Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Asean Diharapkan Lebih Responsif pada Isu Kesenjangan Pembangunan

📅 Selasa, 08 Okt 2024, 00:03 WIB | Oleh:
Asean Diharapkan Lebih Responsif pada Isu Kesenjangan Pembangunan Doc: ANTARA/HO-Kemenko Perekonomian
Ket. Rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-44 dan ke-45 ASEAN yang digelar pada 6-11 Oktober 2024 di Vientiane, Laos (6/10/2024).

JAKARTA - Negara-negara di kawasan Asia Tenggara (Asean) diharapkan lebih responsif terhadap isu kesenjangan pembangunan di kawasan. Deputi bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional Kemenko Perekonomian, Edi Prio Pambudi, sebagai pemimpin delegasi Indonesia dalam Rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-44 dan ke-45 Asean berharap akan lebih banyak inisiatif untuk agenda keberlanjutan dalam pertemuan yang akan berlangsung pada 6-11 Oktober 2024 di Vientiane, Laos.

"Kita mempunyai banyak inisiatif untuk agenda keberlanjutan, namun yang lebih penting adalah bagaimana kita merumuskan rencana aksi yang strategis untuk menjalankan berbagai inisiatif tersebut," kata Edi dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin (7/10).

Dalam KTT itu, isu-isu ekonomi yang dibahas, meliputi lanskap ekonomi regional, capaian prioritas ekonomi Asean, capaian implementasi Cetak Biru Asean 2025, isu keberlanjutan, isu transformasi digital, penyusunan Rencana Strategis MEA 2026-2030, keanggotaan Timor Leste, serta dokumen yang akan disepakati pada tingkat menteri dan kepala negara. "Saya ucapkan selamat kepada Laos atas Keketuaan di Asean 2024.

Sudah banyak capaian positif, namun ada beberapa inisiatif yang perlu menjadi perhatian ke depan, yaitu penguatan infrastruktur pariwisata, penekanan pada isu geopolitik dan geoekonomi, identifikasi potensi kerja sama dengan mitra Asean termasuk Gulf Cooperation Council (GCC)," kata Edi. Keketuaan Laos di Asean tahun 2024 mengangkat tema "Enhancing Connectivity and Resilience".

Melalui tema tersebut, Laos memiliki misi utama untuk mempromosikan konektivitas infrastruktur, mempersempit kesenjangan pembangunan, mempromosikan integrasi ekonomi, mendorong hubungan antarmasyarakat, serta memperkuat hubungan Asean dengan mitra eksternal. Untuk mendukung misi tersebut, prioritas ekonomi Laos fokus pada tiga strategi utama, yaitu integrasi dan konektivitas, inklusivitas, dan keberlanjutan.

Ketidakadilan Sosial

Wakil Rektor Tiga, Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Surokim Abdussalam, yang diminta tanggapannya, mengatakan dengan kesenjangan yang masih lebar, Indonesia seharusnya dapat menginisiasi dan mengajak anggota Asean lainnya untuk bersinergi mengatasi masalah kesenjangan di kawasan.

"Saya kira Indonesia berkepentingan dalam isu kesenjangan tersebut karena merupakan salah satu masalah yang masih dihadapi terutama dengan meningkatnya kesenjangan standar hidup di antara masyarakat, dan semakin terpusatnya kekayaan pada segelintir orang," kata Surokim.

Hal itu juga bukan persoalan ketidakadilan sosial semata, tetapi juga menjadi penyebab stagnansi pertumbuhan karena porsi pendapatan 20 persen kelompok terkaya meningkat, tapi pertumbuhan ekonomi justru rendah. "Kondisi tersebut karena manfaatnya tidak sampai menetas ke bawah, yang menyebabkan tingkat ketimpangan Indonesia relatif tinggi dan naik lebih cepat daripada sebagian besar negara tetangga," pungkas Surokim.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

17 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

22 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
Megapolitan
Jelang Pertunjukkan Teater ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.