Kawal Pemilu Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video Infografis
Distribusi Pendapatan I APBN Harus Mendukung Kesejahteraan Rakyat yang Lebih Luas

Demokrasi Harus Jadi Instrumen Atasi Ketimpangan

Foto : ISTIMEWA

SUROKIM ABDUSSALAM Wakil Rektor Tiga UTM - Jika selama ini demokrasi hanya mementingkan pertumbuhan dan membuat ketimpangan serta kesenjangan maka demokrasi harus bisa menutup kelemahannya tersebut dengan memeratakan pertumbuhan.

A   A   A   Pengaturan Font

Di dalam praktiknya, sering kali pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan disertai demokrasi yang berjalan baik, kesenjangan pun tampak sangat tajam. Di Amerika misalnya, negara yang dianggap sebagai contoh ekonomi kuat dunia dan demokrasi paling matang, ternyata kesenjangan ekonominya sangat tajam. Kekayaan di Amerika hanya terkonsentrasi di kalangan atas saja.

"Padahal keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan demokrasi berkaitan erat dengan bagaimana manfaat ekonomi didistribusikan di tengah masyarakat. Di Amerika, demokrasinya terlalu liberal, malah kemudian manfaat distribusinya juga rendah," kata Aditya.

Sebaliknya, di negara seperti Norwegia, pendekatan yang kuat terhadap redistribusi kekayaan melalui pajak tinggi dan program kesejahteraan sosial telah membantu mengurangi kesenjangan dan memberikan manfaat ekonomi kepada seluruh warga negara.

"Cuma penduduknya sedikit, hanya lima juta, sehingga ekonomi dan demokrasi bisa jalan bareng. Berbeda dengan Singapura yang demokrasinya dianggap kurang, namun ekonominya relatif baik dan juga terdistribusi dalam layanan publik yang luar biasa," kata Aditya.

Satu contoh lain bagaimana kombinasi demokrasi dan pertumbuhan ekonomi, menurut Aditya, ada pada Selandia Baru, di mana pemerintah melibatkan masyarakat dalam proses perencanaan anggaran melalui konsultasi publik secara terbuka. Partisipasi itu membantu memastikan bahwa kebijakan ekonomi yang diambil mencerminkan aspirasi dan kebutuhan berbagai kelompok masyarakat.
Halaman Selanjutnya....


Redaktur : Vitto Budi
Penulis : Selocahyo Basoeki Utomo S, Eko S

Komentar

Komentar
()

Top