Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perkuat Cadangan Pangan! Bulog Catat Rekor Penyerapan Gabah 4,4 Juta Ton Setara Beras, Apa Dampaknya bagi Petani?

9 Senin, 09 Nov 2026, 02:40 WIB | Oleh:
Perkuat Cadangan Pangan! Bulog Catat Rekor Penyerapan Gabah 4,4 Juta Ton Setara Beras, Apa Dampaknya bagi Petani? Perkuat Cadangan Pangan! Bulog Catat Rekor Penyerapan Gabah 4,4 Juta Ton Setara Beras, Apa Dampaknya bagi Petani? Doc: Antara foto
Ket. Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani (kedua kiri) bersama jajaran direksi Perum Bulog di Jakarta, Minggu (8/11).

JAKARTA - Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan penyerapan gabah petani telah menembus 4,4 juta ton setara beras sebagai langkah memperkuat cadangan pangan menghadapi dinamika global.

"Serapan kami saat ini sudah lebih dari 4,4 juta ton setara beras. Serapan itu tertinggi selama Indonesia merdeka, belum pernah sampai angka 4,4 juta ton," kata Rizal ditemui usai mengikuti rapat kerja dengan Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman di Jakarta, Minggu.

Bulog, lanjutnya, sejak awal tahun mengarahkan percepatan penyerapan hasil panen petani setelah muncul proyeksi ancaman kekeringan ekstrem akibat fenomena El Nino yang berpotensi mempengaruhi produksi pangan nasional.

Strategi tersebut dilakukan agar pemerintah memiliki cadangan beras yang memadai untuk mengantisipasi kemungkinan penurunan produksi akibat cuaca ekstrem maupun gangguan pasokan pangan dunia.

"Dulu kami pernah menyampaikan, bahwa dengan adanya informasi pada awal-awal tahun mau ada El Nino. Makanya, Direktur Pengadaan kami, kami perintahkan untuk menyerap beras atau menyerap hasil gabah dari panen petani semaksimal mungkin pada awal tahun," ujarnya.

Menurut Rizal, realisasi penyerapan tersebut menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia dan mencerminkan komitmen pemerintah menjaga hasil panen petani tetap terserap optimal sesuai dengan harga pembelian pemerintah (HPP) Rp6.500 per kilogram.

Cadangan hasil penyerapan itu dipersiapkan sebagai langkah antisipasi menghadapi berbagai ketidakpastian, termasuk dampak El Nino dan perkembangan situasi geopolitik yang mempengaruhi perdagangan pangan global.

Memasuki November, lanjut Rizal, kemampuan penyerapan harian memang menurun dibandingkan masa panen raya karena produksi gabah petani ikut berkurang seiring perubahan musim dan kondisi iklim.

Meski demikian, Bulog memastikan penyerapan hasil panen petani tetap berlangsung setiap hari agar gabah yang tersedia di lapangan tetap memperoleh kepastian pasar.

"Sekarang pada bulan November sekira 4.000 ton per hari setara beras, kalau gabahnya 8.000 ton. Yang biasanya kami pada awal tahun bisa 20 ribu ton, bahkan bisa sampai 60 ribu ton setara beras per harinya," jelasnya.

Rizal menegaskan kegiatan penyerapan tidak berhenti meskipun target awal telah tercapai sebanyak 4 juta ton setara beras, karena pemerintah tetap mengutamakan perlindungan terhadap petani dan stabilitas pasokan beras.

Bulog akan melanjutkan penyerapan hingga akhir tahun sesuai arahan pemerintah, kemudian meneruskannya pada awal tahun berikutnya tanpa menghentikan aktivitas pembelian gabah petani.

Menurut Rizal, kesinambungan penyerapan menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan antara kepentingan petani sebagai produsen dan kebutuhan masyarakat sebagai konsumen.

Selain menyerap gabah, Bulog terus memperkuat pengelolaan cadangan beras pemerintah agar siap digunakan ketika diperlukan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan nasional.

Hingga 8 November 2026, stok cadangan beras pemerintah (CBP) yang dikelola Bulog telah mencapai sekitar 4,5 juta ton sebagai hasil penguatan penyerapan sepanjang tahun berjalan.

Rizal optimistis kesinambungan penyerapan gabah petani dan penguatan cadangan beras pemerintah akan memperkokoh ketahanan pangan nasional menghadapi tantangan iklim serta dinamika ekonomi dan geopolitik global.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
Luar Negeri
Aksi Protes di Paris Bentrok
Olahraga
Brunson Bantu Knicks Tunduk...

Jangan Gagal Lagi di Kumamoto Masters

1.5 jam yang lalu | Sujar

Olahraga
Jangan Gagal Lagi di Kumamo...
Advertisement
Jakarta National Championship Pencak Silat 2026: Ajang Cetak Bibit Unggul Pesilat Muda

Jakarta National Championship Pencak Silat 2026: Ajang Cetak Bibit Unggul Pesilat Muda

08 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.