Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

“Flor de la Mar', Kapal Pembawa Hasil Jarahan yang Tenggelam

📅 Rabu, 06 Mar 2024, 06:10 WIB | Oleh:
“Flor de la Mar', Kapal Pembawa Hasil Jarahan yang Tenggelam Doc: Wikimedia
Ket. Replika kapal Flor de la Mar di Museum Maritim Melaka, Malaysia.

Portugis saat menaklukkan Malaka mendapatkan harta jarahan amat melimpah. Ketika harta jarahan itu hendak dikirim ke Goa dengan Flor de la Mar, kapal itu diserang badai dan tenggelam suatu tempat di lepas pantai Sumatra.

Setelah usaha pertama gagal, pada kali kedua Portugis berhasil menaklukkan Malaka. Penjajah ini lalu merampas harta berharga dari pusat perdagangan rempah-rempah itu kemudian diangkut dengan empat kapal.

Kapal pertama dan terbesar yang mengakut hasil jarahan adalah Flor de la Mar. Tiga kapal lainnya adalah Enxobregas, Trinidade, dan Jong Jawa. keempatnya berlayar menuju Goa, India pada 20 Januari 1512 dengan Albuquerque sebagai pimpinannya.

Namun kapal Flor de la Mar tidak pernah sampai ke Goa, padahal kapal dengan muatan 400 ton ini sebelumnya telah teruji mampu mengarungi lautan pada abad ke-16, seperti India, Malaka dan Mozambik melewati Tanjung Harapan, karena tenggelam di sebuah pantai di Selat Malaka.

Kapal ini membawa harta karun dalam jumlah besar ketika tenggelam di suatu tempat di lepas pantai Sumatra, kemungkinan di ujung utara Selat Malaka, atau kemungkinan di pantai timur Aceh. Ketika kapal tenggelam, geladaknya penuh muatan berharga hasil jarahan di Kerajaan Malaka yang baru ditaklukkan.

Upaya untuk menemukan kapal ini telah dilakukan selama bertahun-tahun, meski belum berhasil. Ada yang menyatakan bahwa kapal tersebut telah ditemukan, namun hal ini tidak didukung dengan bukti. Dengan demikian, bangkai kapal Flor de la Mar beserta harta karun yang diangkutnya masih dianggap hilang.

Flor de la Mar dianggap sebagai salah satu kapal terbesar dan terindah di abad pertengahan. Kapal ini dibuat pada 1502 di Lisbon. Pada tahun yang sama, Flor de la Mar melakukan pelayaran perdananya dengan berlayar dari Lisbon ke Índia di bawah komando Estêvão da Gama. Pada tahun berikutnya, kapal tersebut berlayar kembali ke Portugal, membawa rempah-rempah India.

Tahun 1505, kapal tersebut menjadi bagian dari pelayaran lain ke India, kali ini di bawah komando João da Nova. Dalam perjalanan pulang pada tahun berikutnya, Flor de la Mar terpaksa singgah di Mozambik selama hampir satu tahun untuk perbaikan.

Sebaiknya Anda baca juga:

Yang menarik Flor de la Mar tidak hanya digunakan untuk perdagangan maupun untuk pertempuran. Hal itu terjadi pada pada tahun-tahun berikutnya ketika Portugis mulai berkonflik dengan negeri-negeri jajahan.

Pada 1507, misalnya, kapal ini terlibat dalam misi Portugis menaklukkan Ormuz, sebuah wilayah di Iran saat ini. Pada tahun berikutnya, kapal tersebut ikut serta dalam pertempuran Diu di negara bagian barat India. Selain itu juga terlihat dalam penaklukan Goa pada 1510.

Pada 1511, Portugis mengarahkan perhatiannya pada Kesultanan Malaka. Saat itu kota ini merupakan kota dagang paling sibuk di dunia dengan memperdagangkan rempah-rempah dari wilayah Indonesia timur yang diburu oleh pedagang Eropa.

Dari koloni barunya yaitu Goa, kapal-kapal Portugis, salah satunya Flor de la Mar, memulai pelayaran penaklukannya wilayah lain. Ekspedisi ini dipimpin oleh Alfonso d'Albuquerque, Gubernur India Portugis ketika itu.

Ekspedisi Portugis di Malaka berhasil. Kota itu menjadi bagian dari kerajaan seberang laut mereka. Di wilayah ini, Portugis mendapatkan banyak rampasan. Dengan kapal berkapasitas besar ini, Portugis mengangkut barang bermuatan penuh untuk dibawa kembali ke istana Raja Manuel I di Lisbon.

Namun celakanya ketika terisi penuh, Flor de la Mar sulit untuk bermanuver. Selain itu, kapal ini telah mengalami kerusakan lalu diperbaiki beberapa kali selama bertahun-tahun, sehingga menjadikannya bukan kapal teraman untuk mengangkut rampasan perang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
SPMB 2026 Bengkulu Tanpa Ti...
Megapolitan
Pemutihan Pajak Kendaraan B...
Megapolitan
30 Rumah di Tanah Tinggi Ja...
Megapolitan
Dua WNA Ditemukan Meninggal...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.