turis berusia 42 tahun dari Mumbai, menghabiskan hari bersama keluarganya di Washington setelah berkunjung ke New York.
"Ini sedikit mengecewakan," katanya kepada AFP di Monumen Washington, tetapi dia sudah terbiasa dengan tingkat polusi yang sama di kampung halamannya. "Jelas, gambarnya tidak akan terlalu jelas."
Sekolah umum di ibu kota membatalkan semua kegiatan di luar ruangan termasuk istirahat, pendidikan jasmani, latihan atletik, dan kompetisi.
Administrasi Penerbangan Federal mengatakan jarak pandang yang rendah telah memaksanya mengambil langkah-langkah untuk "mengelola arus lalu lintas dengan aman ke New York City, DC, Philadelphia dan Charlotte."
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!