Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ancaman Kekeringan dan Kekurangan Air Semakin Nyata

📅 Rabu, 01 Nov 2023, 01:47 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Ancaman Kekeringan dan Kekurangan Air Semakin Nyata Doc: KORAN JAKARTA / ONES, GISS Surface Temperature Ana
Ket. Musim Panas 2023 Pecahkan Rekor Suhu Terpanas - Menurut catatan NASA musim panas tahun ini lebih hangat 1,2 derajat Celcius dibanding suhu rata-rata musim panas antara 1951 dan 1980.

JAKARTA - Pemerintah dalam World Hydropower Congress yang berlangsung di Bali menyerukan perlunya mempercepat transisi energi dengan beralih ke energi hijau yang berkelanjutan guna menghindari kenaikan suhu bumi. Hal itu juga menyikapi perubahan iklim yang telah menimbulkan banyak bencana yang merugikan populasi dunia.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sendiri bahkan menyebutkan kalau bumi saat ini bukan lagi mengalami global warming, tapi sudah masuk ke global boiling.

PBB menyebutkan, kenaikan suhu bumi jika dibiarkan mencapai lebih dari 1,5 derajat Celsius, diprediksi akan mengakibatkan 210 juta orang mengalami kekurangan air, 14 persen populasi akan terpapar gelombang panas, dan 297 juta rumah akan terendam banjir pesisir, serta 600 juta orang akan mengalami malnutrisi akibat gagal panen.

Fenomena itu menjadi ancaman nyata bagi semua kalangan di berbagai belahan dunia yang membutuhkan kerja kolaboratif. Sebab itu, Indonesia harus memacu transisi energi dengan menambah skala energi baru terbarukan. Apalagi, Indonesia kaya akan potensi energi hijau. Berdasarkan kalkulasi, RI diperkirakan memiliki potensi hingga 3.600 gigawatt, baik dari matahari, angin, dari panas bumi, dari arus laut dari ombak, dari bioenergi dan juga hydropower.

Peneliti Sustainability Learning Center (SLC), Hafidz Arfandi, yang diminta pendapatnya mengatakan dampak perubahan iklim global cukup nyata dan semakin serius, dengan tingkat emisi global saat ini jika dibiarkan kemungkinan terjadi kenaikan suhu global bisa mencapai lebih dari 2 derajat Celsius.

Dari kenaikan suhu bumi itu, ancaman terhadap kekeringan dan kekurangan sumber air semakin nyata. Selain air, juga akan mengancam pasokan pangan dan berdampak pada kesehatan manusia.

Sebagai gambaran, kata Hafidz, dampak El Nino tahun ini sudah menaikkan suhu 0,9 derajat Celsius di sebagian area Samudera Pasifik, namun sudah menyebabkan cuaca ekstrem di hampir seluruh area ekuator (Asia, Afrika, dan Amerika Latin) selama hampir empat bulan.

"Di situlah pentingnya kerja sama global dan komitmen seluruh negara, yang serius menekan emisi dengan skema net zero emission (NZE) sesuai The Paris Agreement, agar pada 2030 nanti suhu global bisa tetap ditahan di bawah 1,5 derajat Celsius," kata Hafidz.

Sebaiknya Anda baca juga:

Apalagi Indonesia, terangnya, menargetkan penurunan emisi 41 persen, atau 140 juta ton CO2 pada 2030 dan baru ditargetkan mencapai NZE pada 2040. Pekerjaan rumah (PR) paling serius terutama pada aspek transisi energi dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan, yang berkontribusi paling besar dalam menyumbang emisi.

Kalau dibiarkan, perubahan suhu global di atas 1,5 derajat Celsius tidak hanya akan membuat hilangnya sebagian lapisan es di Antartika, tapi juga melahirkan instabilitas iklim dengan perubahan cuaca ekstrem, dan berakibat serius pada sektor pertanian dan perikanan, yang secara serius akan berdampak pada ketahanan pangan global.

"Juga akan menyebabkan munculnya risiko-risiko lain, seperti tenggelamnya pulau-pulau kecil dan juga risiko epidemi dengan terjadinya mutasi genetis mikroorganisme yang dapat menyebabkan dampak pada kesehatan, dan sebagainya," paparnya.

Oleh karena itu, dia mengatakan bahwa penanganan iklim butuh komitmen serius dan melibatkan multistakeholder dari level terkecil di komunitas hingga pemerintah pusat dan relasi global.

Kematian Meningkat

Sementara itu, sebuah penelitian baru yang didukung oleh Institut Kesehatan Nasional Amerika Serikat (AS) yang dipublikasikan Senin (30/10) waktu setempat menunjukkan kematian terkait kardiovaskular (gagal jantung) di negara adidaya itu diperkirakan akan meningkat antara 2036 hingga 2065 akibat panas ekstrem.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
Daerah
Kasus yang Melingkungi Proy...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.