Kerja Sama Pertanian RI-Tiongkok Diperkuat, Apa Untungnya bagi Petani?
Rabu, 04 Nov 2026, 22:00 WIBJAKARTA â Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Menteri Pertanian Tiongkok Zhang Zhu menyepakati penguatan kerja sama pertanian untuk meningkatkan produksi, transfer teknologi, investasi, dan pengembangan komoditas strategis guna memperkuat kapasitas produksi kedua negara.
"Kerja sama ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas produksi dalam negeri, meningkatkan produktivitas, serta membuka peluang perdagangan dan investasi yang lebih luas bagi kedua negara," kata Mentan Amran terkonfirmasi di Jakarta, Rabu (4/11).
Kesepakatan tersebut dilakukan dalam pertemuan bilateral Mentan Amran dengan Menteri Pertanian Tiongkok Zhang Zhu, Senin (2/11).
Pertemuan membahas pengembangan bawang putih dari hulu hingga hilir, kolaborasi penelitian dan teknologi pertanian modern, penguatan perdagangan komoditas unggulan, serta peluang investasi industri pengolahan.
"Kerja sama dengan Tiongkok harus menghasilkan manfaat konkret bagi sektor pertanian Indonesia," ujarnya.
Menurutnya kemitraan tidak cukup hanya menjaga kelancaran perdagangan, tetapi juga perlu memperkuat kemampuan produksi nasional, mempercepat modernisasi pertanian, dan meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan.
âKita ingin kerja sama ini diperkuat. Untuk komoditas yang kita butuhkan, seperti bawang putih dan kedelai, kita harapkan pasokannya semakin baik. Di sisi lain, kita juga ingin memperbesar ekspor komoditas unggulan Indonesia ke Tiongkok,â tutur Amran.
Amran mengaku salah satu agenda utama yang diusulkan yakni pengembangan bawang putih secara menyeluruh, mulai dari penyediaan benih, teknologi budidaya, alat dan mesin pertanian, hingga pembangunan klaster produksi di Indonesia.
Langkah itu ditujukan untuk memperkuat kapasitas produksi dalam negeri sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan luar negeri.
Saat ini, sekitar 90 persen kebutuhan bawang putih Indonesia dipenuhi dari Tiongkok. Karena itu, Amran mendorong agar hubungan kedua negara dikembangkan menjadi kemitraan yang juga mendukung peningkatan produksi bawang putih di Indonesia.
âKita ingin kerja sama hulu sampai hilir untuk bawang putih, mulai dari benih, teknologi, alat dan mesin pertanian, hingga membangun klaster di Indonesia,â kata Amran.
Selain bawang putih, Amran mendorong pengembangan klaster komoditas unggulan Indonesia, khususnya kelapa, kopi, dan durian. Kerja sama tersebut diharapkan dapat memperluas akses pasar, menjaga kualitas produk, dan meningkatkan nilai tambah komoditas Indonesia.
Di bidang investasi, Mentan menawarkan peluang bagi perusahaan Tiongkok untuk mengembangkan industri pengolahan di kawasan khusus yang telah disiapkan pemerintah. Sektor yang ditawarkan antara lain industri kelapa dan produk turunannya, rumput laut, serta industri vaksin untuk pertanian.
Menurut Amran, kesiapan lahan, legalitas, dan dukungan insentif di kawasan tersebut diharapkan memudahkan investor merealisasikan pembangunan industri di Indonesia.
âLahannya sudah siap, legalitasnya juga disiapkan. Investor tinggal datang. Kita ingin membangun industri pengolahan, seperti pabrik kelapa dan rumput laut, sehingga sumber daya yang kita miliki bisa memberikan nilai tambah lebih besar,â jelasnya.
Transfer teknologi menjadi agenda penting lainnya dalam pertemuan tersebut. Amran mendorong kerja sama di bidang mekanisasi, kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), serta pemanfaatan teknologi modern untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian.
Amran juga mengusulkan peningkatan kerja sama perdagangan produk susu, mengingat kebutuhan susu Indonesia sekitar 4 juta ton per tahun.
Ia juga mengusulkan penelitian gandum sebagai salah satu upaya mendukung pemenuhan kebutuhan dalam negeri yang masih bergantung pada impor.
Kemitraan Indonesia-Tiongkok diharapkan tidak hanya memperkuat perdagangan, tetapi juga meningkatkan kapasitas produksi nasional melalui transfer teknologi, penelitian, investasi, dan pengembangan industri hilir.
Sementara itu, Menteri Pertanian Tiongkok Zhang Zhu menilai hubungan kerja sama pertanian dengan Indonesia telah menunjukkan perkembangan positif sejak 2019.
Ia juga menyoroti besarnya hubungan perdagangan kedua negara yang menjadi modal penting untuk memperluas kemitraan di sektor pertanian.
Zhang juga menyatakan dukungannya terhadap pengembangan produksi bawang putih di Indonesia. Tiongkok siap memperdalam pembahasan teknis mengenai teknologi produksi, teknik penanaman, dan aspek budidaya lain yang dapat dikerjasamakan.
âKami sangat mendukung pengembangan produksi bawang putih di Indonesia. Kami siap memperdalam pembahasan, terutama terkait teknologi produksi, penanaman, dan aspek teknis lainnya yang dapat dikerjasamakan oleh kedua negara,â ujar Zhang.
Untuk komoditas kopi, kakao dan kelapa sawit, Zhang menyampaikan pihaknya akan mendorong pembentukan kelompok kerja atau working group untuk membahas kerja sama komoditas unggulan Indonesia tersebut.
Zhang juga menawarkan penguatan diskusi teknis dan kolaborasi penelitian, termasuk pemanfaatan drone tanpa awak, robot pertanian, dan AI. Tiongkok juga menyatakan kesiapan mengorganisasikan delegasi perusahaan untuk menjajaki peluang investasi di Indonesia.
- pertanian
- RI-Tiongkok
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Imbas Abu Vulkanik, Dua Penerbangan Garuda dari Arab Saudi Dialihkan ke Kertajati
-
Kabut Asap Karhutla Ganggu Pernapasan, Pemkot Banjarbaru Siapkan Rumah Oksigen.
-
KPK Dapat “Deleg” dengan OTT Presiden Direktur Summarecon Agung
-
Tingkatkan Minat Baca, Pemkab Natuna Beri Penghargaan Pengunjung Perpustakaan Teraktif.
-
Tahu Alasan Tingginya Harga Ponsel Belakangan?
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.