AC Milan dan Juventus Memburu Tiket Fase Gugur

Kamis, 22 Okt 2026, 06:42 WIB

PARIS - Dua klub raksasa Italia AC Milan dan Juventus mengemban misi penting untuk menjaga dominasi dan mempertegas ambisi di Liga Eropa. Milan bertekad menaklukkan Bournemouth demi memperbaiki posisi setelah sempat tersandung di laga pembuka. Sedangkan Juventus memburu kemenangan ketiga beruntun untuk mempertahankan hasil sempurna.

Bagi dua raksasa Italia itu, hasil positif menjadi modal krusial dalam perburuan tiket fase gugur. Ini juga kesempatan membuktikan konsistensi di tengah tekanan kompetisi domestik. Milan akan menghadapi tantangan berat saat bertandang ke Stadion Vitality, markas Bournemouth, Jumat (23/10) dini hari WIB. Tim asuhan Ruben Amorim memang baru saja menunjukkan kebangkitan dengan mengalahkan Salzburg 4-0, tetapi lawan yang menanti kali ini sedang berada dalam kepercayaan diri tinggi.

Ket. Foto: Gelandang AC Milan asal Prancis, Adrien Rabiot(kiri), merayakan gol kedua timnya dalam pertandingan sepak bola Serie A Italia antara AC Milan dan Atalanta di Stadion San Siro, Milan, pada 18 Oktober 2026. — Sumber: Piero CRUCIATTI / AFP

Bournemouth mengawali langkah Eropa dengan sempurna. Setelah menundukkan Real Sociedad 2-1 di San Sebastian, klub Inggris itu melanjutkan tren positif dengan kemenangan 3-0 atas Sturm Graz pada pertandingan kandang Eropa pertama sepanjang sejarahnya. Evanilson, Rayan, dan Alvaro Rodriguez menjadi pencetak gol yang membawa Bournemouth mengoleksi enam poin, unggul tiga angka atas Milan.

Pencapaian tersebut menempatkan Bournemouth di jalur menjanjikan menuju fase gugur. Mereka bahkan berpeluang menjadi klub Inggris pertama sejak Sunderland pada musim 1973-1974 yang memenangi tiga pertandingan awal dalam kiprah perdana di kompetisi utama Eropa.

Modal Bournemouth semakin kuat setelah mengalahkan Sunderland 2-0 di Liga Inggris akhir pekan lalu. Evanilson mencetak gol ke-100 sepanjang karier profesionalnya. Sedangkan kemenangan tersebut mengangkatnya keluar dari zona degradasi. Performa itu menjadi peringatan bagi Milan bahwa lawannya bukan sekadar pendatang baru yang bisa dipandang sebelah mata.

Di kubu Rossoneri, kemenangan atas Salzburg menjadi respons penting setelah kekalahan 0-2 dari Benfica pada laga pembuka. Bintang muda Alphadjo Cisse mencuri perhatian dengan hattrick sempurna. Dia mencetak masing-masing satu gol menggunakan kaki kanan, kaki kiri, dan kepala.

Kekalahan dari Benfica masih menjadi satu-satunya hasil negatif Milan sejak Amorim mengambil alih tim. Di Serie A, pelatih asal Portugal itu juga mencatat awal impresif. Milan tidak terkalahkan dalam tujuh pertandingan liga pertamanya di bawah arahan Amorim, pencapaian yang terakhir kali dibukukan pelatih Rossoneri pada tahun 1963.

Milan kini menempati posisi keempat Serie A dengan 15 poin setelah mengalahkan Atalanta 3-2. Namun, kemenangan tersebut tidak sepenuhnya meyakinkan karena mereka sempat unggul tiga gol sebelum harus bekerja keras mempertahankan keunggulan. Konsistensi menjadi pekerjaan rumah yang perlu segera dituntaskan jika Milan ingin melangkah jauh di Eropa.

Dengan empat pertandingan tersisa sepanjang Oktober, termasuk Derby della Madonnina melawan Inter, Amorim diperkirakan kembali merotasi skuad. Cisse harus bersaing dengan Omari Hutchinson, Ruben Loftus-Cheek, Diego Moreira, dan Christian Pulisic untuk mengisi lini serang. Filippo Terracciano terkena skorsing dan Matteo Gabbia dan Alexis Saelemaekers masih cedera.

Bournemouth juga kehilangan sejumlah pemain, termasuk Alex Scott, Julian Araujo, dan Eli Junior Kroupi. Namun, Rayan berpeluang kembali menjadi pembeda setelah mencetak gol sebagai pemain pengganti ketika menghadapi Sturm Graz. Pertemuan ini akan menguji kemampuan Milan mengatasi tekanan lawan yang tengah menikmati momentum positif.

Tren Positif

Sementara itu, Juventus mengusung misi mempertahankan kesempurnaan ketika menjamu Rennes. Bianconeri mengawali Liga Europa dengan kemenangan telak 5-0 atas NEC, lalu menundukkan Celta Vigo 2-1 di Spanyol. Dua kemenangan tersebut membawa mereka ke puncak klasemen fase liga dan membuka jalan menuju fase gugur.

Nick Woltemade dan Randal Kolo Muani menjadi penentu kemenangan atas Celta Vigo. Juventus kini ingin melanjutkan tren tersebut sekaligus menjaga ambisi meraih trofi Eropa pertama pada abad ini. Namun, mereka tidak boleh terlena oleh catatan impresif di kompetisi kontinental karena situasi di Serie A justru mengkhawatirkan.

Tim asuhan Luciano Spalletti hanya menang satu dari lima pertandingan liga terakhir. Kekalahan telak 0-3 dari Lazio pada hari Minggu membuat Juventus terpuruk di peringkat kedelapan, tertinggal delapan poin dari pemuncak klasemen Inter Milan. Performa domestik yang tidak stabil menambah tekanan kepada Spalletti, yang musim lalu datang menggantikan Igor Tudor.

Karena itu, laga melawan Rennes menjadi kesempatan bagi Juventus untuk mempertahankan momentum Eropa sekaligus memulihkan kepercayaan diri. Meski belum terkalahkan di Liga Europa, Rennes bukan lawan yang mudah. Mereka bermain imbang 0-0 melawan Sturm Graz sebelum menang atas OFI Crete melalui gol penentu Abdelhamid Ait Boudlal.

Rennes memiliki pertahanan paling efektif di antara 36 peserta fase liga berdasarkan statistik expected goals against, dengan nilai 0,79, serta hanya menghadapi 13 tembakan. Catatan itu menjadi tantangan bagi Juventus yang masih berusaha menemukan ketajaman secara konsisten.

Di Ligue 1, Rennes justru tampil produktif dengan 15 gol, tetapi sudah kebobolan 14 kali. Kekalahan dramatis 3-4 dari Paris FC akhir pekan lalu memperlihatkan rapuhnya pertahanan mereka. ben/G-1

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.