Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

IMF: Pemulihan Negara Berkembang Butuh Waktu Bertahun-tahun

📅 Kamis, 07 Okt 2021, 00:02 WIB | Oleh: Tim Redaksi
IMF: Pemulihan Negara Berkembang Butuh Waktu Bertahun-tahun Doc: CLEMENS BILAN/AFP
Ket. KRISTALINA GEORGIEVA Direktur Pelaksana IMF - Kami menghadapi pemulihan global yang tetap tertatih-tatih oleh pandemi dan dampaknya. Kami tidak dapat berjalan ke depan dengan benar seperti berjalan dengan ada batu menggelantung di sepatu.

WASHINGTON - Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan pertumbuhan ekonomi global pada 2021 sedikit lebih rendah dari perkiraan sebelumnya pada Juli lalu yang diproyeksi tumbuh 6 persen. Revisi turun tersebut karena adanya risiko utang dan inflasi serta tren ekonomi yang berbeda setelah pandemi Covid-19.

Direktur Pelaksana IMF, Kristalina Georgieva, dalam pidato secara daring di Bocconi University, Italia, Selasa (5/10), mengatakan ekonomi global bangkit kembali, namun pemulihannya terbatas karena kesenjangan vaksinasi.

Prospek ekonomi global yang akan diperbarui pekan depan memperkirakan ekonomi negara maju pada 2022 akan kembali ke tingkat output sebelum pandemi. Namun demikian, sebagian besar negara berkembang akan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk pulih.

"Kami menghadapi pemulihan global yang tetap tertatih-tatih oleh pandemi dan dampaknya. Kami tidak dapat berjalan ke depan dengan benar seperti berjalan dengan ada batu menggelantung di sepatu," katanya.

Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok, jelasnya, tetap menjadi mesin pertumbuhan yang vital, begitu pula Italia dan negara Eropa lainnya menunjukkan momentum yang meningkat, tetapi pertumbuhan memburuk di tempat lain.

Tekanan inflasi sebagai faktor utama yang berisiko diperkirakan akan mereda di sebagian besar negara pada 2022, tetapi akan terus memengaruhi beberapa negara berkembang. Ekspektasi inflasi yang berkelanjutan dapat menyebabkan kenaikan suku bunga yang cepat dan kondisi keuangan lebih ketat.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Jubilee USA Network, Eric Le Compte, mengatakan utang yang tinggi, harga pangan yang melonjak dan kurangnya vaksin adalah ancaman terbesar yang dihadapi negara-negara berkembang.

"Kami menghitung kerugian ekonomi dalam triliunan jika negara berkembang tidak dapat mengakses vaksin," kata Le Compte.

Lebih lanjut, Georgieva mengatakan dengan tingkat utang global yang sudah sekitar 100 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) global, maka banyak negara berkembang memiliki kemampuan yang sangat terbatas untuk menerbitkan utang baru.

Perlu Diantisipasi

Pakar Ekonomi dari Universitas Surabaya (Ubaya), Wibisono Hardjopranoto, mengatakan revisi ekonomi global oleh IMF itu perlu antisipasi agar probability success pertumbuhan global bisa lebih baik.

"Geopolitik global seperti hubungan AS-Tiongkok baik potensi konflik dan perang dagangnya sebagai dua ekonomi utama jelas berpengaruh terhadap pertumbuhan global," kata Wibisono.

Selain itu, faktor pertumbuhan penduduk dan climate change (perubahan iklim) juga perlu diwaspadai karena sangat memengaruhi kualitas hidup manusia dan produksi pangan. Semakin tinggi tingkat pertumbuhan penduduk dunia, semakin besar eksploitasi alam yang membuat peluang kerusakan lingkungan semakin besar.

"Penerapan zero carbon yang belum sesuai harapan juga dapat memengaruhi kualitas kehidupan penduduk dunia ke depan, juga persoalan kesenjangan ekonomi antara negara maju dan miskin yang semakin lebar," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.00...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.