Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pariwisata Pesisir Gorontalo Harus Berbasis Ekonomi Masyarakat

5 Kamis, 05 Nov 2026, 16:27 WIB | Oleh:
Pariwisata Pesisir Gorontalo Harus Berbasis Ekonomi Masyarakat Pariwisata Pesisir Gorontalo Harus Berbasis Ekonomi Masyarakat Doc: ANTARA/Faradila Alim
Ket. Rumah warga di Desa Bajo, Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Gorontalo, Rabu (4/11).

GORONTALO -- Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Gorontalo mendorong pengembangan pariwisata pesisir dengan melibatkan masyarakat lokal, sebagai bagian dari upaya memperluas peluang ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem laut.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Gorontalo Aryanto Husain di Gorontalo, Rabu, mengatakan pembangunan kawasan wisata pesisir perlu mengedepankan keterlibatan masyarakat melalui pendekatan pengelolaan bersama atau co-management.

Menurut dia, pengembangan pariwisata tidak cukup hanya mengandalkan kajian teknis pemerintah, tetapi juga harus mempertimbangkan kondisi sosial ekonomi, lingkungan, serta kebutuhan masyarakat yang telah lama menggantungkan hidup di kawasan tersebut.

"Ketika ada pembukaan wisata baru, bagaimana caranya bisa co-management dengan masyarakat setempat sehingga mereka bisa ikut terlibat," katanya.

Ia menjelaskan, keterlibatan masyarakat penting karena pengembangan objek wisata di Gorontalo pada umumnya bertumpu pada potensi dan partisipasi masyarakat lokal.

Pengembangan tersebut dapat membuka lapangan pekerjaan baru sekaligus mengangkat identitas dan kearifan lokal sebagai daya tarik wisata.

Aryanto mengatakan masyarakat pesisir tidak semestinya hanya menjadi penonton dalam pembangunan pariwisata, tetapi perlu mendapatkan ruang untuk berpartisipasi dan menikmati manfaat ekonomi yang dihasilkan.

"Manfaatnya juga akan ke mereka, misalnya terbukanya lapangan kerja, ada identitas lokal yang bisa menjadi atraksi," ujarnya.

Ia menambahkan, kajian pembangunan perlu diperkuat dengan pengenalan terhadap kondisi masyarakat di tingkat akar rumput, termasuk hak-hak wilayah dan kearifan lokal yang selama ini dipraktikkan.

Dengan demikian, pengembangan pariwisata dapat diterima secara sosial sekaligus layak dari sisi lingkungan dan ekonomi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

Jakarta Digeruduk 25 Kapal Perang, Segawat Itukah Ibu Kota

20 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakarta Digeruduk 25 Kapal ...
Megapolitan
Pemkot: Capaian Investasi K...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Gunung Merapi Berstatus Siaga, BPBD Sleman Tingkatkan Kesiapsiagaan Potensi Bencana

Gunung Merapi Berstatus Siaga, BPBD Sleman Tingkatkan Kesiapsiagaan Potensi Bencana

05 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.