Kabut Asap Karhutla Ganggu Pernapasan, Pemkot Banjarbaru Siapkan Rumah Oksigen.
Jumat, 04 Sep 2026, 16:55 WIBPemerintah Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan menyiapkan rumah oksigen sebagai langkah cepat membantu masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan akibat paparan kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat perlindungan kesehatan masyarakat di tengah ancaman asap karhutla yang berpotensi meningkatkan risiko gangguan pernapasan, khususnya bagi kelompok rentan.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru dr Ani Rusmila di Banjarbaru, Jumat, mengatakan rumah oksigen disiapkan untuk memberikan pertolongan awal secara cepat sebelum warga memperoleh penanganan lebih lanjut di fasilitas kesehatan apabila diperlukan.
âRumah oksigen ini diharapkan dapat memberikan pertolongan pertama secara lebih cepat sebelum masyarakat menuju fasilitas kesehatan tingkat lanjut apabila memang diperlukan,â ujarnya.
Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru juga menginstruksikan seluruh puskesmas untuk menyediakan rumah oksigen sesuai kemampuan dan jenis pelayanan masing-masing sebagai upaya memperluas akses pertolongan bagi warga terdampak kabut asap.
Selain itu, rumah oksigen yang beroperasi di PSC Kota Banjarbaru dan Puskesmas Cempaka memberikan pelayanan selama 24 jam, sedangkan puskesmas lainnya menyesuaikan pelayanan dengan jam operasional masing-masing.
Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan menjadi garda pertolongan awal bagi warga yang mulai mengalami sesak napas atau keluhan pernapasan setelah terpapar asap, sehingga kondisi dapat segera ditangani dan tidak berkembang lebih serius.
Namun, ucapnya, masyarakat tetap diminta mengutamakan pencegahan dengan mengurangi paparan asap, terutama kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan masyarakat yang memiliki risiko gangguan pernapasan.
âKepada seluruh masyarakat Kota Banjarbaru, mari cegah paparan asap dengan menggunakan masker, membatasi aktivitas di luar rumah pada jam-jam rawan, mengonsumsi makanan yang bergizi dan minum air yang cukup,â katanya.
Pemkot Banjarbaru menegaskan rumah oksigen bukan pengganti layanan kesehatan lanjutan, melainkan fasilitas pertolongan awal untuk membantu warga mendapatkan oksigen secara gratis sebelum memperoleh pemeriksaan dan penanganan medis lebih lanjut jika kondisi membutuhkan.
Redaktur: Yebdi Trismar
Penulis: Yebdi Trismar
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.