Laporan Kredit Sehat Penting untuk Karier dan Masa Depan Finansial
Kamis, 05 Nov 2026, 09:57 WIBJAKARTA â Laporan kredit yang sehat tidak hanya berpengaruh terhadap peluang seseorang memperoleh pinjaman, tetapi juga dapat menjadi salah satu faktor yang diperhatikan dalam perjalanan karier dan perencanaan keuangan jangka panjang.
Pentingnya memahami rekam jejak kredit tersebut menjadi perhatian Cermati.com melalui gerakan edukasi bertajuk Healthy Credit Report, Brighter Future atau Laporan Kredit Sehat, Masa Depan Cerah. Inisiatif ini diluncurkan bertepatan dengan Bulan Inklusi Keuangan 2026 dan menjelang Bulan Fintech Nasional.
Melalui gerakan tersebut, Cermati mengajak masyarakat, khususnya generasi Z (Gen Z), untuk lebih memahami laporan kredit yang selama ini dikenal dengan istilah BI Checking atau Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK).
Laporan kredit dalam SLIK memuat informasi mengenai riwayat pembiayaan dan kepatuhan seseorang dalam memenuhi kewajiban pembayaran. Data tersebut menjadi salah satu indikator yang digunakan lembaga keuangan untuk menilai kelayakan calon debitur.
Namun, pemanfaatan informasi kredit tidak hanya terbatas pada pengajuan pembiayaan. Sejumlah perusahaan, terutama di sektor jasa keuangan, juga menerapkan prinsip Know Your Employee (KYE) dengan melakukan pemeriksaan latar belakang calon karyawan, termasuk rekam jejak kredit.
Direktur Utama Cermati.com, Fung Fuk Lestario, mengatakan pemahaman mengenai laporan kredit perlu dibangun sejak dini agar masyarakat dapat mengenali kondisi keuangannya sebelum menghadapi kebutuhan finansial yang lebih besar.
âKesadaran akan pentingnya laporan kredit sebaiknya ditumbuhkan sejak dini, bukan baru disadari ketika pengajuan kredit atau mencari pekerjaan. Dengan memahami rekam jejak kredit sejak dini, masyarakat memiliki kesempatan untuk mengevaluasi kebiasaan finansialnya dan menjaga kesehatan finansialnya,â ujar Fung melalui keterangannya, Kamis (5/11/2026).
Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, indeks literasi keuangan kelompok usia 18â25 tahun tercatat sebesar 73,32 persen. Sementara itu, tingkat inklusi keuangannya mencapai 95,69 persen.
Data tersebut memperlihatkan bahwa akses generasi muda terhadap layanan keuangan relatif tinggi. Namun, pemahaman mengenai pengelolaan keuangan masih perlu diperkuat, terutama terkait konsekuensi penggunaan produk pembiayaan digital, kewajiban pembayaran, dan dampaknya terhadap rekam jejak kredit.
Bagi generasi muda yang mulai membangun kemandirian finansial, laporan kredit yang terjaga dapat memberikan sejumlah manfaat. Salah satunya berkaitan dengan peluang karier, terutama pada posisi atau industri tertentu yang menerapkan pemeriksaan latar belakang calon karyawan.
Selain itu, rekam jejak pembayaran yang baik dapat mendukung proses pengajuan pembiayaan untuk kepemilikan aset, seperti sepeda motor, mobil, dan rumah. Kondisi tersebut juga menjadi bagian penting dalam perencanaan keuangan keluarga muda.
Laporan kredit juga dapat digunakan untuk memantau kemungkinan penyalahgunaan identitas pribadi. Pemeriksaan secara berkala memungkinkan seseorang mengetahui apabila terdapat pinjaman atau pembiayaan yang tercatat atas namanya tanpa sepengetahuan yang bersangkutan.
Edukasi Menjangkau Kampus dan Komunitas Disabilitas
Untuk memperluas pemahaman masyarakat, Cermati menggelar rangkaian edukasi melalui roadshow ke sejumlah perguruan tinggi. Kampus yang menjadi sasaran kegiatan tersebut antara lain Universitas Indonesia (UI), UPN Veteran Yogyakarta, Universitas Islam Indonesia (UII), Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY), Universitas PGRI Yogyakarta (UPY), UIN Sunan Kalijaga, dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).
Edukasi tersebut juga menyasar komunitas wirausahawan penyandang disabilitas. Langkah ini dilakukan untuk memperluas akses informasi mengenai pengelolaan keuangan dan perlindungan rekam jejak kredit bagi kelompok masyarakat yang lebih beragam.
Selain kegiatan langsung, kampanye edukasi diperkuat melalui kolaborasi dengan sejumlah kreator konten. Pendekatan tersebut diharapkan dapat menyampaikan informasi keuangan dengan bahasa yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari generasi muda.
Pentingnya Memeriksa Laporan Kredit Secara Berkala
Masyarakat dapat mulai menjaga kesehatan laporan kredit dengan melakukan pemeriksaan secara berkala, memahami status kolektibilitas, serta membayar kewajiban pembiayaan tepat waktu.
Dalam sistem kolektibilitas kredit, kategori Kol 1 menunjukkan kredit lancar, sedangkan Kol 2 menunjukkan kredit dalam perhatian khusus. Adapun Kol 3, Kol 4, dan Kol 5 masing-masing menunjukkan kredit kurang lancar, diragukan, dan macet.
Pemahaman terhadap kategori tersebut penting agar masyarakat dapat segera mengambil langkah apabila menemukan keterlambatan pembayaran atau informasi yang tidak sesuai dalam laporan kreditnya.
Cermati menyatakan menyediakan akses pemeriksaan laporan kredit secara gratis untuk penggunaan pertama melalui aplikasinya. Layanan ini ditujukan untuk membantu masyarakat mengenali kondisi rekam jejak finansial secara daring.
âLaporan kredit itu seperti rapor finansial. Semakin dini kita merawatnya, semakin lebar pintu yang terbuka, dari pekerjaan impian sampai rumah pertama. Justru, makin cepat kita paham kondisi finansial sendiri, makin siap juga kita mengambil keputusan keuangan yang lebih bijak,â kata Fung.
Melalui gerakan Healthy Credit Report, Brighter Future, edukasi mengenai laporan kredit diharapkan tidak hanya menjadi perhatian ketika seseorang membutuhkan pinjaman, tetapi juga menjadi bagian dari kebiasaan mengelola keuangan dan mempersiapkan masa depan.
- Bulan Inklusi Keuangan
- Gen Z
- Skor Kredit
- SLIK OJK
- Cermati
- kesehatan finansial
- perencanaan keuangan
- literasi keuangan
- Fintech Indonesia
- inklusi keuangan
- Laporan Kredit
- BI Checking
- Riwayat Kredit
- Kredit Sehat
- Wirausahawan Disabilitas
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.