Wayang Tetap Punya Tempat di Era Modern, Wali Kota Semarang Ungkap Alasannya
Senin, 09 Nov 2026, 02:15 WIB | Oleh: Marcellus Widiarto
Doc: Antara foto
SEMARANG - Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menyampaikan bahwa wayang sebagai warisan kebudayaan tradisional mewariskan pelajaran yang tetap relevan bagi setiap generasi.
"Wayang ada adalah kekayaan peradaban kita," katanya saat membuka Festival Wayang Semesta 2026 di Lapangan Pancasila, Semarang, Minggu malam.
Menurut dia, wayang menceritakan mengenai karakter manusia dan kehidupannya yang secara garis besar sama dalam setiap zaman.
Di dalam cerita, lakon, maupun tokoh pewayangan, kata dia, tersimpan kisah tentang kehidupan, seperti kebijaksanaan, kepemimpinan, keberanian, dan nilai-nilai kemanusiaan.
"Kalau zaman dulu kala ketika nenek-kakek saya masih hidup, kita ini di-'condro', diperlambangkan. Saya ini siapa? (Dalam tokoh wayang, red.). Dulu dan sekarang, watak, karakter, kejadian, keinginan, emosi sama," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Festival Wayang Semesta 2026 menampilkan tiga legenda wayang orang dari tiga daerah dalam satu panggung, dengan kolaborasi membawakan lakon "Sekar Mustika".
Tiga kelompok yang tampil dalam pementasan utama adalah Wayang Orang Ngesti Pandowo dari Semarang, Wayang Orang Sriwedari dari Solo, dan Wayang Orang Bharata dari Jakarta.
"Saya memberikan penghormatan yang luar biasa kepada seluruh seniman dan pengelola tiga kelompok (wayang orang, red.) karena sudah bertemu dan mempertemukan sesuatu untuk bisa dinikmati," katanya.
Selain pementasan kolosal wayang orang, festival ini juga menghadirkan Wayang Potehi Tek Gie Hien, pertunjukan wayang kulit oleh dalang cilik, serta penampilan penari dari Akademi Wayang Semarang.
Festival Wayang Semesta 2026 turut dimeriahkan penyanyi Nugraha Pawestri, OM Syalala, Vaganza Band, dan bintang tamu nasional Gilang Dirga.
"Kita akan terus mempertahankannya (Festival Wayang Semesta) supaya wayang hidup di antara masyarakat kita," katanya.
Ia mengatakan bahwa Festival Wayang Semesta juga memiliki arti yang penting bagi pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif Kota Semarang.
Penyelenggaraan festival wayang di kawasan Simpang Lima menghadirkan pengalaman yang dapat dinikmati oleh masyarakat luas dan gratis, sekaligus memperkuat daya tarik kota sebagai destinasi wisata.
"Tahun 2027 akan semakin banyak kita mengadakan acara, dan lain sebagainya, dan kalau ada acara, ada UMKM yang tumbuh. Apalagi kalau gratis. Pertunjukannya gratis, UMKM-nya pasti akan sangat banyak," katanya.
Melalui cara-cara seperti inilah, kata dia, pementasan wayang tetap dapat dilestarikan, serta menghidupkan roda perekonomian di Kota Semarang.
"Kita dapat menghidupi para seniman wayang di dalam kehidupan perdagangan jasa dan proses perekonomian Kota Semarang yang terus tumbuh ini," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!