Korea Utara Kembali Uji Coba Sistem Rudal Pertahanan Udara Baru

Kamis, 05 Nov 2026, 10:47 WIB

SEOUL - Korea Utara melakukan uji tembak sistem rudal pertahanan udara yang baru dirancang dan menggelar latihan serangan rudal jelajah strategis, menurut laporan media pemerintah, Kamis (5/11). 

Uji coba yang dilakukan pada hari Rabu itu terjadi di tengah serangkaian demonstrasi senjata dalam beberapa pekan terakhir yang mencakup amunisi tandan, drone serang, sistem torpedo berpemandu presisi, dan rudal hipersonik jarak menengah.

Ket. Foto: Korea Utara melakukan uji tembak sistem rudal pertahanan udara yang baru dirancang pada 4 November 2026, dalam foto yang dirilis Kantor Berita Pusat Korea keesokan harinya. — Sumber: Yonhap/KCNA

Pada hari Rabu, militer Korea Selatan mengatakan mendeteksi beberapa rudal yang diluncurkan dari daerah Sondok di Korea Utara ke Laut Jepang.

Pyongyang juga memperkeras pendiriannya terhadap Seoul dan Washington, dengan sengketa ranjau darat yang memperburuk hubungan antar-Korea. Saudara perempuan Kim Jong Un pekan ini mengisyaratkan sedikit keinginan untuk memulai kembali pembicaraan dengan Amerika Serikat.

Sistem yang baru dirancang tersebut telah diuji tembak untuk memastikan spesifikasi teknisnya, demikian dilaporkan kantor berita resmi Korea Selatan (KCNA) pada hari Kamis.

"Uji tembak membuktikan spesifikasi teknis dan keandalan material baru serta mode panduan ganda cerdas dari proyektil tersebut," kata KCNA, tanpa menjelaskan lebih lanjut tentang material baru tersebut.

Hal itu juga menunjukkan kemampuan sistem rudal untuk mengidentifikasi dan melacak target, serta keandalan perangkat pengolahan data deteksinya, tambahnya.

KCNA juga melaporkan bahwa sub-unit kekuatan tembak dari unit rudal jelajah strategis jarak jauh di Korea Utara bagian timur juga menggelar latihan serangan pada hari Rabu.

Unit tersebut "berhasil melaksanakan misinya untuk menyerang target bandara virtual dengan rudal jelajah strategis jarak jauh", kata media pemerintah.

Kedua latihan tersebut bertujuan untuk menjaga sistem persenjataan "pada tingkat teknis yang tinggi dan meningkatkan keandalan tempur senjata strategis," tambah KCNA.

Berbeda dengan peluncuran rudal balistik, uji coba rudal jelajah Korea Utara tidak dilarang oleh sanksi Dewan Keamanan PBB.

Korea Utara memiliki sejarah meluncurkan rudal di momen pemilihan umum AS, yang secara luas dianggap sebagai unjuk kekuatan, termasuk saat pemilihan paruh waktu empat tahun lalu dan pemilihan presiden dua tahun lalu.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.