
InterContinental Jakarta Pondok Indah Rayakan Ramadan dengan Kebersamaan dan Kuliner Istimewa
Foto: Dok. InterContinental Jakarta Pondok IndahJAKARTA - Ramadan merupakan momen istimewa bagi masyarakat Jakarta. Bulan suci ini menjadi waktu yang tepat untuk berkumpul bersama keluarga, sahabat, dan komunitas, berbagi kebahagiaan, serta mempererat tali silaturahmi. Di InterContinental Jakarta Pondok Indah, suasana Ramadan selalu dirayakan dengan penuh kemeriahan, menghadirkan pengalaman berbuka puasa yang berkesan, hadiah eksklusif, serta acara budaya yang menarik.
Dalam rangka menyambut Ramadan, InterContinental Jakarta Pondok Indah bekerja sama dengan Batik Chic, sebuah merek yang terkenal dengan karya seni khas Indonesia. Kolaborasi ini menghadirkan hampers Ramadan eksklusif yang berisi selendang dan kain doa spesial, dikemas dengan indah bersama berbagai kudapan premium seperti Lapis Legit, kurma Medjool, teh mint Maroko, serta kue artisan.
Hampers ini tersedia dalam empat pilihan, yaitu Royale, Diamond, Gold, dan Silver. Selain hampers, hotel ini juga menghadirkan Signature Ramadan Cake Collection, yang menyajikan berbagai pilihan kue khas seperti Black Sticky Rice Pandan Cake dan Lapis Kurma, yang sempurna untuk dinikmati saat berbuka puasa bersama keluarga.
InterContinental Jakarta Pondok Indah menghadirkan pengalaman berbuka puasa yang istimewa dengan kehadiran Chef Yuda Bustara, pemenang Maverick Academy di Netflix. Dikenal dengan gaya memasaknya yang modern dan inovatif, Yuda akan menyajikan hidangan khas seperti Kambing Guling dengan Rempah Aceh, Lobster Bisque Lentil Soup, serta Grilled Wagyu Tongue dengan Saus Lada.
Selain itu, legenda kuliner Indonesia, William Wongso, turut berkontribusi dengan menyajikan menu spesial dalam koleksi rantangan takeaway. Salah satu menu andalannya adalah Nasi Minyak Batanghari Jambi, yang menjadi favorit dalam berbagai acara pernikahan eksklusif di hotel ini.
Sementara itu, Chef Yuda juga mempersembahkan Nasi Kebuli Kambing Muda, yang menggabungkan cita rasa khas Indonesia dan Maroko. Konsep rantangan ini diadaptasi dari tradisi berbagi makanan sebagai bentuk kasih sayang, menjadikannya pilihan sempurna untuk berbuka puasa bersama keluarga dan sahabat.
Beragam Pilihan Bersantap di Bulan Ramadan
-
Iftar di Sugar & Spice – Menawarkan buffet mewah dengan hidangan khas Timur Tengah dan Indonesia, termasuk Bebek Betutu, enam jenis sate, serta hidangan khas Arab seperti mezze, lamb ouzi, dan shawarma. Hidangan ini dilengkapi dengan beragam makanan penutup seperti kurma, Turkish delights, dan Bir Pletok khas Betawi.
-
Omakase Iftar di SHIO – Bagi yang ingin menikmati berbuka puasa dengan suasana eksklusif, SHIO menawarkan pengalaman Omakase Iftar dengan enam hidangan khas Jepang yang dipersiapkan menggunakan bahan-bahan premium.
-
Buka Puasa di The Lounge – Menyediakan camilan manis dan gurih seperti pastry dengan kurma, teh khas Arab, dan petits fours dalam suasana yang nyaman dan santai.
Bagi yang ingin mengadakan acara Halal Bihalal, InterContinental Jakarta Pondok Indah menawarkan paket khusus untuk pertemuan dalam kelompok besar. Paket ini mencakup berbagai pilihan menu lezat, live food station interaktif, serta suasana yang mendukung silaturahmi dan kebersamaan.
Sebagai destinasi utama Ramadan di Jakarta, InterContinental Jakarta Pondok Indah menghadirkan perpaduan budaya, keahlian kuliner, dan layanan premium untuk memastikan setiap momen di bulan suci ini menjadi lebih berkesan.
Untuk reservasi dan informasi lebih lanjut, hubungi +62 21 3950 7355 atau kunjungi www.jakartapondokindah.intercontinental.com.
(IKN)
Redaktur: redaktur_iklan
Penulis: Redaktur_iklan
Tag Terkait:
Berita Trending
- 1 Terkenal Kritis, Band Sukatani Malah Diajak Kapolri Jadi Duta Polri
- 2 Pangkas Anggaran Jangan Rampas Hak Aktor Pendidikan
- 3 Akses Pasar Global Makin Mudah, BEI Luncurkan Kontrak Berjangka Indeks Asing
- 4 Bangun Infrastruktur yang Mendorong Transformasi Ekonomi
- 5 Guterres: Pengaturan Keamanan Global "Berantakan"