Apakah AI telah Meretas Sistem Operasi Peradaban Manusia?
📅 Sabtu, 21 Sep 2024, 11:53 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: The Conversation
Darius von Guttner Sporzynski, Australian Catholic University
Buku Sapiens: A Brief History of Humankind dan Homo Deus: A Brief History of Tomorrow telah melatih kita untuk mengharapkan ide-ide revolusioner dari sejarawan ternama, Yuval Noah Harari. Melalui buku ini, kita bak menjadi model kecerdasan buatan (AI) yang dilatih menggunakan kumpulan data besar untuk belajar dan memprediksi.
Dalam buku terbarunya, Nexus: A Brief History of Information Networks from the Stone Age to AI, Harari mengulas perjalanan panjang sejarah dan masa depan jaringan manusia. Ia menggunakan beragam contoh, baik dari masa lalu maupun era modern, untuk menunjukkan bagaimana informasi membentuk dan terus mengubah masyarakat.
Dalam buku Sapiens, Harari mengeksplorasi revolusi kognitif yang memberikan manusia kemampuan unik untuk menciptakan mitos dan narasi bersama. Sementara itu, dalam buku Nexus, ia menyoroti bagaimana narasi ini disebarkan, dipertahankan, dan diubah melalui jaringan informasi.
Salah satu argumen utama Harari dalam buku ini adalah: AI mewakili kekuatan baru yang sangat radikal dalam perkembangan peradaban manusia. Tema tersebut pernah ia angkat dalam sebuah artikel pada 2023 tentang kemampuan AI untuk memanipulasi bahasa, budaya, dan masyarakat. Lewat artikel tersebut, ia mengingatkan bahwa AI telah "meretas sistem operasi peradaban manusia."
Sebaiknya Anda baca juga:
Buku Nexus mencakup perjalanan panjang sejarah manusia, mulai dari kemunculan Homo sapiens dan interaksinya dengan manusia purba hingga perkembangan teknologi mutakhir seperti Neuralink (implan yang memungkinkan pengguna berkomunikasi dengan komputer hanya melalui pikiran) dan dampak AI terhadap masa depan peradaban manusia.
Harari mengajak pembaca melintasi ribuan tahun sejarah lewat Nexus. Kemampuannya untuk mempertahankan argumen yang koheren tentang pentingnya jaringan informasi menjadi salah satu kekuatan terbesar buku ini. Hubungan yang ia gambarkan antara sejarah kuno dan teknologi modern menantang pembaca untuk memikirkan ulang pemahaman mereka tentang masa lalu dan masa kini.
Terkadang, narasi Harari memang terkesan arogan, terutama ketika ia menjelaskan hubungan antara peristiwa dan fenomena yang tampaknya tidak terkait di bawah payung besar "jaringan". Namun, keberaniannya dalam mengeksplorasi hal ini justru menjadi daya tarik tersendiri bagi para pembacanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Terlepas dari apakah pembaca setuju atau tidak, Harari kembali membuktikan bahwa mempelajari sejarah sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia.
Sejarah-Harari sekali lagi mengingatkan kita dengan tegas-menawarkan pelajaran berharga dalam etika dan moralitas dengan menyoroti konsekuensi dari tindakan manusia. Sejarah menantang kita untuk mempertimbangkan implikasi moral dari berbagai keputusan yang dibuat oleh para pemimpin maupun orang-orang biasa. Ia juga menantang kita untuk merenungkan pilihan-pilihan kita sendiri.
Jaringan: fondasi kerja sama manusia
Inti dari Nexus adalah gagasan bahwa jaringan-baik sosial, politik, ekonomi, maupun teknologi-merupakan landasan kerja sama dan kekuatan manusia. Harari berpendapat bahwa kekuatan masyarakat selalu berasal dari kemampuan mereka menciptakan dan memelihara jaringan informasi. Jaringan ini kemudian memungkinkan kolaborasi dalam skala besar serta distribusi sumber daya, pengetahuan, dan kekuasaan.
Ia menunjukkan bahwa jaringan ini tidak hanya terbatas pada infrastruktur fisik seperti jalan atau rute perdagangan, tetapi juga mencakup jaringan tak kasat mata berupa keyakinan bersama, narasi budaya, dan hukum.
Harari turut menyoroti bahwa cerita-sebuah tema kunci dalam Sapiens-berperan menciptakan jaringan-jaringan ini. Dia menunjukkan bagaimana kemampuan berkomunikasi dan memperkuat ide-ide abstrak seperti pemerintah, agama, dan uang, telah menjadi dasar bagi kemajuan manusia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!